5 Peninggalan Walisongo yang Masih Tetap Dilestarikan Hingga Hari ini

oleh Rizal
15:00 PM on Nov 20, 2015

Keterikatan antara Nusantara dan Islam tak bisa dijauhkan dari peran Walisongo. Ya, sosok-sosok berjasa inilah yang membuat agama ini berkembang pesat di Indonesia hingga akhirnya jadi mayoritas. Dulu, para Walisongo tidak melakukan metode penyebaran agama Islam seperti kebanyakan Dai saat ini. Melainkan cara-cara yang bisa diterima masyarakat.

Ya, seperti yang kita tahu, Walisongo menyiasati dakwah merakyat ini dengan mencampurkan kebudayaan asli setempat yang disisipi hal-hal berbau Islam. Hasilnya ternyata sangat bagus. Mayoritas menerima dengan baik dan kemudian tak ragu mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam. Bertahun-tahun setelah peninggalan para perintis Islam itu, ternyata beberapa kebiasaan yang dulu pun masih tetap dilestarikan hingga saat ini.

Baca Juga
4 Fakta Abu Dis, Kota Tua yang Digadang-gadang Bakal Jadi Ibukota Baru Palestina
Cerita Bocah SD Tawuran Gara-gara Cinta Segitiga Ini Bikin Netizen Tepok Jidat

Nah, berikut adalah deretan peninggalan Walisongo yang masih sangat lekat di tengah-tengah masyarakat.

1. Tahlilan

Di masyarakat perkotaan mungkin kebiasaan ini sudah mulai menghilang, namun di desa dan beberapa tempat tertentu tahlilan masih sangat dilestarikan. Tahlilan biasanya dilakukan dengan cara membaca Surat Yasin terlebih dahulu lalu kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil. Selepas itu biasanya diselingi dengan acara ramah tamah sambil makan atau minum.

Tahlilan adalah warisan Walisongo [Image Source]
Tahlilan adalah warisan Walisongo [Image Source]
Nah, kebiasaan ini adalah yang diajarkan Walisongo dulu. Ya, tahlilan ini sebenarnya adalah kebiasaan para leluhur terdahulu. Sama seperti tahlil sekarang, dulu orang-orang berkumpul di suatu tempat kemudian melakukan puja puji. Ketika para Walisongo datang, kebiasaan ini diubah dengan disisipi bacaan-bacaan Al-Qur’an dan dzikir. Hingga akhirnya jadilah tahlil yang sekarang.

2. Tahlilan 7 Hari, 40 Hari, dan Seterusnya

Ketika ada salah satu anggota keluarga meninggal, biasanya diadakan peringatan 7 hari, 40 hari hingga 100 hari. Tata cara pelaksanaannya biasanya dengan mengumpulkan orang-orang sekitar kemudian bersama-sama membaca tahlil dan juga surat Yasin. Kebiasaan ini ternyata juga diturunkan dari Walisongo.

Kita mengenal selamatan 7 hari, 40 hari dan seterusnya, itu juga warisan Walisongo [Image Source]
Kita mengenal selamatan 7 hari, 40 hari dan seterusnya, itu juga warisan Walisongo [Image Source]
Sama seperti tahlil, orang dulu memang melakukan perkumpulan pada hari-hari tertentu setelah kematian seseorang. Setelah Walisongo datang, kebiasaan ini dikemas secara Islami dan akhirnya bertahan hingga sekarang. Ada sebuah riwayat yang mengatakan jika pada hari-hari tertentu orang-orang yang meninggal akan mendatangi keluarganya. Untuk melihat apakah keluarganya tak lupa mendoakannya atau tidak. Hal ini mungkin juga jadi alasan para Walisongo untuk mengemas ritual kuno menjadi tahlilan 7 hari dan sebagainya itu.

3. Memberikan Jajanan Pasar Sebagai Simbol Tertentu

Kita mengenal jajanan tradisional sebagai khasanah kekayaan budaya saja. Padahal banyak dari mereka ternyata dibuat oleh Walisongo, tentunya dengan maksud dan tujuan tertentu. Ya, beberapa jajanan kuno memiliki filosofi yang sangat dalam.

Jajanan pasar tak hanya enak tapi punya makna filosofis dalam [Image Source]
Jajanan pasar tak hanya enak tapi punya makna filosofis dalam [Image Source]
Misalnya Lemper, kue manis satu ini punya makna “Yen dilem atimu ojo memper” yang artinya jika hatimu dipuji maka jangan sombong. Contoh lain adalah kue Apem yang makna sebenarnya adalah Afwun yang artinya maaf. Kue Apem sendiri seringkali diberikan kepada tetangga kanan kiri sebagai simbol meminta maaf. Hal-hal semacam ini semua dipikirkan oleh para Walisongo dan masih sering kita temui hingga saat ini.

4. Wayang Kulit Bernafaskan Islam

Sunan Kalijaga sebagai satu-satunya Wali keturunan Jawa memang sangat dekat dengan kebudayaan Jawa. Beliau punya cara unik tersendiri untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat. Salah satunya lewat wayang kulit. Ya, acara ini memang tidak ada matinya mulai dulu hingga saat ini.

Dulu wayang kulit dipakai untuk menyebarkan Islam [Image Source]
Dulu wayang kulit dipakai untuk menyebarkan Islam [Image Source]
Namun karena yang mendalang adalah Sunan Kalijaga, maka wayang kulit yang dipertunjukkannya tentu lain. Ya, Sunan Kalijaga mengemas cerita-cerita pewayangan dengan menyisipkan hal-hal yang berbau Islami. Misalnya saja dalam lakon Jimat Kalimasodo. Kisah pewayangan ini adalah tentang pencarian sebuah jimat bernama Kalimasodo. Kalimasodo sendiri diartikan sebagai dua kalimat sahadat. Islam bisa makin diterima salah satunya lewat upaya Sunan Kalijaga ini. Bahkan sampai kini beberapa kisah gubahan beliau tetap dipentaskan.

5. Selamatan 4 Bulanan

Ketika seorang wanita hamil, maka sudah barang pasti ia akan melakukan ritual 4 bulanan. Ritual ini konon sudah ada sejak zaman dulu, tujuannya agar si jabang bayi dan ibunya bisa tetap sehat serta selamat saat lahiran nanti. Hal ini kemudian dikemas ulang oleh Walisongo dengan menyematkan hal-hal keislaman.

Selamatan 4 bulanan juga tak lepas dari pengaruh Walisongo yang mengemasnya lebih Islami [Image Source]
Selamatan 4 bulanan juga tak lepas dari pengaruh Walisongo yang mengemasnya lebih Islami [Image Source]
Ritual empat bulanan sekarang dilakukan dengan cara membacakan surat-surat tertentu yang dikhususkan kepada si jabang bayi. Biasanya surat yang dibaca adalah Maryam, Yusuf dan Muhammad. Ritual ini sebenarnya punya maksud tertentu selain memberikan keselamatan kepada ibu dan bayinya. Ya, sering diriwayatkan jika dalam masa 4 bulan adalah waktu di mana Allah menuliskan nasib si bayi, mulai dari bagaimana hidupnya nanti, hingga kapan waktu kematiannya. Sehingga, acara 4 bulanan sendiri juga dimaksudkan agar si bayi memiliki nasib yang baik nantinya.

Kebiasaan-kebiasaan ini masih sering kita jumpai di tengah-tengah masyarakat, bahkan mungkin dilakukan oleh keluarga sendiri. Tak masalah untuk melanjutkan hal-hal yang semacam ini. Selain untuk melestarikan budaya, toh inti dari kebiasan-kebiasaan di atas juga baik. Bahkan bisa merekatkan ukhuwah atau persaudaraan antara Muslim. Bahkan mungkin lewat deretan kebiasaan di atas, leluhur kita akhirnya memeluk Islam dan akhirnya turun temurun hingga ke zaman kita. Jadi, kesimpulannya, kita bisa beragama Islam sejak lahir mungkin lantaran deretan hal-hal di atas.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA