Perayaan hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari, merupakan momen spesial bagi mereka yang memiliki pasangan. Bisa jadi, hal tersebut adalah perayaan paling romantis untuk yang sedang di mabuk asmara. Namun, tanggal 14 Febuari juga bisa menjadi hal paling mengerikan bagi sebagian lainnya.

Tak banyak yang menyadari, perayaan valentine di tanggal 14 Februari ternyata dibarengi dengan peperangan besar yang terjadi di beberapa belahan dunia. Salah satunya bahkan terjadi di Indonesia. Di mana sepasukan kecil hasil didikan penjajah Jepang, balik memberontak hingga membuat suasana mencekam pada saat itu. Lantas, bagaimana dengan peperangan besar lainnya?

Perang laut mematikan antara armada Prancis melawan Spanyol

Ilustrasi pertempuran laut antara Prancis dan Spanyol [sumber gambar]
Dalam kumpulan surat bertajuk A Collection Of State Papers, Relative To The War Against France Now Carrying On By Great-britain And The Several Other European Powers yang dikutip dari en.wikipedia.org, armada laut Prancis terlibat konflik dengan Angkatan Laut Spanyol dalam peperangan yang dinamai sebagai aksi 14 Februari (1795). Peristiwa itu akhirnya dimenangkan oleh pihak Spanyol, di mana Prancis menderita kerugian berupa tertangkapnya satu buah kapal kelas frigate dan 280 orang ada yang terbunuh, luka dan ditahan sebagai tawanan perang.

Perang Araucho yang menjadi tonggak kebangkitan kaum Indian Mapuche

Ilustrasi pertempuran suku Maphuce melawan Spanyol [sumber gambar]
Salah satu tragedi berdarah yang terjadi bertepatan dengan perayaan Valentine adalah kisah peperangan Arauco. Laman panditfootball.com menuliskan, penduduk asli Chile yang bernama Suku Mapuche, mati-matian berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka dari invasi bangsa Spanyol. Salah satu tokohnya yang terkenal adalah Colo Colo, di mana figur dirinya disimbolkan sebagai pahlawan yang melambangkan keberanian, kebijaksanaan dan perjuangan pantang menyerah.

Pertempuran Pasir Panjang melawan Jepang yang banyak memakan korban

Ilustrasi pertempuran pasir panjang [sumber gambar]
Tentara pendudukan Jepang di Asia Tenggara ternyata sempat mendapat perlawanan hebat dari tentara Melayu yang disokong kekuatan Inggris. Peristiwa ini terekam pada palagan Pasir Panjang yang banyak memakan korban dari pihak Melayu dan Inggris. Dikutip dari id.wikipedia.org, perang besar yang terjadi pada kurun 13 Februari hingga 14 Februari 1942 itu, memakan 159 jiwa. Rinciannya, Enam dari mereka perwira Inggris, tujuh perwira Melayu, 146 pangkat lainnya dan sejumlah besar korban terluka yang tidak dipastikan jumlahnya.

Pemberontakan Peta pimpinan Supriyadi yang legendaris

Ilustrasi pemberontakan PETA [sumber gambar]
Indonesia ternyata mempunyai catatan tersendiri pada tanggal 14 Februari. Di mana pada perayaan hari kasih sayang tersebut, terjadi pemberontakan PETA yang dilakukan oleh Supriyadi. Dilansir dari tirto.id, tepat pukul 03.30 dini hari pada tanggal 14 Februari 1945, Mortir-mortir dan rentetan peluru dari senapan mesin mereka tembakkan dari asrama ke prajurit Jepang. Pemberontakan telah dimulai! Sayangnya, peristiwa tersebut tak membuat Jepang takluk. Sebaliknya, banyak dari anggota PETA yang terlibat pemberontakan dihukum mati. Supriyadi sendiri akhirnya menghilang secara misterius dan tak jelas rimbanya.

BACA JUGA: Perang-perang Tersingkat Sepanjang Sejarah Dunia, Tak Sampai Satu Bulan!

Ironis memang. Di saat sebagian manusia sibuk memperingati perayaan kasih sayang yang jatuh pada 14 Februari, sementara bagi mereka di belahan bumi lainnya mati-matian mempertahankan nyawa agar tidak tercabut pada saat itu. Bak dua sisi mata uang, ada kebahagiaan yang dirasakan, dan sekaligus hal memilukan pada hari yang sama.