Selain Gedung dan dekorasi, catering, tamu undangan adalah elemen penting lain dalam sebuah pernikahan. Tak bisa dikatakan meriah, jika pengantin tidak mengundang orang-orang terdekat dan yang dicintai ke pesta hari bahagia mereka, bukan?

Berbeda dengan pasangan pada umumnya yang berlomba menghadirkan orang berpangkat atau artis ibukota, sepasang pengantin asal Turki ini malah melakukan hal yang berbeda. Mereka berbagi kebahagiaan dengan mengundang para pengungsi yang datang dari Suriah untuk ikut berpartisipasi di acara tersebut.

Fethullah Uzumcuoglu dan Esra Polat [sumber gambar]
Tak tanggung-tanggung, pasangan bernama Fethullah Uzumcuoglu dan Esra Polat ini mengundang 4000 orang pendatang berstatus imigran dari Kota Kilis, selatan Turki. Ide ini sendiri sebenarnya tidak datang langsung dari kedua mempelai, tetapi atas usulan dari ayah mempelai pria, Ali Uzumcuoglu, yang mengatakan ia ingin berbagi di hari bahagia pernikahan anaknya ‘saudara Suriah dan saudari kita’.

Sang pengantin wanita awalnya sempat menolak ide tersebut, karena dirasa akan sangat repot jika mereka harus turun ke lapangan langsung. Namun, dengan penjelasan dari suaminya, ia kemudian menyadari bahwa berbagi itu merupakan hal indah dan baik yang mungkin enggak akan pernah dilakukan oleh pengantin manapun juga.

Berbagi bersama pengungsi [sumber gambar]
Pemberian santunan berupa makanan ini pun dibantu oleh Kimse Yok Mu, sebuah badan amal asal Turki yang membantu para pengungsi seluruh dunia. Baik Fethullah maupun Esra, keduanya langsung turun ke kamp para pengungsi dan melayani mereka satu per satu dengan masih mengenakan pakaian pernikahan tradisional.

Berbagi kebahagiaan bersama para pengungsi [sumber gambar]
Bayangkan betapa bahagiannya wajah orang-orang Suriah ini? Seperti yang kita ketahui bahwa Suriah adalah satu dari banyak negara yang pecah sejak perang sipil beberapa tahun yang lalu. Mereka tak hanya kehilangan rumah, pekerjaan, tetapi juga kehilangan orang-orang yang dicintai. Korban perang yang masih berhasil selamat melarikan diri dari negaranya, salah satu yang menjadi tujuan mereka adalah Turki. Hingga sekarang ada sekitar delapan juta penduduk yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di perbatasan NATO.

BACA JUGA: 4 Kebaikan Kanada Pada Pengungsi Suriah yang Tak Dilakukan Negara Lain Termasuk Indonesia

Perbuatan yang dilakukan oleh kedua mempelai dan ayahnya ini adalah salah satu perayaan pernikahan yang paling mengesankan. Mereka benar-benar memberikan catering dan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan. Tak heran jika kemudian Fethullah dan Esra Polat didoakan oleh banyak netizen atas aksi mulia yang ia lakukan. Ya, karena memang mereka pantas menerimanya. Semoga sang pengantin selalu diberi kehidupan terbaik ya, langgeng dan diberi keturunan saleh/salehah hingga akhir hayat memisahkan.