Di bulan puasa, pasti hampir semua orang mengagendakan yang namanya buka bersama alias bukber. Ya ini biasanya dilakukan untuk ajang kumpul-kumpul karena sudah tak lama berjumpa. Hmm… tapi, sayangnya, acara  ini sering kali hanya jadi wacana belaka. Awalnya ayo-ayo, tapi akhirnya aya-aya wae~

Ini sudah bukan hal yang baru lagi. Terbukti dengan banyaknya orang yang berkelakar bahwa setiap rencana bukber pasti berakhir dengan tidak ada kabar. Memang apa ya penyebabnya?

Banyak yang bilang terserah

Banyak bilang terserah [Sumber Gambar]
Nah, salah satu pencetus mengapa bukber sering kali batal adalah suka bilang terserah. Misalnya nih, ada yang tanya mau berbuka di mana, pasti yang menjawab dengan benar hanya satu atau dua orang. Sedangkan yang lain cuma bisa bilang terserah. Entah terserah karena ingin ikut saja atau tidak punya keputusan sendiri. Hal ini yang bikin acara pertemuan rawan dibatalkan gengs. Biasanya sih yang suka begini ya para ladies lah. Kan kata terserah adalah senjata mereka selama ini yang bikin para cowok gigit jari.

Tidak ada panitia untuk mengurus bukber

Tidak mau menjadi panitia [Sumber Gambar]
Alasan selanjutnya yang paling masuk akal yaitu tidak ada panitia. Ini disebabkan karena kebiasaan orang-orang yang suka saling tunjuk. Ya alasannya apalagi kalau bukan tidak mau repot dengan tetek bengek yang ada. Seperti pesan tempat, memilih menu, menentukan iuran dan lain sebagainya. Jadi, karena ogah-ogahan inilah, bukber menjadi wacana forever. Bener atau bener nih?

Sudah ada panitia, tapi jadi semakin susah diatur

Panitia yang dicuekin [Sumber Gambar]
Meskipun panitia sudah ada, tapi pasti masih ada saja kendalanya. Apa hayo? ya anggotanya timbul tenggelam. Ada yang masih aktif di dalam grup, namun banyak juga yang responnya sangat slow. Hal tersebut terkadang membuat panitia jadi malas sendiri menghadapinya. Kalau sudah begini, bagi yang panitianya tidak kuat iman, niscaya dia bakal mengundurkan diri. Parahnya sih acara menjadi berantakan dan berakhir pembatalan.

Kesulitan menemukan waktu untuk buka bersama

Kesulitan menyamakan waktu [Sumber Gambar]
Untuk buka bersama seperti ini masalah yang paling sering terjadi yakni menyamakan waktu. Yup, namanya juga sudah mempunyai kesibukan masing-masing, jadi lebih sulit untuk menentukan kapan bertemunya. Awalnya tanggal sudah ditemukan. Namun terkadang masih ada saja yang tiba-tiba memutuskan untuk tidak datang dengan beragam alasan. Dan kebanyakan, jika ada satu orang yang tidak bisa datang, maka semuanya memutuskan untuk membatalkan acara.

Adanya konflik pribadi

Adanya konflik dengan teman [Sumber Gambar]
Di dalam hubungan pertemanan, yang namanya perselisihan itu tidak bisa dihindari. Apalagi yang sudah bertahun-tahun, tentu ada saja masalah meskipun hal sepele. Nah, dari sinilah kemungkinan besar alasan mengapa ada orang tidak mau datang ke acara bukber. Ya walaupun masalah tersebut sudah berlalu lama, namun biasanya ada orang yang masih tidak bisa melupakannya. Alhasil, ia lebih memilih tidak datang daripada harus bertemu dengan orang yang membuat mood-nya menjadi tak nyaman.

BACA JUGA : Ngaku Deh! Ini 7 Niat Yang Selalu Gagal Telak di Bulan Ramadhan

Merencanakan buka bersama memang susah-susah gampang. Kalau direncanakan jauh-jauh hari, kebanyakan pada tak bisa datang. Namun belum tentu jika tak disiapkan rencana tersebut bisa berjalan lancar. Intinya sih pintar-pintarnya Sahabat Boombastis dalam membangun komunikasi dengan teman-teman. Kalau misal ada yang ngotot minta pendapatnya dimenangkan, kirim pesan pribadi kepadanya dan nasehati pelan-pelan. Sebab, buka bersama bukanlah acara untuk satu orang, melainkan tentang kebersamaan.