Tahun 2017 hampir berlalu, siapa sangka sudah banyak hal yang terlewati. Mulai dari kasus E-ktp hingga pemain film panas Jepang yang ternyata orang Indonesia. Namun kejadian yang paling menarik perhatian adalah mengenai penyerangan binatang buas pada manusia yang bahkan sampai meregang nyawa.

Kalau menengok ke belakang, ternyata ada kurang lebih lima kali kasus penyerangan binatang buas yang terjadi. Mulai dari ular piton hingga terkaman beruang sempat membuat netizen karenanya,bahkan media luar pun sempat menyorotinya. Lalu peristiwa binatang apa saja yang sempat terjadi itu? Simak ulasan berikut.

Seorang petani meregang nyawa jadi santapan piton raksasa

Korban piton [image source]
Tepatnya maret 2017, siapa sangka media dihebohkan dengan berita kematian seorang petani di Mamuju. Ya, pasalnya dalam kasus tersebut kematian sang petani dianggap tidak wajar karena dimakan seekor ular piton. Sempat hilang selama 24 jam, warga curiga dan akhirnya mencari petani yang tadi pergi ke sawah itu. Karena hasil pencarian nihil, warga sempat curiga dengan ulat piton yang berperut besar yang ada di sana. Ternyata benarlah dugaan warga, sang petani sudah jadi santapan sang piton raksasa. Kejadian ini begitu viral waktu itu hingga sampai disiarkan di media luar.

Artikel Lainnya
4 Sosok Keturunan Indonesia yang Sukses Jadi Tentara di Negara Lain, Salah Satunya Anak Artis
Nostalgia 5 Aplikasi Chatting Populer Anak 90-an yang Sekarang Cuma Tinggal Baunya Saja

Anak TK diterkam harimau di sebuah kebun binatang, karena ulah keisengan bocah

Diterkam harimau [image source]
Tak selang lama dari kejadian si ular piton itu, muncul lagi kasus penyerangan binatang  pada manusia. Tepatnya bulan Maret, seorang anak TK harus dilarikan ke rumah sakit lantaran diterkam Harimau di Jatim Park II. Usut punya usut, kejadian tersebut akibat ulah sekumpulan anak-anak yang lewat di sana yang sengaja menggoda harimau. Lantaran kaget, Harimau tadi menyerang siapa pun yang ada di sana, alhasil si anak TKl lah yang jadi korbannya. Akhirnya, pihak kebun binatang pun bertanggung jawab atas pengobatan sang anak, karena memang sebuah kecelakaan tanpa disengaja.

Diterkam beruang Kampar, seorang warga tewas jadi mangsa

diterkam beruang

Tepatnya bulan Oktober 2017 di Riau, sepasang pasutri  diserang Beruang saat melintas di sebuah hutan. Usut punya usut, mereka sedang mencari karet di sekitar sana, hingga tiba-tiba seekor beruang datang dan menyerang mereka. Warga pun mendengar jeritan dari pasutri ini, namun siapa sangka saat datang ke TKP tubuh mereka sudah terkapar di tanah dengan keadaan terkoyak-koyak. Sang suami segera dilarikan ke rumah sakit dan sempat mengalami kritis sedangkan sang istri diketahui telah meregang nyawa.

Seorang pawang lenyap diterkam buaya dalam sungai

Diserang buaya [image source]
Siapa sangka, bahkan sekelas pawang pun bisa menjadi korban terkaman binatang buasnya. Tepatnya bulan September, beredar video mengenai orang yang hilang diseret buaya ke dalam air. Usut punya usut, orang yang masuk ke air tersebut ternyata bukan pawang buaya melainkan orang sakti. Dia sengaja masuk ke air karena mengira dapat menemukan buaya yang lepas itu. Namun nahas nasib buruk tidak berpihak padanya.

Niat ambil bola, seorang anak tewas digigit dan oleh anjing Pitbull peliharaan

Diserang Pitbull [image source]
Tepatnya bulan Agustus, salah satu anak 8 tahun di Jalan Candi Penataran, Kelurahan Mojolangu, Malang harus tewas mengenaskan karena digigit anjing peliharaan. Kronologinya, sang bocah ingin mengambil  bola mainan yang terjadi di sekitar kandang. Namun nahas terjadi sang anjing kaget dan terbangun sehingga langsung menyerang orang yang ada di depannya itu. Sejatinya hal ini adalah murni kecelakaan, bagaimana pun saat terkejut binatang bisa reflek dan langsung menyerang.

Nah itulah sekian penyerangan binatang  buas paling edan yang mampu merenggut nyawa. Dari kisah-kisah itu kita belajar agar lebih hati-hati jika berada di alam liar. Selain itu kita juga mesti ingat bagaimana pun mereka adalah binatang buas, jadi jangan pernah bertindak ceroboh. Pasalnya mereka hanya menyerang saat terdesak saja.