Meski telah banyak bergelimang dosa dan kemaksiatan, Manusia senantiasa diberikan kesempatan dan waktu untuk bertaubat dari kesalahannya itu. Segarang dan sekelam apapun masa lalunya, semua pasit akan berubah drastis jika cahaya hidayah telah menyapa hatinya. Hal inilah yang dialami oleh mantan rocker Indonesia di era 80-an, Harry Moekti.

Sempat mencicipi nikmatnya menjadi artis dan manisnya panggung hiburan, siapa sangka jika ia akhirnya memilih untuk menempuh jalan hidup yang berbeda. Ya, Harry Moekti yang dulunya seorang rocker populer, kini lebih dikenal sebagi seorang ustadz. Ia rajin menggenggam mikropon sebagai sarana menyampaikan kalimat-kalimat Tuhan. Bukan sebagai musisi, melainkan da’i pendakwah agama yang dihormati.

Saat Berceramah pada masyarakat [sumber gambar]
Sebelum menjadi ustadz, masyarakat Indonesia mengenal dirinya sebagai musisi rock yang merajai penggung hiburan di era 80-an. Kota Bandung yang menjadi tempat tinggalnya saat itu, merupakan salah satu barometer musik tanah air yang diperhitungkan. Tak salah bila memilih untuk berkarir sebagai musisi. Nyatanya, Harry Moekti sukses sebagai bintang rock yang dipuja penggemarnya.

Dikenal sebagai rocker Indonesia [sumber gambar]
Ia sempat berganti-ganti band selama berkarir sebagai musisi rock di Bandung. Sebut saja Orbit band,Primas band bersama Tommy Kasmiri, dan kemudian New Bloodly band. Saat pindah ke Jakarta, Harry bergabung dengan band Makara dari tahun 1982 sampai tahun 1985. Karirnya melejit saat ia bergabung dengan grup Krakatau pada 1985. Tercatat, Harry Moekti telah menghasilkan tujuh album rekaman.

Salah satu albumnya berjudul “Ada Kamu” [sumber gambar]
Album terakhirnya yang berjudul Di sini, dibuat saat dirinya sedang intens dalam mendalami agama Islam. Bisa dibilang, ini adalah karyanya sebelum Harry memutuskan untuk berhijrah. Alhasil, album tersebut kurang laku di pasaran lantaran kurangnya promosi dan kesibukan dirinya. Pada saat itu, ada sebuah momen besar yang dialami Harry Moekti hingga akhirnya ia memutuskan untuk merubah haluan hidup.

Mantan rocker yang memutuskan untuk hijrah [sumber gambar]
Dalam sebuah acara tausiyah yang direkam oleh akun Youtube, Vertizone TV dan dilansir dari cnnindonesia.com, Harry mengakui bahwa kehidupannya sebagai musisi membuatnya dilingkupi kegelisahan. Rasa itu semakin menjadi-jadi manakala ia kedatangan seorang ulama asal Timur Tengah yang menasehati dirinya perihal agama.

Sejak saat itu, ia mulai menyadari tentang pentingnya beragama dalam hidup. Perlahan, Harry Moekti mulai meninggalkan dunia musik yang telah memberinya materi dan ketenaran selama ini. Ia mantap berhijrah meski menyadari bahwa karirnya sebagai rocker akan tamat. Perlahan tapi pasti, Harry Moekti mulai mengubah penampilannya menjadi lebih islami. Pengetahuannya tentang agama pun mulai bertambah seiring dengan proses hijrahnya.

Berkeliling untuk ceramah agama [sumber gambar]
Sebagai bagian dari prosesnya berhijrah, Harry pun terpanggil hatinya untuk terjun langsung dengan berdakwah kepada masyarakat. Jika dulu hidupnya dihabiskan dari panggung-panggung hiburan, kini ia sibuk naik turun mimbar memberikan ceramah agama kepada masyarakat. Pendek kata, kehidupan Harry Moekti telah berubah total.

Maka saya enggak takut kehilangan lagi ketenaran, tak takut menjadi orang miskin karena enggak ada lagi keahlian saya selain menyanyi. Saya yakin bakal miskin. Benar, itu. Begitu tobat, dua bulan setengah bangkrut, tetapi rupanya itu jalan keluar yang Allah berikan,” ujar Hari seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Hingga pada Minggu malam, 24 Juni 2018 sekitar pukul 20.49 WIB, Harry Moekti dikabarkan telah meninggal dunia. Berita tentang kepergiannya yang banyak beredar di sosial media, sangat mengejutkan banyak orang. Dilansir dari republika.co.id, kabar duka ini juga disampaikan oleh sang adik, Ustadz Moekti Chandra. Selamat jalan Harry Moekti.