in

Sadis, Pria Ini Lempar Pacarnya yang Tengah Hamil dari Atas Tebing karena Tolak Aborsi

Pembunuhan wanita hamil di Yogyakarta

Pembunuhan terhadap perempuan inisial RN (25) sempat membuat heboh netizen. RN ditemukan dalam keadaan meninggal dunia mengapung di Pantai Ngrawe, Gunungkidul. Mayat RN ditemukan oleh warga sekitar pada pukul 07.00 WIB (15/11), warga tersebut lalu melaporkan penemuan itu pada tim SAR yang berjaga di pantai tersebut.

Setelah diusut, RN ternyata sengaja dibunuh oleh pacarnya karena menolak saat dipaksa untuk mengaborsi kandungannya. Berikut kronologi dan fakta terkait kematian RN yang Boombastis.com rangkum dari berbagai sumber.

RN yang meninggal dalam keadaan hamil

Penemuan mayat wanita hamil [sumber gambar]
Jasad RN ditemukan dalam keadaan telanjang dan tengah hamil. Hal tersebut setelah dilakukan identifikasi di oleh pihak berwajib. RN merupakan salah satu warga Purworejo, Jawa Tengah, saat meninggal usia kandungannya diperkirakan sekitar 5 bulan, berdasarkan hasil USG dokter kandungan. Polisi kemudian mencari bukti-bukti terkait penemuan jasad RN, yang kemudian berakhir dengan ditangkapnya dua orang tersangka, yang diduga telah merencanakan pembunuhan terhadap RN.

Pembunuhan terjadi karena RN yang menolak aborsi

Otak dari pembunuhan ini adalah kekasih RN sendiri yang berinisial ERW (24) bersama seorang rekannya AA (37). Penyebab pembunuhan adalah RN yang menolak untuk melakukan aborsi anak hasil hubungannya dengan ERW. ERW membunuh RN dengan cara membawanya ke pantai pada dini hari pukul 00.30 WIB.

Lokasi pembunuhan RN [sumber gambar]

ERW membawa RN dengan alasan untuk ritual di Pantai Kukup, salah satunya adalah dengan membuka baju korban. Keduanya sempat terlibat dalam obrolan, kemudian mendorong RN ke pinggir tebing. Usaha tersebut ternyata sia-sia, karena tak berhasil dengan dorongan, RN kemudian dibekap terlebih dahulu hingga ia lemas. Setelah RN tak berdaya, ia kemudian digulingkan dari tebing Pantai Kukup.

Kisah awal pertemuan RN dan ERW

Kapolres Gunungkidul AKPB Edy Bagus Sumantri mengeluarkan beberapa keterangan saat rilis yang disampaikan di Mapolres Gunungkidul. Edy mengatakan bahwa perkenalan keduanya berawal saat mereka sedang magang di SMK, sejak tahun 2019 keduanya berteman. ERW terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Jawa Tengah, sedangkan RN baru 2,5 bulan bekerja di Solo.

Pelaku pembunuhan ERW dan AA [sumber gambar]
Meski berbeda prodi, keduanya sering bertemu dan berstatus sebagai teman mesra. Sedangkan pelaku pembunuhan lain, AA merupakan tetangga ERW yang membantu proses pembunuhan berencana ini.

Pengakuan orang tua tentang sosok RN yang penurut

Setelah proses identifikasi berhasil, jenazah RN dibawa ke kampung halamannya di Desa Cengkawakrejo, Purworejo, dan langsung dimakamkan. Sang ayah, Sumarso mengatakan bahwa di malam sebelum meninggal, RN masih berkirim pesan melalui aplikasi chating online dengan adiknya. Hanya saja, pesan tersebut baru dibuka saat subuh, saat dihubungi, nomer ponselnya sudah tak aktif.

Makam RN di Purworejo [sumber gambar]
Keluarga sangat terkejut mendengar berita kematian putri sulung mereka dengan cara yang tak wajar. Sumarso mengungkap bahwa anaknya tersebut adalah sosok yang tidak neko-neko dan menurut apa kata orang tua. Kepergian RN sendiri meninggalkan perasaan duka mendalam untuk keluarganya.

ERW yang diancam dengan hukuman mati

ERW dan AA kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian, lengkap dengan beberapa bukti yang ditemukan di TKP. Barang bukti berupa mobil rentalan untuk membawa korban ke lokasi pantai dan barang-barang milik RN. ERW kini dijerat pasal 340 KUHP atau 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Pelaku yang diancam hukuman mati [sumber gambar]
Keduanya juga mendapat vonis hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. Impian ERW untuk menjadi seorang guru olahraga kini hancur sudah. Mahasiswa semester 13 tersebut kini harus mendekam di penjara karena pembunuhan berencana yang ia lakukan terhadap RN.

BACA JUGA: Malu Hamil di Luar Nikah sampai Ingin Hidupkan Kembali, Ini 4 Kasus Mayat Disimpan di Rumah

Rest in Peace, RN. Meski tak sebanding dengan nyawa manusia yang mereka hilangkan secara sia-sia, namun baik ERW maupun AA telah mendapatkan hukuman dari pembunuhan yang mereka rencanakan. Bahkan, sebelum melakukan pembunuhan keji, ERW dengan dalih ritual juga sempat melakukan pelecehan terhadap RN.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Gempa Cianjur

Gempa Cianjur Sebabkan Kerusakan Parah hingga Ratusan Orang Meninggal Dunia

Pelajar tendang nenek

Segerombolan Pelajar Tendang Nenek di Pinggir Jalan, Alasan Cuma Iseng sampai Ortu Minta Maaf