Desain unik dari Masjid Al Safar yang sarat dengan geometri berbentuk segitiga, dianggap oleh sebagian orang merupakan perwujudan daripada simbol-simbol Illuminati. Dilansir dari cnnindonesia.com, penceramah Rahmat Baequni menuding rancangan masjid Al Safar yang dibuat Ridwan Kamil yang berada di tempat istirahat (rest area) jalan Tol Cipularang, KM 88, sarat akan simbol terselubung Illuminati.

Hal-hal yang berbau akhir zaman, gerakan bawah tanah, Dajjal dan segala bentuk konspirasi tingkat global, menjadi sesuatu yang menarik untuk ditelusuri. Meski tak sesering penggemar berat dari topik-topik yang demikian, tetap saja hal tersebut seolah menjadi sebuah misteri yang ingin diketahui. Tema-tema seperti UFO, Alien dari bangsa reptil hingga keberadaan Illuminati yang ingin menguasai dunia, menjadi favorit bagi banyak orang.

 

Terlepas benar atau tidak, ada baiknya jika kita melihat ebuah penelitian yang diterbitkan di European Journal of Social Psychology pada Mei 2017, yang berjudul ‘Terlalu Spesial untuk Dibohongi’. Laman liputan6.com menuliskan, mereka yang memiliki keinginan untuk merasa istimewa cenderung percaya akan sejumlah teori konspirasi.”Bagian kecil yang memotivasi keyakinan irasional adalah keinginan untuk keluar dari keramaian,” tulis keterangan dalam jurnal tersebut.

Untuk kasus yang ada di Indonesia, teori konspirasi yang berkembang di sosial media dan kanal YouTube tak lepas dari kegiatan cocoklogi. Ini artinya, segala hal yang dianggap berkaitan dengan simbol dan tampilan visual khas Illuminati yang digambarkan sebagai organisasi sesat penyembah Dajjal, dibenturkan dengan teori dan asumsi yang kadang-kadang terasa seperti dipaksakan.

Teori Konspirasi mata Dajjal hingga alien berbentuk reptil [sumber gambar]
Dikutip dari laman tirto.id, orang-orang di Indonesia selalu merasa terancam, baik secara ekonomi, budaya, apalagi agama. Maka narasi konspirasi akarnya selalu soal ancaman dari sesuatu di luar yang digambarkan mendominasi dunia, elite, rahasia, dan diyakini sedang menjalankan tujuan jahat melawan mereka.
Seperti kasus yang terjadi pada Masjid Al Safar, dominasi bentuk segitiga yang dikatakan sebagai perwujudan simbol Dajjal, dibantah oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi arsitek dari rumah ibadah tersebut.

Dalam status yang diunggah di Twitter pribadinya, tokoh kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 itu membandingkan masjid-masjid lainnya-baik di Indonesia dan Arab Saudi, yang juga menggunakan lambang berbentuk segitiga pada arsitekturnya.

Desain masjid al safar yang dianggap sebagai simbol Illuminati [sumber gambar]
Seolah ingin menyudahi perdebatan yang sejatinya tidak perlu dibesar-besarkan, Ridwan Kamil juga menuliskan caption pada unggahannnya tersebut. “Diskusi umum terkait Arsitektur Masjid dengan Ustadz Rahmat Baequni, saya tutup dgn pertanyaan ttg masjid2 lainnya yg punya segitiga /satu lingkaran termasuk mihrab Masjid Nabawi di slides ini. Sudahi ya warga Jabar. Move on. Peradaban revolusi 4.0 dan 5.0 menanti antisipasi kita.”

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga bergerak cepat agar kasus tersebut tak semakin runyam di tengah-tengah masyarakat. Laman cnnindonesia.com menuliskan, Kominfo telah menetapkan bahwa isu simbol Illuminati masjid Al Safar rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil adalah hoaks. Terlebih, sang arsitektur juga telah memberikan keterangan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merancang masjid Al Safar itu mirip illuminati.

BACA JUGA: 7 Teori Konspirasi Tentang Amerika yang Banyak Dipercaya Sampai Sekarang

Apapun bentuknya, teori konspirasi tak lebih dari hipotesis dari segelintir orang yang masih harus diuji kebenaran dan keakuratannya. Bukan dengan ilmu cocoklogi yang dipaksakan secara serampangan, tapi harus melalui bukti akurat yang bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?