Pertarungan-Pertarungan ala Kesatria yang Dilakukan oleh Suku di Indonesia

oleh Adi Nugroho
11:03 AM on Jan 3, 2017

Suku-suku yang ada di Indonesia tidak hanya memiliki keunikan dari segi olahan kuliner yang bercitarasa surga. Suku yang terbentang dari ujung timur hingga ke barat ini juga memiliki beberapa tradisi dan kebudayaan yang terkait dengan perang. Suku-suku ini memiliki tradisi bertarung layaknya kesatria untuk keperluan ritual atau pertunjukan.

Pada artikel di bawah ini, kita akan membahas beberapa tradisi pertarungan antara dua orang pria atau kelompok pria untuk keperluan tertentu. Beberapa tradisi dilakukan untuk meminta hujan dan juga keberkahan dari Yang Maha Esa. Berikut jenis-jenis pertarungan ala kesatria yang dilakukan oleh suku-suku di Indonesia.

Baca Juga
Inilah 4 Hal yang Terjadi Jika Indonesia Benar-benar Memboikot Produk Amerika
Mulai dari Akhir Israel Hingga Bencana, Inilah 4 Prediksi Nostradamus Tentang 2018 yang Bikin Merinding

1. Pasola – Sumba

Pasola adalah pertarungan antara kelompok penunggang kuda yang dilakukan oleh Masyarakat Sumba. Setiap tahun, saat akan musim tanam, beberapa kelompok akan melakukan pertarungan dengan saling melempar lembing kepada penunggang kuda dari kelompok lain. Semakin banyak kelompok lain jatuh atau terluka, kemenangan bisa didapatkan.

Pasola [image source]
Oh ya, makna dari permainan ini bukan perkara menang atau kalah. Masyarakat Sumba yang menganut Marapu menganggap pertarungan ini adalah pengorbanan mereka kepada Tuhan. Jika ada darah yang keluar dan menetes ke tanah, pengorbanan akan diterima dan dalam setahun ke depan panen akan melimpah dan penduduk akan terhindar dari penyakit dan marabahaya.

2. Peresean – Lombok

Peresean adalah sebuah tradisi di Lombok yang dilakukan oleh Suku Sasak sejak puluhan tahun lalu. Awalnya tradisi yang dilakukan dengan menarungkan dua orang pria ini dilaksanakan untuk melatih ketangkasan dalam melawan penjajah Belanda yang menjajah Lombok. Semua pemuda akan dilatih bagaimana bertarung dengan menggunakan kayu menjalin panjang dan sebuah tameng.

Peresean – Lombok [image source]
Karena sudah tidak ada penjajah, tradisi paresean mulai dilakukan untuk penyambutan tamu atau acara budaya untuk mengundang wisatawan. Oh ya, permainan yang seru namun cukup menegangkan ini memiliki lima ronde untuk mengetahui siapa pemenangnya. Namun, kalau di ronde awal ada salah satu sudah berdarah pada bagian kepalanya, dia akan dinyatakan kalah dan lawan memenangkan pertandingan.

3. Perang Pandan – Bali

Perang pandan atau makere-kere adalah sebuah tradisi yang dilakukan setahun sekali di desa Tenganan Bali. Pada bulan lima penanggalan desa, tradisi ini dilakukan dengan mengumpulkan banyak pria di sebuah tanah yang lapang. Dengan iringan gamelan, pertarungan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra atau dewa perang ini dimulai mulai pukul 2 hingga petang.

Perang Pandan – Bali [image source]
Perang pandan dilakukan dengan menggunakan daun pandan yang berduri sebagai senjata dan tameng sebagai pelindung. Misi dari perang ini adalah memukul atau menggosok tubuh lawan dengan daun pandan yang berduri. Siapa yang sudah tidak bisa lagi bertarung atau terus terdesak akan dinyatakan kalah. Oh ya, hampir semua peserta akan terlupa tubuhnya, tapi tidak ada yang saling marah karena tradisi ini dilakukan untuk kebersamaan.

4. Sijagang Laleng Lipa – Bugis

Berbeda dengan tiga tradisi sebelumnya yang dilakukan untuk keperluan peringatan atau meminta berkah. Tradisi yang dilakukan di bugis ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan di antara dua buah keluarga. Jika ada dua keluarga bermusuhan dan jalan mufakat tidak bisa dilakukan, pertarungan yang sengit ini akan dilakukan.

Sijagang Laleng Lipa – Bugis [image source]
Biasanya setiap kelompok yang bersengketa akan mengirim satu petarung akan saling adu kekuatan fisik dan senjata di dalam sarung. Ya, di dalam sebuah sarung kedua orang ini akan bertarung adu kuat. Biasanya pertarungan yang terjadi selalu saja seri. Kalau tidak sama-sama hidup ya sama-sama mati.

Inilah beberapa pertarungan ala kesatria yang dilakukan oleh suku-suku di Indonesia. Terlepas dari apa misi diadakannya pertarungan itu, empat hal di atas cukup menarik untuk dikenal, terlebih dilihat atau terlibat secara langsung.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA