Mungkin bagi sebagian besar generasi muda masa kini, jamu maupun produk tradisional lainnya dianggap sebagai sesuatu yang kuno. Kebanyakan, Mereka malah bangga dengan produk-produk instan yang lebih modern seperti fastfood yang justru dapat merusak kesehatan.

Namun berbeda dengan sosok wanita satu ini. Di Amerika Serikat yang masyarakatnya terbiasa hidup modern, ia justru nekat berjualan barang asli Indonesia yang sering dicap ndeso atau ketinggalan zaman. Namun siapa sangka, dari sinilah ia mulai dikenal dan sukses. Tak hanya itu, perempuan bernama Morsinah Katimin ini pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi dollar dari bisnisnya tersebut. Seperti apa kisah inspiratifnya? Simak ulasan berikut.

Sosok jenius yang pilih berbisnis dan tinggalkan pekerjaan mapan

Pilih berbisnis dan tinggalkan zona nyaman [sumber gambar]
Sebelum memulai bisnisnya, Morsinah Katimin merupakan seorang konsultan bagi lembaga-lembaga besar PBB. Ia memilih meninggalkan pekerjaannya dan mulai serius menekuni bisnis secara mandiri. Lulusan universitas Columbia di New York, Amerika Serikat itu, dibantu oleh lembaga nirlaba yang bernama La Cocina dalam mengembangkan usahanya. Organisasi tersebut menyediakan dapur bersama bagi mereka yang baru merintis bisnis makanan. Morsinah Katimin pun menjadi orang asia dan Indonesia pertama yang mendapatkan pelatihan bisnis dari La Cocina.

Latar belakang budaya yang menjadi modal berbisnis

Pilih berjualan ramuan warisan leluhur [sumber gambar]
Sosok Morsinah Katimin yang merupakan etnis Jawa, menjadi latar belakang bagi dirinya untuk menekuni usaha kuliner. Ia pun memutuskan untuk berjualan jamu dan sambal yang menurutnya sangat unik dan tak biasa. Padahal, Morsinah awalnya enggan berjualan jamu karena stigmanya yang terkenal sebagai produk kuno dan ketinggalan jaman. Karena dinilai mempunyai banyak khasiat, ia pun akhirnya memutuskan untuk menjual ramuan tradisional tersebut. Begitupun dengan sambal khas Indonesia yang ternyata mempunyai banyak peminat di Amerika Serikat.

Bisnis spesial yang membuatnya panen dollar

Terkenal berkat jamu [sumber gambar]
Keputusan Morsinah Katimin berjualan jamu mendapatkan dukungan dari La Cocina. Tak hanya sekedar membantu, organisasi ini juga mencari produk yang menarik dan mempunyai nilai lebih. Maka, dipilihlah jamu buatan Morsinah yang terkenal lezat. Tak hanya menjual produk ramuan tersebut, Morsinah juga mencoba peruntungan usaha dengan menawarkan aneka sambal yang dikemas secaea khusus. Untuk jamu yang terdiri dari empat rasa, ia jual dengan harga $ 5 atau Rp 75 ribu. Sementara untuk sambalnya yang beraneka macam, dijual seharga Rp 100 ribu. Atas jasanya memperkenalkan kuliner khas Indonesia ini, Morsinah Katimin memperoleh penghargaan “Good Food” 2018. Luar biasa ya Saboom.

Pilih nama yang unik dan tak biasa

 

Sebelumnya, Morsinah Katimin ingin menamai bisnisnya Kampung Food and Drinks. Namun hal tersebut ditolak oleh pihak La Concina karena terlalu panjang. Menurut mereka, nama bisnis yang bagus haruslah sepanjang lima huruf yang singkat, padat dan jelas. Karena berlatar belakang keluarga yang kental dengan adat Jawa, nama sajen pun dipilih Morsina sebagai merek dari bisnisnya. Unik dan enggak biasa ya Saboom.

Meski terbilang sukses di luar negeri, sosok Morsinah Katimin ternyata tak melupakan negeri asalnya. Lewat bisnis yang dibangun oleh dirinya, ia berhasil merubah imej produk ndeso menjadi hal moden dan menguntungkan di negeri seberang. Patut ditiru nih idenya Saboom.