Nama Indonesia kembali bergaung di dunia internasional setelah berhasil menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla beberapa waktu silam. Dilansir dari cnnindonesia.com, proyek tersebut sempat mangkrak selama 20 tahun sebelum akhirnya dijalankan kembali.

Tentu saja, hal ini bisa menjadi lompatan besar bagi Indonesia. Terlebih, kebutuhan akan energi listrik terus bertambah setiap tahunnya. Yang membanggakan, PLTP Sarulla yang menghasilkan tenaga sebesar 110 MegaWatt (MW) ini dinobatkan sebagai yang terbesar di dunia. Seperti apa bentuknya? Simak ulasan berikut.

Sempat mangkrak selama 27 tahun dan kini berhasil dihidupkan kembali

Dihidupkan kembali setelah mangkrak selama puluhan tahun [sumber gambar]
Pengerjaan PLTP Sarulla yang sudah dimulai pada 1990 tersebut, akhirnya berhasil dijalankan setelah sempat terbengkalai selama 27 tahun. Dilansir dari merdeka.com, proyek tersebut harus mangkrak puluhan tahun lamanya lantaran terhambat perizinan dan birokrasi yang berbelit-belit.

Proyek besar hasil kerjasama dengan perusahaan terkemuka dunia

Hasil nyata dari proyek kerjasama [sumber gambar]
Pada pengerjaannya nanti, PLTP Sarulla akan dikerjakan dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP). Sumber dari cnnindonesia.com menyebutkan, proyek tersebut dibangun oleh konsorsium Inpex Geothermal Sarrula Ltd, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co Inc yang berasal dari Jepang, PT Medco Power asal Indonesia, Ormat Technologies dari Amerika Serikat, dan Sarulla Operation Ltd.

Menjadi pembangkit listrik dengan tenaga panas bumi terbesar di dunia

Menjadi yang terbesar di dunia mengungguli Filipina [sumber gambar]
Lompatan besar berhasil dilakukan oleh PLTP Sarulla. Setelah berhasil dihidupkan kembali dari “tidur panjangnya” yang lama, proyek ini juga membawa nama besar Indonesia sebagai pengguna sekaligus penghasil energi panas bumi terbesar di dunia. Dilansir dari cnnindonesia.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim Indonesia sukses jadi negara kedua pengguna energi panas bumi terbesar di dunia, menyalip Filipina. Rinciannya, PLTP Sarulla berhasil menaikkan kapasitasnya menjadi 1.838,5 MW dari sebelumnya 1.643,5 MW. Sementara Filipina, turun sebesar 1.600-an MW.

Hasilkan tenaga listrik yang ditargetkan bakal dinikmati 2,1 juta rumah di Indonesia

Bakal hasilkan tenaga listrik yang bisa dinikmati jutaan penduduk Indonesia [sumber gambar]
Seusai rampung dikerjakan, unit pertama PLTP Sarulla yang telah beroperasi secara komersial pada Maret 2017 akan menghasilkan daya berkapasitas 110 MW. Sumber dari cnnindonesia.com menyebutkan, unit kedua juga telah beroperasi dengan berkapasitas 110 MW. Total, PLTP Sarulla telah menghasilkan saya sebesar 220 MW. Tak hanya itu, pembangkit tersebut ditargetkan akan menghasilkan daya mencapai 330 MW dan mampu melayani sekitar 2,1 juta rumah di Indonesia.

Energi terbarukan yang juga dijual ke pihak PLN

Energi yang dihasilkan akan dijual ke PLN [sumber gambar]
Selain dikenal sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan, daya yang dihasilkan oleh PLTP Sarulla juga akan dijual ke pihak PT Perusahaan Listrik Negara(Persero). Sumber dari cnnindonesia.com menuliskan, penjualan itu akan berlangsung dengan jangka waktu selama 30 tahun. Harapannya, sumber energi yang ada bisa dirasakan secara merata dan berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi di Indonesia.

Baca Juga : Inilah 7 Peninggalan Belanda yang Masih Dimanfaatkan Bangsa Indonesia

Keberhasilan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang telah beroperasi patut diapresiasi. Selain memenuhi kebutuhan energi listrik dalam negeri, juga menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna energi terbarukan yang ramah lingkungan. Hebat ya Sahabat Boombastis.