Sebagai pemain andalan Real Madrid selama bertahun-tahun, kepergian Cristiano Ronaldo bisa dibilang kini sedikit banyak memiliki efek untuk tim ini. Kendati tidak yang sangat besar, namun hal tersebut menjadikan Madrid layaknya panah yang hanya kuat pada bagian busur saja. Tidak heran jika beberapa waktu ini hasil negatif lebih akrab menyapa Sergio Ramos dan kawan-kawan.

Jika terus dibiarkan tanpa ada solusinya, agaknya lambat laut prediksi para pengamat mengenai priode buruk tim ini bisa menjadi kenyataan. Apakah benar ini karena Ronaldo atau hanya proses adaptasi saja ? Entahlah, yang pasti ketika lawan hanya bertahan mereka sukar untuk menceploskan gol. Lalu seperti apakah nasib sang-Juara Eropa itu sekarang? Simak ulasannya berikut.

Real Madrid gagal mempertahankan trofi Piala Super Eropa

Real Madrid kalah [Sumber Gambar]
Sebagai kesebelasan terus raih sukses di Liga Champions, tentu trofi Piala Super Eropa 2018 adalah makanan empuk untuk Real Madrid. Tapi nyatanya, untuk pertama kali setelah dua tahun yang lalu mereka gagal merengkuhnya. Bermain menghadapi Atletico Madrid tim identik kostum putih harus menyerah dengan skor 2-4. Hasil yang mengecewakan lantaran memutus trend positif kesebelasan ini selama di Piala Super. Selain, itu kekalahan ini juga menyakitkan karena membuat tetangga mereka (Atletico Madrid) itu bisa berpesta di jalan Madrid.

Beberapa waktu lalu dilahap Sevilla dengan skor telak

Madrid takluk dari Sevilla [Sumber Gambar]
Setelah cerita buruk di Piala Super Eropa, Real Madrid langsung berbenah ke berbagai elemen tim. Dan terbukti layaknya banteng Spanyol yang marah mereka langsung tancap dengan lima laga La Liga Santander tak terkalahkan. Bahkan ketika jalani debut di Liga Champions mereka juga sukses jungkalkan Roma dengan 3-0 tanpa balas. Tapi, ketika memasuki pekan ke tujuh kompetisi Spanyol mereka harus kembali tersandung di markas Sevilla Sanchez Pizjuan. Madrid kala itu dibungkam Andre Silva dan kawan-kawan dengan skor telak 3-0. Hasil yang seketika membuat fans mereka merindukan CR7.

Dalam empat pertandingan hanya mencetak satu gol saja

Benzema gagal goal [Sumber Gambar]
Kekalahan atas Sevila tersebut kini seperti memiliki efek domino. Selain harus kesusahan mendapatkan kemenangan, mereka juga dipaksa menelan beberapa pil pahit. Dilansir laman Bola.com, dalam empat pertandingan setelah meladeni Sevilla Real Madrid hanya mampu mencetak satu gol saja. Terbaru, Tim Ibukota Spanyol juga ditumbangkan CSK Moscow di Liga Champions. Kondisi yang menurut para pengamat sebagai efek dari tidak hadirnya Cristiano Ronaldo. Jika melihat muslim lalu menurut laman Whoscored, bintang Portugal itu memiliki rating terbesar dari punggawa Madrid lain yakni 8.12. Hasil yang merefleksi pentingnya peran pemain tersebut di klub ini.

Berada di peringkat dua La Liga Satander

Kegembiraan pemain Madrid [Sumber Gambar]
Selain beberapa kisah kurang baik tadi, ternyata Real Madrid masih berpeluang untuk merebut gelar di kompetisi bola tanah Spanyol. Mereka yang kini mengumpulkan poin 14 dari dari 7 pertandingan yang dijalaninya berada di posisi dua. Meski tidak sempurna, tapi dengan masih duduk di peringkat tersebut bisa dikatakan peluang juara La Liga Santander musim ini masih terbuka lebar. Apalagi dalam mengarungi kompetisi ini waktu masih amatlah panjang, jadi untuk masalah transisi pelatih baru dan adaptasi yang mereka kini rasakan masih bisa diselesaikan. Dan satu lagi melupakan Ronaldo akan sangat bisa dilakukan.

Sebagai sebuah kesebelasan Real Madrid pastinya tidak bisa selalu berada di puncak prestasi. Kendati tidak menutup kemungkinan diusahakan, namun dalam sepak bola siklus menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Bisa sajakah mereka kalah sekarang, tapi belum tentu untuk. Prinsip inilah yang menjadikan siklus itu muncul. Jadi, ada atau tidaknya Ronaldo Real Madrid bisa alami kisah buruk atau baik.