Meski sempa menimbulkan polemik, undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) hasil revisi, telah sah berlaku. Dilansir dari CNN Indonesia, keputusan ini ditakutkan bisa memangkas kewenangan komisi antirasuah. Terutama yang berkaitan dengan KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Meski demikian, KPK nyatanya sukses melakukan tindak OTT kepada beberapa pejabat daerah yang terbukti melakukan korupsi, sebelum UU hasil revisi berlaku. Seperti yang baru-baru ini terjadi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terjaring OTT dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap. Lantas, siapa saja yang sukses ditangkap KPK?

Bupati Indramayu kena OTT KPK karena kasus proyek jalan dinas

Kasus dugaan suap proyek jalan di Dinas PUPR Indramayu, membuat Bupati Indramayu Supendi dan tiga orang lain ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan yang silansir dari Kompas mengatakan, Supendi diduga menerima total Rp 200 juta yang merupakan fee atas 7 proyek jalan di Dinas PUPR Indramayu senilai Rp 15 miliar.

Bupati Mesuji yang juga terciduk OTT KPK

Saat menangkap Bupati Mesuji Kahamami pada 23 Januari 2019 silam, KPK juga mengamamankan delapan orang dalam OTT yang dilakukan selama dua hari. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penangkapan tersebut terkait dugaan adanya realisasi commitment fee terkait proyek infrastruktur di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Mesuji. KPK pun berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,28 miliar dalam bentuk receh nominal Rp 100 ribu, yang disimpan di dalam kardus.

Barang-barang mewah membuat Bupati Talaud ditangkap KPK

Barang-barang mewah seperti tas, jam, perhiasan mahal serta uang Rp 513.855.000 ternyata membuat Bupati Kabupaten Talaud periode 2014-2019, Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap KPK. Peristiwa tersebut terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa revitalisasi pasar di Kabupaten Talaud. Di mana Sri Wahyuni diduga meminta fee sekitar 10 persen kepada kontraktor terkait dua proyek yang ada.

Bupati Muara Enim akhirnya pakai rompi oranye karena uang Dollar AS

Senada dengan Sri Wahyuni, Bupati Muara Enim Ahmad Yani juga ditangkap oleh KPK karena diduga terkait kasus suap proyek di dinas PU setempat. Uang sebesar 35.000 dollar Amerika Serikat, berhasil diamankan saat OTT pada 2 September 2019 silam. Tak hanya Ahmad Yani, KPK juga dua tersangka lainnya yang juga terlibat dalam kasus yang sama, yakni Kepala Bidang Pembangunan Jalan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar dan pemilik PT Enra Sari Robi Okta Fahlefi.

Kasus suap membuat Bupati Bengkayang dicocok KPK

Berselang dua hari setelah penangkapan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, KPK juga berhasil melakukan OTT terhadap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot pada 4 September 2019. KPK yang juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 336.000.000 dalam bentuk pecahan Rp 100.000, yang merupakan hasil suap terkait proyek Pemerintah Kabupaten bengkayang, Kalimantan Barat. Suryadman sendiri ditangkap karena diduga menerima suap dari kelima pihak swasta, terkait proyek pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2019.

Uang ratusan juta jadi saksi bisu OTT Bupati Lampung

Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara, terjaring OTT terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara. Dilansir dari Regional Kompas, ruangan kerja, beberapa benda hingga sebuah mobil Mitsubishi Pajero warna putih bernomor polisi BE 1262 BD disegel dengan garis KPK. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Tim KPK adalah uang total senilai Rp 728 juta.

BACA JUGA: Mengenal OTT KPK yang Bikin Koruptor Kalang Kabut dan Kapok Tinggal di Indonesia

Operasi Tangkap Tangan (OTT) ala KPK, memang menjadi teknik yang ampuh untuk mengungkap tindak pidana korupsi seperti penyuapan dan sebagainya. Meski sempat dihantam Revisi UU, toh komisi antirasuah itu tetap sukses menjalankan perannya sebagai pemberantas korupsi. Salut deh buat KPK!