Penderitaan Muslim Rohingya menjadi isu yang tetap panas sampai hari ini. Pasalnya, penindasan yang dilakukan militer Myanmar tidak hanya diskriminasi di berbagai sektor kehidupan namun termasuk juga penyiksaan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Serangan yang tak berkesudahan membuat masyarakat Rohingya tidak bisa hidup dengan tenang. Sebagai sesama Muslim, hal ini juga dirasakan masyarakat Indonesia yang merupakan negara mayoritas Islam sebagai ujian bersama.

Tak hanya pihak pemerintah Indonesia atau perwakilan aktivis saja yang mendukung Rohingnya, masyarakat umum pun tak ketinggalan bersimpati dengan berbagai cara seperti memberikan sumbangan atau doa bersama untuk Rohingnya. Ada juga yang melakukan hal tak biasa seperti yang terjadi di Kediri, sepasang pengantin menyumbangkan semua hadiah pernikahannya untuk warga Rohingnya. Berikut kisah selengkapnya!

Uang Hadiah Pernikahan untuk Bantuan Kemanusiaan Rohingya

Hadiah pernikahan untuk Rohingya [image: source]
Pasangan Fudhla Zahida dan Miqdad Robbani menjadi pengantin hits gegara menyumbangkan semua uang hadiah pernikahan dari tamu untuk Rohingnya. Pasangan pengantin dari daerah Pare, Kediri tersebut menyerahkan semua hadiah pernikahannya pada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Jawa Timur pada Minggu, 10 September 2017 lalu. Hal ini tentu menarik perhatian semua orang karena hal seperti ini hampir-hampir tak pernah terjadi.

Rencana Awal Sumbangan Akan Diberikan untuk Palestina

Penderitaan warga Palestina [image: source]
Jauh-jauh hari sebelum memanasnya isu Rohingnya, keduanya memang sudah berencana menyumbagkan hadiah pernikahan bagi sesama umat muslim yang menderita. Saat rencana dibuat, uang hasil buwuhan diniatkan untuk membantu Palestina. Namun karena isu Rohingnya semakin panas dan terlihat lebih membutuhkan bantuan yang mendesak, karenanya rencana menyumbang ke Palestiana dibatalkan dan diganti untuk Rohingya.

Kesepakatan Kedua Pihak Keluarga

Pengantin [image: source]
Sebelum memutuskan untuk menyumbangkan uangnya, kedua belah keluarga sudah bermusyawarah terlebih dahulu. Sedangkan terkait jumlah sumbangan, belum ada yang tahu berapa totalnya. Sebab amplop belum dibuka namun langsung diberikan pada pihak Laznas LMI yang diwakili Agus. Agus sempat takjub pada kepedulian pengantin yang cukup tinggi pada Rohingya. Padahal hadiah pengantin biasanya dibuat sebagai bekal mengarungi kehidupan rumah tangga baru, namun justru disumbangkan untuk dana kemanusiaan.

Ingin Berbagi Kebahagiaan dengan Rohingya Meskipun Sedikit

Penderitaan Rohingya [image: source]
Ide menyumbangkan hadiah pernikahan untuk Rohingya bermula dari kabar penderitaan yang ramai dibicarakan di media. Calon mempelai merasa bersedih, sebab di tengah suasana bahagia yang mereka rasakan harus berbarengan dengan kepedihan sesama saudara Muslim Rohingya. Karena itu, keduanya sepakat ingin berrbagi kebahagiaan dengan Rohingya meskipun sedikit.

Mengenal Pasangan Pengantin, Lulusan Al-Azhar Kairo

Pengantin [image: source]
Pengantin yang menikah pada Minggu, 10 September 2017 lalu adalah almamater Pondok Pesantren Husnul Khotimal, Kuningan Jawa Barat. Masing-masing juga melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebelum menikah, keduanya hanya saling mengenal tanpa saling dekat. Keduanya menikah dengan perjodohan melalui orang tua tanpa proses pacaran. Pernikahan Miqdad yang usianya baru 23 tahun dan Fudhla yang masih 20 tahun diupayakan kedua orang tua keduanya untuk mencegah perbuatan maksiat yang umum dilakukan anak muda saat ini.

Meski tidak semewah pernikahan-pernikahan artis, setidaknya Miqdad dan Fudhla berhasil membuat pernikahan keduanya bermakna dengan menolong sesama. Tindakan seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah bisa membuat orang lain bahagia.