Sepak bola mungkin sudah jadi cemilan bagi masyarakat Indonesia, ibaratnya no soccer no life. Bagaimana tidak, bukan hanya untuk sepak bola dalam negeri saja yang fanatis, namun juga buat klub-klub luar negeri. Kecintaan terhadap sepak bola tentu baik ya, karena selain bisa merasakan euforia juga menyatukan semua orang.

Namun siapa sangka tak semua cerita mengenai lapangan hijau selalu berakhir baik. Masih hangat isu terorisme beberapa waktu lalu, ternyata ada pemain-pemain bola yang ikut terlibat di dalamnya. Bahkan salah satunya berasal dari Indonesia. Lalu siapa saja para pemain itu? Simak ulasan berikut ini.

Mohamed Aboutrika pesepak bola mesir terjerat paham radikal

Pengadilan Mesir memasukkan nama pemain sepakbola legenda Mesir, Mohamed Aboutrika ke dalam daftar teroris. Hal ini dikarenakan dia diduga mendanai kegiatan Ikhwanul Muslimin (IM), yakni kelompok yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah sementara Mesir pada tahun 2013. Pun demikian tahun 2015, Pemerintah Mesir membekukan aset Mohamed Aboutrika.

Mohamed Aboutrika [Sumber Gambar]
Pada masanya,pemain ini dikenal sebagai pesepakbola yang rendah hati dan salah satu yang paling sukses di Mesir. Mohamed lahir 7 November 1978, dan sempat menghabiskan masa mudanya di klub sepakbola divisi dua Mesir, Tersana. Di tahun 2003 pada usianya yang ke-25, Mohamed Aboutrika pindah ke klub divisi utama Mesir Al-Ahly hingga akhirnya gantung sepatu pada akhir tahun 2013. Dan baru setelah itu dirinya masuk dalam daftar hitam Mesir atas dugaan terorisme.

Nizar Trabelsi yang sempat bertemu dengan Osama bin Laden

Nizar ben Abdelaziz Trabelsi adalah seorang pesepakbola berdarah Tunisia yang berkarir di Jerman. Trabelsi pernah membela beberapa klub sepakbola Jerman, di antaranya yakni Fortuna Dusseldorf, dan Wuppertaler SV. Awal mula Trabelsi dikaitkan dengan terorisme adalah ketika ia ditangkap di Belgia 2 hari setelah kejadian 9/11 di Amerika.

Nizar Trabelsi [Sumber Gambar]
Diketahui Trabelsi pernah bertemu dengan pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Ia juga pernah dipenjara 10 tahun karena perencanaan untuk meledakkan pangkalan militer Amerika Serikat, serta mengkoordinasi “jaringan laba-laba” milik al-Qaeda di Eropa. Usut punya usut dirinya mengaku bahwa pernah merencanakan penyerangan pangkalan udara Kleine Brogel Air Base, Belgia, tempat di mana sekitar 100 orang tentara Amerika Serikat ditampung, dan diyakini sebagai tempat senjata nuklir.

Kreshnik Berisha dari Yahudi, sepakbola hingga teroris

Kreshnik Berisha adalah pemain muda klub sepakbola Yahudi di German, TuS Makkabi Frankfurt. Dia ditangkap pada bulan Desember 2013 di bandara Frankfurt setelah kepulangannya dari Suriah selama 6 bulan untuk ikut berperang dengan ISIS di Kota Aleppo, Suriah Utara, tempat di mana para pemberontak berperang melawan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Ashad.

Kreshnik Berisha [Sumber Gambar]
Kreshnik Berisha divonis penjara oleh pengadilan selama hampir 10 tahun atas keterlibatannya dengan kelompok teroris asing. Hal ini membuktikan kalau memang paham teroris bisa menyerang siapa saja dengan latar belakang berbeda. Lihat saja Kreshnik Berisha, dari seorang Yahudi, jadi pemain bola hingga akhirnya memilih bergabung dengan ISIS.

Kiper Persikapro Jr. Probolinggo dan dugaan teroris

Penjaga gawang tim Liga Remaja musim tahun 2003, Persikapro Jr, yang berinisial AP, disinyalir terlibat dengan gerakan terorisme. Hal diketahui dari latar belakangnya yang sempat mengenal mendiang terpidana mati tragedi bom Bali tahun 2002 asal Lamongan, Amrozi. AP ditangkap pada 18 Mei 2018 di kediamannya di Jalan Taman Anggrek Perum Sumbertaman Indah, Kota Probolinggo.

Terduga AP [Sumber Gambar]
Usut punya usut, AP diduga merupakan anggota jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang melakukan pengeboman 3 gereja di Surabaya pada beberapa waktu yang lalu. Di kediamannya, Polisi berhasil menemukan beberapa barang mencurigakan yang di antaranya serbuk black powder, casing untuk rakitan bom, senapan, dan beberapa senjata tajam.

BACA JUGA: 4 Alasan kenapa Sepak Bola Indonesia Tak Bakal Maju Sampai Kiamat!

Tentu adanya beberapa pemain yang terlibat terorisme ini mencoreng sportivitas sepak bola. Ini adalah sebuah kecolongan untuk kita bersama dan jangan sampai terulang kembali. Memang yang namanya terorisme adalah musuh untuk kita bersama.