Tim asal Papua selalu menjadi kesebelasan yang sangat untuk dikalahkan di kompetisi sepak bola Indonesia. Apalagi saat menghadapi klub tersebut di markas banyak tim harus pulang dengan kepala tertunduk. Bahkan tim besar dengan pemain asing berkelas tidak ada apa-apanya saat bermain di daerah timur Indonesia tersebut.

Kondisi inilah yang sering membuat beberapa tim asal Papua selalu ditakuti. Ada banyak faktor yang menyebabkan kesebelasan berisikan barisan bakat mutiara hitam ini sulit dikalahkan. Salah satunya adalah motivasi tinggi putra daerah yang selalu tampil 1000 % di tanah kelahirannya. Hal ini, tentunya bukan menjadi satu-satu penyebab kehebatan mereka. Beberapa faktor ini juga menjadi penyebab keperkasaan mereka saat bermain dikandang.

Kondisi iklim yang ekstrem sering membuat pemain kesulitan

Lapangan [Sumber Gambar]
Cuaca menjadi kendala nyata untuk para pemain sepak bola bermain di Papua. Banyak tim bermain di sana harus merasa iklim ekstrem daerah timur Indonesia tersebut. Di sana pemain akan merasakan dua suhu yang selalu dapat menghambat pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Saat bermain di Jayapura mereka akan merasakan suhu panas yang luar biasa. Sedangkan ketika bermain di daerah Papua yang memiliki dataran tinggi mereka akan kesulitan bernapas. Kedua hal inilah yang menyebabkan tuan rumah selalu diuntungkan dan hampir selalu membuat mereka menang.

Perjalanan panjang menuju stadion menjadi kendala besar

Perjalanan menuju stadion Papua [Sumber Gambar]
Selain cuaca yang sangat ekstrem, perjalanan ke Papua juga menjadi kendala lain untuk tim tamu. Seperti yang kita ketahui bertandang ke daerah timur tidak semudah saat bermain ke Kalimantan atau Sumatra. Daerah Papua yang belum banyak di akses dengan mudah menjadi penyebabnya. Seperti contoh saat bertandang ke Wawena atau Serui. Tim akan menghabiskan waktu lebih dari 24 untuk sampai. Otomatis hal ini menyebabkan pemain akan kelelahan dan berujung pada performanya yang menurun. Keadaan inilah yang sering menyebabkan tim tamu gagal memperoleh poin penuh.

Banyak kondisi lapangan yang kurang memenuhi standar

Kondisi lapangan [Sumber Gambar]
Tercacat di Papua hanya stadion Persipura yang sudah memenuhi Standar AFC. Untuk stadion lainnya masih jauh dari kata standar. Akibat hal ini banyak klub sepak bola yang tidak mampu tampil maksimal saat di sana. Dilansir dari laman Indosport, ketika PSM melakukan uji coba banyak dijumpai batu di tengah-tengah lapangan. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan beberapa pemain tim yang berisikan pemain hebat gagal menujukan kehebatannya. Bahkan banyak lawatan tim tamu yang bermain di daerah Serui harus pulang dengan kepala tertunduk.

Tanah Papua yang penuh misteri membuat mereka tampil kesetanan

Motivasi pemain [Sumber Gambar]
Selain beberapa hal teknis tadi, banyaknya kekalahan tim tamu disebabkan penampilan tim yang luar biasa. Layaknya mendapatkan energi lebih pemain di klub tersebut selalu tampil all out. Bahkan mereka selalu tampil kesetanan saat bermain di tanah kelahirannya. Hal inilah juga lah yang menyebabkan banyak tim tamu sulit menang di sana. Meski juga beberapa kali ada klub Indonesia yang bisa menang. Namun spirit pemain Papua akan jauh berbeda saat bermain dihadapan pendukungnya sendiri.

Pesepakbola asal Papua memiliki talenta luar biasa

Kemampuan pemain Papua [Sumber Gambar]
Berbicara tentang talenta pemain asal Papua memang tidak usah diragukan lagi. Banyak pesepakbola dari sana selalu menjadi pemain utama sebuah klub. Bahkan berkat bekat mutiara hitam beberapa kali Timnas mampu meraih kemenangan di kompetisi luar negeri. Permainan bagus ditunjang skill di atas rata-rata membuat tim asal Papua selalu tampil bagus. Lantaran hal inilah banyak klub Indonesia akan sulit menang saat bertemu dengan tim dari Timur Indonesia ini.

Keperkasaan tim asal Papua saat bermain di kandang memang tidak diragukan lagi. Selain beberapa faktor ini, semangat mereka yang selalu berkali-kali lipat saat bermain tanah kelahiran juga menjadi penentu. Jadi jangan heran apabila mereka selalu tampil kompak dan sangat hebat ketika bermain di stadion kebanggaannya.