Hewan memang tidak sesempurna kita sebagai manusia. Meskipun begitu, kita tak ada hak untuk menyiksanya karena ia juga merupakan ciptaan Tuhan. Bayangkan saja kalau kita yang diperlakukan seperti itu, akankah kita terima?

Namun, hal ini sepertinya tidak ada di dalam pikiran lelaki bernama Maulady. Ya jelas saja, pria berperawakan tinggi besar ini dengan tega membunuh anjing menggunakan cara keji. Yaitu dengan memukul kepala anjing memakai botol kemudian membakarnya hidup-hidup.

Kondisi Lucky saat masih baik-baik saja [Sumber Gambar]
Berawal dari Maulady yang tiba-tiba buang air kecil sembarangan di dekat hewan bernama Lucky ini. Terganggu dengan kehadiran orang asing di sampingnya, anjing berjenis mix dalmatian tersebut tiba-tiba mencakar Maulady. Tak terima, pria yang berprofesi sebagai driver ojek online ini meminta kepada pemilik Lucky untuk segera memindahkan anjing ke tempat lain. Jika tidak dipindahkan dengan segera, Maulady mengancam akan membakarnya. Namun, karena pemilik Lucky ingin salat tarawih, ia tidak sempat memindahkannya dan akan melakukannya setelah pulang.

Singkat cerita, setelah pemilik Lucky sampai di rumah, ia sangat terkejut melihat keadaan anjingnya. Di mana anjing ini sudah dalam kondisi sekarat dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Akhirnya, Mely si pemilik anjing pun melaporkan kejadian ini ke Yayasan Sarana Metta Indonesia dan pihak kepolisian. Sebelum akhirnya, Lucky dibawa ke rumah sakit hewan untuk mendapatkan perawatan.

Ketika Lucky dibawa ke rumah sakit [Sumber Gambar]
Peristiwa seperti ini memang membuat kita bertanya-tanya. Mengapa ada orang yang sampai tega menyiksa binatang. Nah, hal ini ternyata ditanggapi oleh beberapa ahli. Jika orang seperti itu kemungkinan mempunyai gangguan pada mentalnya yang bisa dikategorikan sebagai psikopat.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Dr. Philip Kavanagh dan teman-temannya. Di penelitian yang mereka lakukan, ternyata psikopat sangat berhubungan erat dengan seseorang menyakiti hewan secara sengaja. Mereka juga menyebutkan bahwa di dunia nyata banyak kejadian seperti itu, contohnya yang dilakukan oleh Jeffrey Dahmer, seorang pembunuh berantai. Ia memulai pembunuhannya sejak kecil dengan cara mengumpulkan hewan yang sudah mati hingga memutilasi binatang-binatang.

Pelaku kemungkinan mempunyai sifat psikopat [Sumber Gambar]
Seorang psikolog bernama Alexandra Gabriella pun juga membahas bahayanya dari sifat psikopat ini. Menurutnya, orang dengan gangguan kepribadian ini sulit sekali untuk berempati kepada siapa pun. Jangankan dengan hewan, terhadap manusia saja dia acuh. Sehingga ia bisa dengan tega menyakiti manusia atau binatang karena pengidap sifat psikopat ini tak memiliki rasa kasihan sedikit pun. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam gengs. Bisa karena ada abnormalitas pada perkembangan otaknya atau ada kejadian buruk yang sudah menimpanya.

Lantas, apa bisa sifat seperti ini dihilangkan? Jawabannya masih abu-abu nih Sahabat Boombastis. Pasalnya, kalau yang mengalami sifat ini adalah orang dewasa, cenderung sulit untuk menghilangkannya. Ini dikarenakan mereka sudah tidak ada empati jadi cenderung bodo amat dengan masukan orang lain. Beda lagi, jika sifat tersebut dimiliki oleh anak-anak atau remaja. Mereka masih bisa dinasehati dan diarahkan ke hal-hal yang positif.

Susah untuk dihilangkan jika pada orang dewasa [Sumber Gambar]
Ketika kita menemui orang yang tega menyakiti hewan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh Lara Hudson, direktur Fulton County Animal Services di Atlanta, Amerika Serikat, hal pertama adalah kalian bisa menghadapi pelaku jika kondisinya aman. Tapi, kalau kalian takut untuk menghadapi sendiri, bisa meminta kawan untuk menemani.

Lalu, jangan ragu melaporkan tindakan ini kepada pihak berwajib, karena ini sudah termasuk melanggar pasal yang ada. Aturannya dimuat dalam Pasal 302 KUHP yang menyebutkan “barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya, tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup hewan, akan diancam pidana penjara paling lama tiga bulan. Sementara bila perlakuan seperti itu menyebabkan sakit lebih dari seminggu, cacat, luka berat lain, atau mati, pelaku diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan.”

BACA JUGA : Viral Kusir Menyiksa Kuda Supaya ‘Kejar Setoran’, Bisakah Ditindak Melalui Jalur Hukum?

Kejadian yang ada di Menteng tadi memang sangat di luar batas. Ya meskipun jika diperiksa ada sifat psikopat di dalam dirinya, sepertinya kekejamannya tidak bisa dimaafkan begitu saja. Perkembangan kasusnya sudah sampai tahap penyelidikan dan polisi juga telah memberikan police line di tempat kejadian. Sedangkan kondisi Lucky sudah tak tertolong lagi karena pada waktu dibawa ke rumah sakit, infus tidak masuk lantaran pembuluh darahnya rusak.