Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kini lagi jadi bahan pembicaraan di mana-mana. Ya apalagi masalahnya kalau bukan tentang pembatasan 17 lagu yang dianggap vulgar. Padahal, lagu-lagu yang dibatasi ini memiliki irama super enak sehingga banyak diminati orang-orang. Maka dari itu, masyarakat banyak yang menolak tentang aturan yang dirilis pada tanggal 18 Februari 2019 ini.

Tapi, meskipun mendapat penolakan dari segala penjuru, termasuk Bruno Mars, Ketua KPID Jawa Barat yaitu Dedeh Fardiah tetap teguh menjalankan aturan tersebut. Dilansir dari voaindonesia.com, pembatasan ini digunakan untuk melindungi anak-anak dari konten dewasa. Selain itu, mengkhawatirkan anak di bawah umur bisa meniru perbuatan yang digambarkan dalam lagu-lagu itu.

Dedeh Fardiah yang batasi 17 lagu [Sumber Gambar]
Tujuannya memang cukup baik. Adalah ingin menghindarkan anak-anak dari konten yang belum sepantasnya mereka terima. Namun, apa aturan ini berpengaruh besar kepada masyarakat? Begini nih tanggapan dari warga sekitar.

Mengutip dari akun youtube Majelis Lucu yang berjudul Bruno Mars Sotoy, KPID JABAR BENAR!!!, Coky Pardede dan Tretan Muslim mencari beberapa orang untuk ditanyai tentang bagaimana perasaan setelah mendengarkan salah satu lagu yang dibatasi pemutarannya. Dan target pertama adalah Bapak Fajar asal Yogyakarta. Ia diperdengarkan lagu dari Ed Sheeran yang berjudul Shape of You.

Surat pembatasan lagu [Sumber Gambar]
Setelah mendengarkan lagu ini, Pak Fajar berpendapat jika lagunya enak. Namun ia tidak merasakan sama sekali hawa nafsu berlebih karena lirik lagunya yang cukup vulgar. Malah dirinya menganggap setelah mendengar lagu yang artinya mencintai kemolekan tubuh wanita, ia merasa lebih ingin menghargai perempuan. Wah, positif banget kan?

Kemudian, ada lagi Pak Ma’ruf yang berasal dari Jakarta. Ia diperdengarkan lagu Versace On The Floor milik Bruno Mars. Lagu yang mempunyai arti menyuruh pasangan membuka baju ini ternyata tak ada pengaruh kepada dirinya. Justru menurutnya, lagu tersebut sangat enak untuk didengarkan. Jadi, masalah arti dari lagu tersebut ya dilewati saja.

Lalu, ada mas-mas ojek online yang bernama Fendi. Pria asal Lamongan tersebut diperdengarkan lagu Zayn Malik berjudul Dusk Till Dawn. Lagu yang berarti tentang bersama kekasih sepanjang malam ini tidak mempunyai efek apapun kepada Fendi. Ia berpendapat, mungkin saja sepanjang malam bersama itu hanya untuk bermain poker. Sehingga enggak ada yang perlu diributkan tentang lagu satu ini.

Dari ketiga pendapat netizen di atas sudah membuktikan kalau sebagian lagu yang dibatasi oleh KPID Jabar tidak berpengaruh apapun. Para pendengar hanya mementingkan iramanya yang asyik untuk dinikmati. Kalau untuk artinya sih itu bisa urutan paling bungsu. Pasalnya, orang-orang tertarik dengan lagu untuk pertama kali karena nadanya yang enak didengar.

Protes dari Bruno Mars [Sumber Gambar]
Penulis pun berpendapat tidak jauh berbeda dengan tiga netizen di atas. Masalahnya, hampir semua orang menyukai lagu karena iramanya enak untuk dinikmati dan juga liriknya mudah dihafal. Lalu, untuk artinya, kemungkinan besar tidak begitu dipentingkan. Apalagi bagi anak di bawah umur yang notabene masih belum mengetahui arti sesungguhnya dari lagu-lagu tersebut.

BACA JUGA : Selamatkan Jiwamu dari 4 Lagu yang Diduga untuk Menyembah Setan ini

Jadi, bisa disimpulkan kalau lagu-lagu yang dibatasi KPID ini tidak begitu berpengaruh kepada masyarakat. Jika memiliki dampak yang begitu signifikan, mungkin itu berasal dari pikirannya sendiri. Apabila pikirannya kotor, maka lagu tersebut bisa membawa makna buruk bagi si pendengar. Begitu juga dengan orang yang pikirannya bersih, ya lagu tidak akan memberikan dampak apapun. Kalau Sahabat Boombastis berpendapat gimana nih?