Kesuksesan memang datang hanya kepada mereka yang mau bekerja keras dan berusaha. Tak peduli latar belakang, pendidikan dan status sosial di masyarakat. Seperti yang berhasil dicapai oleh sosok yang bernama Gusti Ngurah Anom atau biasa disapa Ajik Krisna berikut ini. Di Bali, pria berusia 46 tahun asal Buleleng ini dikenal sebagai seorang milyarder sukses.

Lewat bisnis pusat oleh-oleh Krisna miliknya, Ajik berhasil meraup pundi-pundi kekayaan yang luar biasa. Bahkan, ia kini memiliki 16 buah unit mobil mewah yang tersimpan rapi di garasi pribadinya. Namun, di balik kesuksesannya itu, ada sebuah perjuangan keras di masa silam yang sempat ia jalani. Sepenggal cerita yang mungkin dapat menginspirasi kita agar jangan cepat menyerah dalam berusaha.

Hidup susah sedari kecil

Ajik yang tumbuh besar di daerah Buleleng, Bali Utara, sempat merasakan getirnya hidup susah semenjak ia kecil. Dilansir dari netz.id, perekonomian keluarga yang kurang mencukupi, membuat Ajik hidup terkungkung dalam kemiskinan. Bahkan, ia kerap membantu sang kakek mencari kayu bakar untuk pembuatan batu bata.

Sempat mengenyam bangku SMK Pariwisata, sayang Ajik harus keluar lantaran keluarganya tak sanggup membiayai. Ia pun memutuskan untuk merantau keluar dari desanya demi merubah nasib.

Sempat bekerja serabutan demi sesuap nasi

Berbekal ijazah SMP, Ajik melangkahkan kakinya mencari peluang kerja. Bukan hal yang mudah bagi dirinya saat mencari kerja dengan modal pendidikan yang minim. Meski begitu, pantang baginya untuk menyerah. Di awal-awal perantauannya, Ajik menumpang tinggal di pos satpam sebuah penginapan sambil bekerja merapikan taman dan mencuci mobil milik tamu penginapan.

Dulu cuci mobil orang lain, kini poles milik sendiri [sumber gambar]
Saat itu, ia mampu mendapat penghasilan Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per hari. Lumayan untuk ukuran orang seperti dirinya. Di sana Ajik Bekerja selama dua tahun. Bertekad merubah nasib, Ajik melirik profesi lain yang dinilai menjanjikan.

Belajar dari pengalaman jadi awal kesuksesan seorang Ajik

Tak puas hanya sebagai pencuci mobil, Ajik mencoba peruntungan di bidang yang lain. Ia pun memilih konveksi sebagai batu loncatan baginya. Tak lama, ia berhasil diterima menjadi karyawan di Sidharta. Di tempat barunya ini, Ajik dengan tekun mempelajari seluk beluk usaha konveksi.

Sukses berkat belajar dari pengalaman [sumber gambar]
Di sela-sela pekerjaannya, ia kerap dinasehati oleh atasannya agar selalu jujur, rajin dan tulus supaya sukses dalam setiap pekerjaan yang dijalankan. Nasihat dan pengalaman yang diperoleh, disimpan erat-erat oleh Ajik. Hal inilah yang senantiasa mengiringi langkahnya mulai dari awal-awal memulai berbisnis hingga sukses.

Kesuksesan pertama yang menjadi pondasi keberhasilan di masa depan

Ajik rupanya memiliki mimpi dan visi yang jauh ke depan. Setelah ‘berguru’ di perusahaan milik orang lain, ia akhirnya memberanikan diri membuka usaha konveksi mandiri. Pelan tapi pasti, Ajik mulai menerapkan pengalaman, ilmu dan nasihat yang ia peroleh selama menjadi karyawan di Sidharta. Dari yang hanya konveksi biasa, Ajik sukses mengembangkan usahanya menjadi pusat oleh-oleh yang menjual kaos, cemilan dan berbagai kerajinan khas Bali lainnya.

Kesukesan Ajik Krisna berkat kerja keras dan inovasi [sumber gambar]
Seiring berjalannya waktu, kini ia memiliki 23 outlet bisnis yang tersebar di Bali. Dirinya bahkan membuka peluang bagi UMKM yang ingin memasok barang untuk dijual di toko Krisna. Dengan ini, ia bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan menambah lapangan pekerjaan. Terlebih, Ajik juga mengajak karyawannya untuk mengadakan kegiatan amal bagi mereka yang membutuhkan setiap bulannya.

Cara sukses tamatan SMP yang kini berhasil jadi pebisnis besar

Dari pusat oleh-oleh, Ajik berhasil mengembangkan usahanya hingga ke bidang kuliner wisata dan hiburan. Kunci suksesnya ternyata terletak pada dua hal, yakni kerja keras dan inovasi. Sebagai bentuk ekspansi bisnisnya, Ajik berhasil mendirikan Krisna Adventure, Krisna Water Sports, Krisna Beach Street, Krisna Wisata Kuliner, Krisna Funtastic Land, Krisna Gallery & Resto, Krisna Villa, dan Krisna Bali Wisata.

Kesuksesan yang tak membuat dirinya lupa [sumber gambar]
Dilansir dari swa.co.id, Ia pun telah membuat sebuah payung usaha yang bernama Krisna Holding Company (KHC) untuk mengontrol bisnisnya. Meski kini ia bergelimang harta, pribadinya tak pernah berubah. Ia tetap sederhana dan kerap berbagi dengan orang lain.

Tidak akan bisa saya bisa sebesar ini dari modal sendiri. Saya belajar dari nol, dukungan perbankan ketika awal begitu susah,” ungkapnya yang dilansir dari swa.co.id.

Bagi seorang Ajik, kekayaan bukanlah tujuan utama. Tapi dari kesuksesannya di atas, ia berusaha untuk berbagi dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Sama seperti kita ya Sahabat Boombastis. Hidup bergelimang harta, bukan untuk menjadikan diri sendiri berubah pongah dan angkuh. Tapi bagaimana menjadikan semua kelebihan itu sebagai ladang amal,  untuk bekal keselamatan kita di kehidupan selanjutnya.