Untuk beberapa pemain kegagalan mungkin bukanlah suatu bencana besar. Pasalnya saat bakatnya belum dikatakan layak untuk masuk Timnas mereka malah sanggup bermain untuk klub luar negeri. Peristiwa unik ini pastinya tidak dipunyai oleh banyak pemain asal Indonesia, hanya yang mau terus bekerja keraslah yang mampu melakukannya.

Pada umumnya mereka akan berlatih 1000 kali lebih keras untuk dapat terpilih. Lantaran hasrat besar tersebutlah yang menjadikan bakat mereka terus berkembang. Seperti yang dirasakan oleh Nicholas Pambudi yang berhasil bergabung dengan salah satu klub Yunani. Kisah Nicholas bukanlah satu-satunya, ada banyak lagi pemain yang gagal tetapi malah dikontrak tim luar. Untuk membuktikannya simak ulasan berikut.

Nathan Musikitta, kegagalannya tetap membuat bisa bermain di West Ham.

Nathan Musikitta [Sumber Gambar]
Beberapa hari ini nama Nathan Musikitta menjadi buah bibir di kalangan pencinta bola tanah air. Kiprahnya dapat bermain di klub besar Inggris menjadi alasannya. Bahkan saat di West Ham dirinya selalu mampu mencetak gol di setiap pertandingan. Kiprah hebatnya dalam membobol gawang lawan ternyata tidak didapatkan dengan mudah. Pasalnya, pemain berusia di bawah 19 tahun ini sempat gagal dalam seleksi Timnas Indonesia. Ketika itu dirinya menjadi salah satu pemain luar negeri dipilih untuk melakukan tes masuk tim merah putih. Namun sayang performa bagus saat seleksi tidak mampu meyakinkan pelatih, hingga namanya harus rela dicoret.

Sempat gagal lolos seleksi timnas, Terens Puhiri dikontrak klub Thailand

Terens Puhiri [Sumber Gambar]
Menjadi pemain berbakat asal Papua, tidak serta merta membuat Terens Puhiri mampu dengan mudah masuk Timnas. Meskipun saat itu kemampuan hebatnya bermain bersama Borneo Fc tidak usah diragukan lagi. Pria berusia 21 tahun ini kalah dengan beberapa pemain macam Febri Hariyadi, Osvaldo Hay dan Saddil Ramdhani. Namun di tengah kegagalan tersebut dirinya mendapatkan berkah besar di karir sepak bolanya. Lantaran salah satu klub kasta tertinggi Liga Thailand mengontraknya. Bersama Port FC dirinya sudah melesatkan tiga gol dan mampu membuat klub tersebut bertengger di papan atas klasemen.

Ditolak Timnas U-19, Cucu Habibie bermain di Seri C Italia

Rafid Habibie [Sumber Gambar]
Memiliki status sebagai cucu mantan presiden ketiga Indonesia rupanya tidak membuat Rafid Habibie mudah untuk masuk Timnas. Mengikuti seleksi pada tahun 2017 lalu, pemuda 18 tahun ini gagal bersaing dengan pemain lokal Indonesia. Ditolak Timnas tidak membuat karirnya berakhir atau meredup. Pasalnya setelah kegagalan tersebut, Rafid bertolak ke Brazil untuk mengembangkan kemampuannya. Empat bulan di sana membuatnya kini mampu masuk squad salah satu klub kasta ke tiga Italia. Meski Santarcangelo Calcio timnya saat berada pada kompetisi level bawah, namun tetap saja bermain di Italia lebih sulit dari pada Indonesia.

Demi ikut seleksi Timnas rela meninggalkan Barcelona

Nicholas Pambudi [Sumber Gambar]
Nicholas Pambudi menjadi salah satu pemain Indonesia yang bermain di luar negeri. Pemuda 18 tahun ini menimba ilmu di negara Spanyol. Sejak usia belia dirinya sudah berlatih di salah satu akademi di Barcelona bernama Marcet Fundation. Penampilan bagus dan memiliki potensi besar membuat dipanggil Timnas untuk seleksi. Namun perjuangan meninggalkan Eropa demi negara harus pupus pada tahap seleksi. Kegagalan ini tidak serta merta menghacurkan karir Nicholas Pambudi. Pasalnya kini dirinya lagi mempersiapkan diri untuk bermain di salah satu klub legenda liga Yunani. Bersama Tessaloniki FC dirinya akan bermain kasta kedua, tapi sangat berpeluang masuk kompetisi tertinggi musim depan.

Sempat gagal dua kali, Elias David Charalambos bermain liga Yunani

Elias David Charalambos [Sumber Gambar]
Kegagalan beberapa pemain tadi juga dirasakan oleh Elias David Charalambos. Selama dua kali dirinya gagal lolos seleksi timnas U-19. Namun hal ini tidak membuat karir sepak bolanya berakhir, lantaran saat ini pria bertubuh besar tersebut tengah dikontrak salah satu klub asal Yunani. Penampilan bagus selama menimba ilmu di sana menjadi alasan kenapa Elias bisa masuk kesebelasan asal Eropa itu. Kini dirinya mengaku lebih siap dan sangat bersedia apabila dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas.

Beberapa pemain ini menjadi bukti untuk kita semua bahwa untuk menjadi terbaik harus melalui jalan berliku. Hanya dengan keras lah pemain sepak bola dapat meraih impiannya. Apabila gagal bukan berarti kalian itu buruk tapi ada hal yang harus diperbaiki lagi. Sejatinya melalui hal tersebutlah pemain sepak bola mengetahui kekurangannya. Jadi tidak heran apabila mereka mampu masuk tim luar negeri.