Cobaan terus datang pada Roro Fitria pasca dirinya dibui. Mulai dari putusan hakim yang dirasanya tidak adil hingga beberapa hal lainnya yang membuat hatinya teriris. Netizen yang awalnya mengutuk perbuatan artis 29 tahun ini, akhirnya merasa iba kepadanya.

Sesuai peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga,” hari-hari Roro Fitria di penjara selalu dihiasi penderitaan. Melalui ulasan berikut ini, Boombastis.com akan merangkum bagaimana keseharian Roro Ftiria yang penuh kepahitan selama mendekam di bui. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Pertama kali tercyduk sudah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar

Berbeda dengan Jennifer Dunn (Jedun) atau Revaldo yang sudah bolak-balik pengadilan untuk kasus yang sama; narkoba, Roro Fitria baru pertama kali ini terjerat kasus narkoba. Meskipun begitu, di hadapan Majelis Hakim maupun media, ia berani terang-terangan bahwa dirinya memang pemakai, tentu sambil terisak. Artis yang sempat menjadi Duta Anti-Narkoba ini merasa tuntutan yang diterimanya terlalu berat.

Vonis Roro Fitria [sumber gambar]
Jika dibandingkan dengan Jedun yang sudah 3 kali masuk penjara gara-gara narkoba, dan akhirnya dibebaskan dengan vonis 8 bulan penjara, hukuman Roro Fitria memang sekilas terlampau berat. Belum lagi dirinya sudah mengaku tidak betah tinggal di penjara. Dilansi dari grid.id, Roro menuntut agar dirinya diberi rehabilitasi bukannya penjara sebagai hukuman.

Wajahnya terlihat semakin tua

Selama ini Roro Fitria dikenal sebagai salah satu artis Indonesia yang lekat dengan ritual-ritual kejawennya. Beberapa kali, ia terlihat mengunggah momen-momen prosesi ritualnya. Hal ini juga menggiring opini netizen tentang wajah Roro Fitria yang tampak awet muda. Mbah Mijan dalam sebuah tweetnya pernah menyebutkan bahwa umur Roro Fitria yang sekarang bukan usia sebenarnya.

Perbedaan wajah Roro Fitria [sumber gambar]
Hal ini akan terlihat setelah ia dipenjara nanti, sebab printilan untuk ritualnya semua tertinggal di rumah dan jauh darinya. Memang, wajah Roro Fitria tampak lebih tua dengan banyak kerutan serta lingkaran hitam di bawah matanya. Namun, hal tersebut jelas-jelas disebabkan oleh ketidakbetahannya di penjara serta banyaknya hal yang ada pikirannya. Sehingga, ia kurang tidur dan sering menangis.

Rumahnya di Jagakarsa sempat kemalingan

7 bulan pasca ditahan oleh Polda Metro Jaya, Roro Fitria mengalami syok berat. Bukan hanya karena mendengar putusan hakim, tetapi juga berita rumahnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemalingan. Beberapa barang Roro Fitria yang hilang dicuri merupakan kesayangannya.

Rumah Roro Fitria kemalingan [sumber gambar]
Bahkan, ada berlian yang dijaga turun-temurun dari leluhurnya. Namanya bencana, mana ada yang tahu, sih. Meskipun begitu, Roro Fitria tetap menyesali hal yang telah menimpa dirinya. Dilansir dari Kompas.com, maling yang membobol rumah Roro Fitria berhasil lolos karena lewat akses lantai 2.

Kehilangan ibunda di tengah sidang

4 hari yang lalu, kabar duka menyambangi Roro Fitria. Bukan lagi urusan persidangannya, tetapi salah satu support system terbesarnya meninggalkan ia untuk selamanya. Sang ibu, Raden Retno Winingsih Yulianti meninggal dunia pada Senin (15/10) di RS Fatmawati, Jakarta. Selama menemani Roro Fitria sidang, sang ibu memang sudah berada di kursi roda.

Roro Fitria dan ibunya [sumber gambar]
Apalagi, ketika Majelis Hakim membacakan putusannya untuk Roro Fitria, keduanya menangis bersama hingga Roro pingsan di pangkuan sang ibu. Sedihnya lagi, Roro Fitria tak bisa menemani ibunya di saat-saat terakhir. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ibu Roro Fitria sempat memanggil namanya beberapa kali, “mbak Roro di mana, mbak Roro mana,” dikutip dari grid.id.

Tak mendapat izin untuk ikut prosesi pemakaman sang ibu di Sleman

Ketika mendengar kabar bahwa sang ibunda tercinta meninggal, kuasa hukum Roro Fitria, Asgard M. Sjafri langsung meminta izin agar Roro bisa mengikuti prosesi pemakaman sang ibu. Nahas nasibnya, Majelis Hakim tak mengabulkan permintaan tim Roro Fitria. Bahkan, Roro sempat memohon agar prosesi pemakaman sang ibu ditunda saja hingga dirinya mendapat izin.

Pemakaman ibu Roro Fitria [sumber gambar]
Namun akhirnya, Roro Fitria tetap berangkat ke Sleman, Yogyakarta ketika tubuh ibunya sudah rata tertutup tanah. Ia hanya bisa menangis sesenggukan sembari memeluk gundukan tanah yang ditancapi batu nisan atas nama Raden Retno Winingsih Yulianti. “Sampai sekarang pun, tanah pusara dan bunga mama selalu saya bawa kemana-mana, supaya support soul atau rohnya selalu mendampingi saya, karena saya butuh itu,” ungkapnya dilansir dari grid.id.

Jika Sahabat Boombastis sedang mendapat cobaan yang berat, ingatlah, masih ada Roro Fitria yang penderitaannya datang bertubi-tubi tanpa henti. Maka dari itu, di hari Jumat yang penuh berkah ini, tak ada salahnya meminta maaf kepada siapapun dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin. Sebab, musibah dan umur tak akan ada yang pernah tahu.