in

Inilah yang Terjadi Pada Rakyat Indonesia Jika Papua Jadi Ibukota Gantikan Jakarta

Sudah bukan merupakan rahasia umum jika Papua mempunyai peran yang sangat berharga bagi Indonesia. Selain dikaruniai panorama alam yang indah tiada tara, kandungan alamnya pun begitu melimpah ruah. Mulai dari isi perut bumi yang kaya akan mineral seperti emas dan perak, hutannya yang masih hijau, serta adat istiadat yang masih kental, membuat Papua sangat menggoda siapa saja.

Tak heran, banyak negara asing yang berniat mencaplok Papua dari tangan Indonesia. Mirisnya, pemerintah Indonesia justru seakan masih mengabaikan pembangunan Papua yang masih tertinggal dibanding daerah lainnya. Jika boleh berkhayal, kira-kira apa yang terjadi pada Indonesia jika ibu kota di pindah dari Jakarta ke Papua? Pasti ada banyak perubahan yang sangat drastis bukan? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

Memecahkan masalah kepadatan penduduk

Saat ini, Pulau Jawa merupakan pusat dari segala kegiatan besar bangsa ini. Mulai dari pemerintahan hingga ekonomi, semua ada di sana. Sedangkan Papua, dibiarkan menyendiri di ujung timur. Teronggok sepi dan seakan terlupakan. Alhasil, kesenjangan sosial pun begitu mudah ditemukan di bumi Cendrawasih tersebut. Namun, hal yang berbeda akan tampak jika Ibu kota Indonesia di pindahkan kesana.

Membantu mengendalikan persebaran penduduk [sumber gambar]
Secara otomatis, pusat pemerintahan dan roda perekonomian pun akan berjalan di Papua. Pembangunan infrastruktur seperti gedung dan jalan raya, akan menjadi pekerjaan utama setelah resmi menjadi ibu kota. Hal semacam inilah yang nantinya akan menyejahterakan masyarakat di negeri kaya emas tersebut. Imbasnya, bisa mengurangi tingkat kepadatan penduduk di Pulau Jawa secara bertahap

Pemerataan kebutuhan pokok di seluruh pelosok negeri

Siapapun tahu, harga bahan pokok di Papua terkenal sangat mahal. Bahkan tertinggi dari wilayah manapun di Indonesia. Alhasil, hal tersebut membuat daya beli masyarakat Papua cenderung menurun karena harganya yang melambung. Mungkin, cerita berbeda akan terjadi jika Papua menjadi ibu kota menggantikan Jakarta. Semua kegiatan produksi dan penyaluran barang pokok, pasti akan tersebar secara merata.

Beras dapat ditanam di mana pun [sumber gambar]

Pabrik-pabrik yang selama ini ada di pulau Jawa, tentu akan memprioritaskan produksinya di Papua. Tenaga ahli di Pulau Jawa pun akan tersalurkan dengan sendirinya, mengurangi tingkat kepadatan pada sektor pekerja formal di sana. Dengan begitu, harga-harga akan menurun drastis atau minimal, setara dengan Pulau Jawa dan wilayah lainnya. Pembangunan secara ekonomi pun dapat tersebar secara merata dan tak terkonsentrasi di satu tempat.

Mengurangi pengangguran pada tenaga kerja muda

Indonesia diramalkan akan mendapatkan bonus demografi pada tahun-tahun mendatang. Di mana angkatan kerja berusia muda lebih banyak di bandingkan yang tua. Hal tersebut akan berjalan optimal jika Ibu kota di dipindahkan ke wilayah Papua. Kenapa? Wilayah Papua yang lebih luas dari pulau Jawa, bisa digunakan untuk membangun beragam infrastruktur strategis dengan jumlah yang lebih banyak.

Bukan tak mungkin pabrik ini akan hadir di Papua [sumber gambar]
Secara otomatis, kegiatan tersebut akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan yang bisa menyerap tenaga muda yang ada. Hal ini pula yang akan mendorong masyarakat Pulau Jawa untuk mulai bertransmigrasi dan bekerja di sana. Dampaknya, fenomena tersebut dapat mengurangi problem sosial yang selama ini terjadi di kota-kota besar seperti kemiskinan, pengangguran dan ledakan penduduk.

Keamanan dan keutuhan wilayah negara lebih terjamin

Selama ini, kita mengenal kelompok OPM di Papua sebagai gerombolan kriminal bersenjata yang ingin berpisah dari Indonesia. Tentu saja hal tersebut sangat mengkhawatirkan. Tak jarang, aksi kekerasan bersenjata pun sering dilakukan oleh kelompok ini. Seandainya ibukota Indonesia pindah ke Papua, tentu akan memberikan dampak yang luas bagi masa depan untuk bangsa ini, terutama Papua sendiri.

Menekan kebaradaan OPM [sumber gambar]
Karena lokasinya yang berdekatan, pemerintah bisa menggunakan lobi-lobi berupa pendekatan secara personal maupun persuasi kepada para simpatisan OPM tersebut. Hal ini ditempuh agar tak ada pertumpahan darah yang dapat memancing perdebatan dan isu. Dengan Papua menjadi ibukota, akan ada banyak lapangan kerja yang tersedia bagi anggota OPM. Dengan begitu, isu keamanan di Papua bisa dikendalikan dengan baik.

Menekan Pengaruh dan campur tangan negara asing di Papua

Kekayaan barang tambang dan mineral yang melimpah di Papua, membuat bangsa asing tertarik untuk datang menguasai. Seperti Freeport yang bertahan selama puluhan tahun hingga saat ini, dengan santainya mengeruk emas Indonesia untuk dibawa ke Amerika Serikat. Lain halnya jika Papua diresmikan menjadi ibu kota Indonesia menggantikan Jakarta.

Freeport bakal angkat kaki lebih cepat dari Indonesia [sumber gambar]
Tentu kesempatan untuk menekan perusahaan asing macam Freeport lebih besar. Selain menjadi wilayah ibukota yang berdaulat penuh, pemerintah juga dapat menyusun kebijakannya secara khusus. Misalnya yang berkaitan dengan perizinan, cara kerja dan bagi hasil yang lebih menguntungkan pihak Indonesia. Peraturan tersebut hanya diperuntukan bagi perushaan asing yang hendak beroperasi di Papua.

Meski hanya sebuah wacana, namun akan ada dampak yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya Papua, jika memang Ibukota dipindahkan ke pulau di ujung timur tersebut. Selain mengurangi fenomena sosial seperti kemiskinan dan pengangguran, hal tersebut juga akan membuat pembangunan ekonomi dan infrastruktur bisa tersebar secara merata hingga di seluruh penjuru negeri.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Gaya Hidup Hingga Tunggakan Gaji, 5 Hal Ini Sering Bikin Pesepakbola Jatuh ke Dunia Hitam

5 Paket Internet 4G Paling Murah yang Ramah Kantong dan Super Ngebut