Al-quran adalah kalam ilahi yang kedudukannya istimewa. Tak perlu diragukan jika kitab suci ini berisi tuntunan lengkap tentang kehidupan dan tak pernah lekang oleh zaman. Makanya, ada banyak sekali orang yang mau mempelajari, menafsirkan, hingga menghafalnya. Tentu, menjadi seorang penghafal bukan sebuah kebetulan belaka.

Saat memutuskan hal tersebut mereka telah siap menanggung segala risiko serta kenikmatannya kelak. Banyak loh kisah manis yang diceritakan saat seorang penghafal telah meninggal dunia, dari yang senyum hingga jasadnya utuh walaupun sudah puluhan tahun. Lengkapnya, simak ulasan berikut!

Tersenyum damai saat meninggal dunia

Haris Himawan Aljundani [Sumber gambar]
Kisah ini pertama kali viral melalui Instagram yang dibagikan oleh Reza Jannata. Dalam foto tersebut tampak seorang lelaki terbaring dengan tenang dan tersenyum, hal tersebutlah yang membuat netizen penasaran. Dalam keterangan foto dituliskan bahwa sosok yang telah dipanggil Allah tersebut bernama Haris Hilmawan Jundany Alhafiz. Ia meninggal karena penyakit meningitis yang dideritanya. Sosoknya memang tidak terkenal, namun yang istimewanya pria asal Kudus ini adalah seorang penghafal quran. Haris merupakan alumni Ma’had Aly Annuaimy Jakarta Selatan. Berkat Al-quran yang ia hafal, pada 20 Mei 2017 lalu ia mendapatkan penghargaan dari duta besar Arab Saudi.

Dekap erat Al-quran saat terbawa arus sungai

Alfi Syahrir (Kiri) [Sumber gambar]
Cerita ini sangat fenomenal dan pernah viral dan dijadikan inspirasi banyak orang. M Alfi Syahrir Alhafiz adalah salah satu dari tiga anak yang tenggelam di Sungai Musi, Sumatra Selatan saat perjalanan pulang ke pesantren  Ar Riyadh 13 Ulu. Alfi serta belasan santri lain baru saja pulang dari kegiatan khotmil quran ketika itu. Namun, saat perahu telah mendekati dermaga, santri yang berburu ingin turun membuat perahu oleng dan terbalik. Alfi terbawa arus karena memang tidak bisa berenang dan baru ditemukan keesokan harinya dalam keadaan meninggal. Ajaibnya, Alfi ditemukan mendekap Al-quran dan jenazahnya tetap segar layaknya orang yang baru selesai mandi. Al-quran tersebut baru bisa dilepas dari dekapannya saat sang ibu bilang bahwa ia merelakan Alfi untuk pergi selamanya. Subhanallah!

Meninggal setelah hafal quran, kafan gadis ini berbau wangi

Ilustrasi gadis yang kafannya wangi [Sumber gambar]
Cerita ini adalah kisah nyata yang datang dari pelosok Arab Saudi. Seorang gadis bernama Hasna yang lahir darikeluarga kaya raya dan orangtua yang berbeda agama, ayahnya seorang muslim sedang sang ibu adalah Nasrani. Kurangnya kasih sayang membuat ia tumbuh menjadi remaja yang susah diatur dan nakal. Untung, pamannya yang taat beragama kemudian mengajarkan Hasna cara salat yang benar dan juga menjadikannya sosok penghafal Al-quran dalam waktu hanya 3 bulan saja. Saat dilakukan acara syukuran karena khatamnya quran Hasna, keluarganya malah dikejutkan karena gadis tersebut meninggal di kamar dengan masih memakai mukenah. Keajaiban lain terjadi karena kain kafan Hasna mengeluarkan semerbak bau wangi.

Meninggal dianiaya, jenazah hafiz cilik ini malah utuh setelah lama terkubur

Jenazah utuh Thaqif [Sumber gambar]
Mohamad Thaqif Amin Mohd Ghaddafi, bocah berumur 11 tahun ini adalah penghafal quran asal Malaysia. Ia meninggal karena dianiaya oleh gurunya sendiri. Dianggap gaduh dan suka membuat keributan di kelas, Thaqif dipecut bagian kaki dan tangannya hingga meninggalkan lebam yang parah. Bocah tersebut sempat masuk rumah sakit dan mendapat perawatan. Sayang, kondisi yang terlalu parah karena pembusukan daging membuat ia menutup mata untuk selamanya. Kasus ini kemudian diusut tuntas dan pelaku pun ditangkap polisi beberapa waktu setelahnya. Sebagai pembuktian makam Thaqif dibongkar dan akan dilakukan otopsi. Anehnya, walaupun sudah cukup lama meninggal dengan kondisi tubuh lebam, jenazah bocah ini utuh dan tidak mengeluarkan bau busuk sedikitpun. MaasyaaAllah sekali kan sahabat!

Kesulitan dalam menghafal quran, menjaganya memang membuat para hafiz mendapat reward tersendiri dari Allah. Mereka diberi kemudahan baik dalam hidup di dunia maupun kenikmatan setelah di akhirat nanti. Bahkan, Allah menjamin surga untuk penghafal quran pilihan yang benar-benar sungguh-sungguh dalam menyelesaikan qurannya.