Mengenang Tragedi Sampit, Konflik Berdarah Paling Mencekam yang Pernah Terjadi di Tanah Kalimantan

oleh Rizal
12:40 PM on Feb 17, 2016

Sudah hampir 15 tahun sejak salah satu konflik etnis paling berdarah di Indonesia berlalu. Ya, ini adalah tentang tragedi Sampit yang gaungnya seperti belum benar-benar hilang. Bahkan ketika membahas Sampit, ingatan orang-orang biasanya akan langsung tertuju kepada tragedi mengerikan itu.

BACA JUGA: Hidup 5 Ratu Kecantikan Ini Ternyata Malah Berakhir Tragis!

Baca Juga
15 Status Resolusi Suka-suka ala Netizen Indonesia, dari Realistis Hingga Bikin Ngakak
Inilah 5 Fakta Makam Keramat di Purwokerto yang Tak Dipindah Meski Ganggu Lalu Lintas

Februari 2001 jadi masa paling mencekam sepanjang sejarah Sampit. Di masa itu, kota kebanggaan Kalimantan Tengah itu berubah tema menjadi apocalypse dengan banyaknya pemandangan ngeri yang terlihat sejauh mata memandang. Mayat bergelimpangan, rumah-rumah dibakar, listrik mati total, serta teriakan-teriakan keras untuk berperang. Sungguh, ini adalah momen paling mengerikan saat itu.

Ulasan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menguak luka lama. Hanya saja, dengan menceritakan ulang sejarah, maka kita bisa belajar banyak dari itu dan kemudian tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu. Berikut adalah kronologi dari cerita paling mengerikan yang pernah terjadi di tanah Kalimantan itu.

1. Latar Belakang Konflik Sampit

Ada banyak kesimpang-siuran versi dari awal penyebab tragedi ini. Ada yang bilang ini dipicu oleh orang Madura, tapi ada juga yang mengatakan kalau orang-orang Dayak lah yang lebih dulu mencari gara-gara. Namun, setelah berputar-putar ke banyak tulisan, bisa sedikit disimpulkan bagaimana cerita kelam ini berawal.

Konflik Sampit [Image Source]
Konflik Sampit [Image Source]
Versi paling populer adalah sering munculnya gesekan antara dua etnis ini semenjak pemerintah membuka program transmigrasi. Banyaknya orang-orang Madura yang berdatangan membawa dampak yang tidak bagus bagi warga asli. Ekonomi mulai dikuasai pendatang dan membuat warga asli susah untuk berkembang. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit konflik pun terjadi.

Puncaknya adalah aksi anarkisme saling balas serangan di antara keduanya di tahun 2001 itu. Banyak yang mengatakan jika kejadian ini diawali dari pembakaran rumah-rumah milik warga Madura dan Dayak. Konflik akhirnya meluas dan meletus seperti yang sering diceritakan orang-orang.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja 7 Fenomena ‘Salah Kostum’ Jokowi Ini Sukses Bikin Netizen Bertanya-tanya 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan Inilah 5 Kisah Pengawetan Pemimpin Bangsa yang Tidak Banyak Diketahui 6 Musisi Indonesia Ini Punya Permintaan Aneh Sebelum Manggung, Ada yang Minta Aqua Galon Buat Mandi Loh 9 Artis Ini Sok-sokan Update Status Bahasa Inggris, Alhasil Panen Hujatan dari Netizen Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas 5 Penemuan Harta Karun di Indonesia yang Jumlahnya Sanggup Melunasi Semua Hutang Negara 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Miris! 7 Wanita Cantik Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, No. 2 Masih Jadi Misteri Uang Bukan Incaran, Inilah 4 Fakta Begal Payudara yang Ternyata Gak Kalah Berbahaya Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara Pakai Narkoba Hingga Selingkuh, Ini 4 Kelakuan Istri Pejabat yang Bikin Ngelus Dada 7 Bangunan Paling Membingungkan, Tapi Keren!
BACA JUGA