Setiap orang memang memimpikan punya pasangan. Mengikat janji suci dengan prosesi pernikahan yang sakral adalah harapan dari semua perempuan. Begitu juga keinginan Elsa Putri Jelita, gadis cantik berusia 20 tahun ini juga siap melangkah ke jenjang pelaminan. Segala telah dipersiapkan, bahkan tenda juga terpasang.

Namun, manusia memang hanya bisa berencana, yang berhak menentukan hanya Tuhan saja. Dua jam sebelum akad nikah, tak ada yang bisa menghentikan Elsa yang lebih dulu dipanggil Sang Maha Kuasa. Berikut ini adalah kisah mengharu biru calon pengantin yang lebih dicintai Tuhan ini.

Nyeri dada jelang akad nikah

Sabtu, 6 Mei 2017 lalu harusnya jadi hari paling berbahagia bagi pasangan Darmadi dan Elsa. Bagaimana tidak? Saat itu, harusnya kedua mempelai ini mengucap janji di depan saksi untuk sehidup semati. Namun sayang, beberapa saat sebelum akad nikah dilaksanakan, Elsa mengeluh nyeri di bagian dadanya. Memang saat itu Elsa masih terlihat sadar dan kuat.

Ilustrasi saat nyeri dada [image source]
Elsa masih bisa duduk, bahkan mampu berdiri. Dwi Syarial dan Yuliana, selaku orangtua Elsa juga sama sekali tidak merasakan firasat apapun tentang keluhan tersebut. Lama kelamaan, Elsa terus merasa sakit dan sesak. Gadis kelahiran Palembang 31 Juli 1997 itu pun dipindahkan ke kamar. Rupanya istirahat tidak membuat kondisi Elsa membaik, hingga akhirnya keluarga memutuskan membawa Elsa ke rumah sakit.

Tidak memiliki riwayat penyakit

Elsa terus mengeluh kesakitan saat pihak keluarga melarikannya ke rumah Sakit Cabang Charitas di Lebong Gajah. Padahal, selama ini Elsa sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Di perjalanan, Yuliana juga sangat ingat kalau putrinya sempat mengatakan kalau waktunya sudah tidak lama lagi.

ilustrasi meninggalnya Elsa saat masuk UGD [image source]
Yuliana berusaha menguatkan Elsa, meski sebenarnya ia merasa kalau Elsa memang sudah tak lagi bernyawa ketika masuk UGD. Pihak orangtua mengaku pasrah jika kepergian Elsa memang kehendak yang kuasa.

Pelaminan berubah menjadi rumah duka

Saat Elsa dilarikan ke rumah sakit, sebenarnya pihak keluarga sudah berkumpul di rumah untuk persiapan acara akad nikah. Ada sekitar 12 tenda dan panggung yang terpasang di depan rumah yang beralamat Jalan Sako Pancasila RT 05 RW 02 Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako Palembang.

Darmadi dan kedua orangtua elsa [image source]
Rencana keluarga besar untuk menggelar resepsi pernikahan pun pudar. Hari Minggu 7 Mei kemarin  justru acara pemakaman bagi Elsa yang berlangsung. Jenazah Elsa dimakamkan di TPU Kramat Jong. Sementara itu, Darmadi hanya bisa memeluk calon mertuanya di rumah duka.

Permintaan terakhir Elsa sebelum meninggal

Meski tidak memiliki firasat apapun perihal kepergian putrinya, namun Yuliana mengaku jika Elsa memang memiliki permintaan terakhir. Seminggu sebelumnya, Elsa tiba-tiba saja ingin tidur dengan ibunya. Sebagai ibu, Yuliana berpikir jika permintaan tersebut karena sebentar lagi Elsa akan menikah.

ilustrasi pemakaman [image source]
Namun kejadiannya justru di luar dugaan, Yuliana sama sekali tak menyangka jika tidur bersamanya merupakan permintaan terakhir dari putri keduanya tersebut.

Kepergian Elsa mungkin menjadi duka tersendiri bagi keluarga besar dan calon mempelai pria. Namun, satu hal yang perlu diingat, bahwa nyawa manusia sepenuhnya milik yang Maha Kuasa. Bisa jadi, Tuhanlah yang lebih mencintai dan merindukan Elsa, sehingga Ia memanggilnya lebih cepat.