Masalah kemiskinan memang jadi hal yang pelik bagi banyak masyarakat dunia, tidak hanya Indonesia. Oleh sebab itu bahkan sampai saat ini organisasi dunia pun masih kewalahan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Akibatnya, banyak daerah di belahan dunia ini yang mungkin melakukan hal yang terduga hanya untuk bertahan hidup dari kemiskinan.

Seperti yang dilakukan beberapa warga di India ini, dimana mereka bahkan mengkosumsi tikus hanya untuk makan. Uniknya tanpa merasa jijik, mereka setiap hari melakukannya. Lalu kenapa sampai ada kemelaratan parah yang mengakibatkan mereka melakukan hal itu? Simak ulasan berikut.

Tikus jadi makanan yang lezat bagi mereka

Umumnya kalau melihat binatang yang satu ini, orang-orang akan langsung lari terbirit-birit atau malah memburunya. Ya, tikus bisa dibilang sebagai salah satu hama yang merugikan baik untuk petani maupun rumah tangga. Namun ada gambaran yang berbeda di salah satu desa di India, bagaimana tidak pasalnya di sana ternyata binatang ini malah dicari untuk dimakan.

Tikus jadi makanan [sumber gambar]
Ya para penduduk Musahar di Bihar ternyata sudah melakukannya sejak zaman dulu hingga sekarang. Alasannya masih sama, kurangnya perhatian pemerintah dan kemiskinan yang ada membuat mereka harus melakukannya untuk bertahan hidup. Alhasil banyak penyakit seperti kusta pun yang menghampirinya.

Jadi kasta paling rendah dari yang paling bawah

Selama ini mungkin kita mengenal kasta agama Hindu ada empat tingkatan. Brahmana (Pendeta) , Ksatria, Waisya (Pedagang) dan Sudhra (rakyat biasa) . Namun ternyata masih ada lagi Pariya yang berisi orang-orang yang berprofesi jadi pembantu bahkan budak. Tetapi di bawah itu, beberapa masyarakat India menempatkan orang-orang Musahar di bawahnya.

Kasta paling bawah [sumber gambar]
Ya kehidupan dan kemiskinan yang ada membuat mereka harus berada di posisi paling bawah. Bayangkan saja, sampai saat ini masih ada orang-orang Musahar yang bekerja seharian penuh namun hanya dibayar gandum. Tentu hal ini mengingatkan kita pada perbudakan, namun bedanya orang-orang Musahar tidak terikat dengan majikannya.

Pendidikan jadi kunci untuk meningkatkan kehidupan mereka

Jitan Ram Manjhi, Menteri Utama negara bagian Bihar dari tahun 2014 hingga 2015 sempat mengatakan kalau pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan. Oleh sebab itu segala upaya dilakukan agar masyarakat Musahar dapat juga merasakan bangku sekolah.

Pendidikan jadi salah satu jalan keluar [sumber gambar]
Sejalan dengan Jitan Ram, J.K Sinha memilih untuk mendirikan sebuah sekolah di Arela dengan dengan masyarakat Musahar. Sudah ada lebih dari 400 siswa yang sekolah di sana, mereka pun tidak hanya diajari masalah ilmu pengetahuan umum namun bagaimana tata cara hidup seperti menggunakan toilet, mencuci tangan dan lain-lain. Hal ini dianggap sebuah kemajuan meskipun tidak siginifikan.

Anggapan lain keluar dari beberapa orang di Bihar

Namun siapa sangka pendapat berbeda justu muncul dari orang yang hidup disekitar Bihar sendiri. Dilansir dari Kumparan, banyak orang yang mengeluh atas nasib orang-orang pemakan tikus ini. Memang benar kalau pemerintahan sudah berganti namun kehidupan mereka tetap seperti ini, bahkan sudah sejak dulu begini.

Bayangan kemiskinan menanti [sumber gambar]
Bayangkan saja, kalau beruntung dapat kerja, penghasilan kaum Musahar hanya setara dengan 13 ribu rupiah saja. Nah kalau tak dapat kerja maka mereka berdiam saja di rumah atau mencari tikus buat makan. Musahar jadi yang termiskin dari yang paling miskin ditambah sulitnya akses bantuan dari pemerintah.

BACA JUGA: Hiware Bazar, Desa Paling Miskin di India yang Tiba-tiba Penduduknya Mendadak Kaya

Sejatinya kebiasaan memakan tikus yang dilakukan oleh penduduk ini adalah imbas dari kemiskinan yang ada. Mau bagaimana lagi, dengan penghasilan tak sampai 20 ribu maka segala cara dilakukan untuk bertahan hidup. Sependapat dengan beberapa orang di atas mungkin hanya pendidikan yang mampu menyelamatkan mereka.