Yakuza dan Kisah Di Baliknya

oleh Tetalogi
15:00 PM on Aug 19, 2015

Siapa yang tidak pernah mendengar nama yakuza. Kebanyakan orang akan merasa ngeri mendengar nama ini karena reputasi yang mereka miliki. Yakuza adalah anggota sindikat kejahatan terorganisir secara transnasional yang berasal dari Jepang.

Di Jepang, polisi dan media menyebut mereka sebagai bouryokudan atau kelompok yang ganas atau kasar, sementara itu yakuza sendiri menyebut diri sebagai ninkyou dantai atau organisasi kesataria. Yakuza sendiri memang terkenal dengan peraturan yang ketat dan cara kerja mereka yang terorganisir.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

1. Awal Terbentuknya Yakuza

Asal mula yakuza terbentuk di era Tokugawa sekitar tahun 1603-1868 yang terdiri dari dua kelompok terpisah. Kelompok pertama yang disebut tekiya adalah pedagang yang menjual barang berkualitas rendah di festival dan pasar. Awal tahun 1700, para tekiya mulai berkumpul dan membentuk sebuah kelompok yang dipimpin oleh para bos. Mereka juga mulai berperan dalam kejahatan terorganisir seperti perang antar geng. Untuk meredakan perang antar geng, pemerintahan shogun menunjuk seorang oyabun atau secara literal berarti ayah angkat sebagai pemimpin para keluarga tekiya.

Yakuza sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu [Image Source]
Yakuza sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu [Image Source]
Kelompok kedua yang membangkitkan yakuza adalah bakuto atau para penjudi. Sejak jaman Tokugawa hingga saat ini, judi adalah kegiatan ilegal di Jepang. Bakuto mendapatkan uang lewat permainan yang tidak mencurigakan seperti permaianan dadu atau dengan permainan kartu hanafuda. Mereka juga memiliki tradisi mentato tubuh mereka, dan tradisi ini terus ada hingga saat ini. Dari berbisnis sebagai penjudi, mereka mengembangkan usaha menjadi rentenir dan kegiatan ilegal lainnya.

2. Struktur Organisasi

Jangan dikira yakuza beroperasi secara sembarangan. Kenyataannya, mereka sangat terorganisir dan memiliki struktur organisasi yang sangat rapi dan kompleks. Dalam pembentukan yakuza, mereka mengadopsi struktur hirarki oyabun-kobun dengan kobun yang bersumpah setia pada oyabun. Hubungan oyabun-kobun ini disahkan dengan upacara minum sake lewat satu mangkuk sake yang sama.

Struktur organisasi yakuza sangat rapi dan terstruktur [Image Source]
Struktur organisasi yakuza sangat rapi dan terstruktur [Image Source]
Dalam organisasi yakuza, ada bos semua sindikat yang disebut kumicho, tepat di bawahnya adalah saikou komon atau penasihat senior dan so-honbucho atau pemimpin markas. Posisi kedua di rantai komando adalah wakagashira yang mengatur beberapa geng di daerah dengan bantuan fuku-honbucho yang juga bertanggung jawab atas beberapa geng. Geng di tingkat regional sendiri juga diatur oleh bos lokal yang disebut dengan shateigashira.

Jadi, kumicho adalah posisi paling atas dan mengontrol beberapa saikou-komon. Saikou-komon mengontrol wilayah mereka sendiri di beberapa area atau kota yang berbeda. Saikou-komon juga memiliki anak buah sendiri yang membentuk hirarki terdiri dari bos, penasihat, akuntan, dan anggota lainnya. Secara keseluruhan, organisasi yakuza sangatlah besar. Yamaguchi-gumi, salah satu organisasi yakuza mengontrol 2.500 bisnis dan 500 kelompok yakuza.

3. Ritual Inisiasi

Ritual inisiasi dilakukan untuk menyambut anggota baru. Ritual ini dilakukan dengan menggunakan upacara minum sake yang dikenal dengan sakazukigotoAnggota baru duduk di hadapan oyabun sementara sake disiapkan oleh anggota yang lain.

Sakazukigoto adalah ritual inisiasi anggota yakuza [Image Source]
Sakazukigoto adalah ritual inisiasi anggota yakuza [Image Source]
Anggota baru tersebut mendapatkan porsi yang lebih sedikit sedangkan oyabun mendapatkan cawan sake yang terisi penuh sebagai refleksi status mereka. Upacara ini merepresentasikan hubungan ayah dan anak adopsi diantara oyabun dan kobun.

4. Ritual Yubitsume

Ritual lainnya adalah yubitsume, semacam hukuman untuk anggota yang melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Saat seorang anggota melakukan hal tersebut, mereka harus menebus kesalahan mereka dengan memotong sebagian jari mereka mulai dari ujung jari kelingking dan semakin ia melakukan pelanggaran, maka ia semakin banyak pula bagian jari yang harus dipotong.

Memotong jari dilakukan jika yakuza melakukan kesalahan [Image Source]
Memotong jari dilakukan jika yakuza melakukan kesalahan [Image Source]
Ritual pemotongan jari kelingking ini berakar dari cara tradisional memegang pedang Jepang. Tiga jari terbawah, kelingking, jari manis dan jari tengah digunakan untuk memegang gagang pedang dengan erat. Sedangkan ibu jari dan telunjuk agak longgar di gagang pedang. Memotong kelingking dan terus mengarah hingga ke telunjuk membuat memegang pedang semakin sulit, jadi ia harus lebih bergantung pada kelompoknya dan ia akan berhenti bertindak sendirian.

5. Tato Yakuza

Banyak yakuza memiliki tato di hampir sebagian besar tubuhnya. Tato ini dikenal dengan nama irezumi di Jepang dan cara membuatnya masih tradisional dan tidak menggunakan mesin. Prosedur ini mahal, menyakitkan, dan bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Tato yakuza adalah bukti keberanian mereka [Image Source]
Tato yakuza adalah bukti keberanian mereka [Image Source]
Tato ini menunjukkan keberanian dan dedikasi untuk gengnya serta untuk nilai estetikanya. Setiap orang yang ingin mendapatkan tato seperti ini harus bertahan menemui ahli tato selama bertahun-tahun dan menahan rasa sakit saat proses pembuatannya.

6. Aktivitas Yakuza

Banyak sindikat yakuza melarang anggotanya terlibat transaksi narkoba, namun ada juga sindikat lain yang fokus melakukan bisnis obat-obatan terlarang. Ada juga kelompok anggota yang mempraktikan human trafficking sebagai bagian dari usaha mereka. Salah satu aktivitas yang dilakukan oleh yakuza adalah soukaya, semacam pemerasan skala besar yang dilakukan dengan sangat rapi dan terencana.

Pemerasan dilakukan dengan cara yang halus [Image Source]
Pemerasan dilakukan dengan cara yang halus [Image Source]
Untuk melakukan hal ini, mereka akan membeli saham sebuah perusahaan agar bisa ikut rapat pemegang saham. Mereka kemudian berusaha mencari keburukan dalam kepemimpinan perusahaan sebanyak mungkin. Selanjutnya, mereka akan meminta uang dan mengancam akan mempermalukan pemimpin perusahaan jika permintaannya tidak dituruti. Karena kebanyakan orang Jepang sangat takut dipermalukan, taktik ini biasanya efektif. Cara mereka melakukan usaha pemerasan ini juga dilakukan dengan sopan dan sedikit berbelit-belit. Biasanya, yakuza akan membuat sebuah kegiatan dan menjual tiket yang sangat mahal untuk korban mereka.

7. Yakuza Juga Terlibat Aksi Kemanusiaan

Yakuza biasanya memang identik dengan aksi kejahatan. Namun siapa sangka jika organisasi ini juga sering terlibat aksi kemanusiaan? Setelah kejadian gempa bumi dahsyat di Kobe pada 17 Januari 2015, justru Yamaguchi-gumi salah satu kelompok yakuza terbesar, yang datang pertama untuk membantu para korban. Hal yang sama juga dilakukan oleh kelompok yakuza lain dalam bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada tahun 2011. Mereka menggunakan skuter, perahu dan helikopter untuk mengirimkan suplai makanan, air, selimut dan perlengkapan kebersihan ke area-area yang mengalami bencana.

Yakuza sering terlibat aksi kemanusiaan [Image Source]
Yakuza sering terlibat aksi kemanusiaan [Image Source]
Beberapa orang berpendapat bahwa para yakuza mau membantu dengan tepat waktu karena mereka sendiri berasal dari orang-orang yang terbuang sehingga bersimpati pada mereka yang berjuang untuk bertahan tanpa bantuan dari pemerintah. Sesuai dengan falsafah yang dipegang teguh oleh yakuza yaitu untuk menghargai keadilan dan kewajiban di atas segalanya serta tidak boleh membiarkan orang lain menderita. Sementara itu, pihak lainnya lebih sinis dan beranggapan bahwa apa yang dilakukan yakuza ini lebih kepada public relations.

Hingga saat ini, pemerintah Jepang telah berusaha keras untuk menghapuskan organisasi yakuza dengan membuat berbagai macam peraturan, menangkap bos yakuza, serta menutup bisnis yang berhubungan dengan yakuza. Namun, yakuza masih mampu bertahan dan tidak bisa benar-benar menghilang. Selain itu, mereka juga telah mampu bertahan lebih dari 300 tahun sejak pertama berdirinya yang membuat menghentikan mereka adalah hal yang sulit.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot? Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis
BACA JUGA