Dunia tak bakal lupa, ketika seorang George Herbert Walker Bush mengumandangkan rencana menghancurkan Irak pada 1991 silam. Dilansir dari cnndonesia.com, pria kelahiran Massachusetts pada 12 Juni 1924 tersebut, merupakan otak di balik operasi badai gurun I (operation dessert storm) untuk membebaskan Kuwait dari cengkraman Irak.

Kini, sosoknya diberitakan telah meninggal dunia pada usia 94 tahun. meski dikenal dengan serangkaian aksi kontroversial selama menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-41, toh seorang George HW Bush secara luas dikenal sebagai politikus yang sukses mempengaruhi dunia di masanya. Seperti apa sepak terjangnya? Simak ulasan berikut.

Mantan pilot AL AS yang sempat cicipi palagan Perang Dunia II

Pernah bertugas di Angkatan Laut AS sebagai pilot [sumber gambar]
Sebelum terjun ke dunia politik, Bush merupakan seorang pilot Angkatan Laut AS yang berjuang di medan Perang Dunia 2. Dilansir dari cnnindonesia.com, sosknya merupakan penerbang termuda dan diturunkan di sejumlah operasi saat Perang Dunia II. Salah satunya pada insiden di Chichi Jima. Di mana pesawat Bush yang berjenis Avenger TBM, rontok dihantam tembakan dari pasukan Jepang. Beruntung dirinya berhasil selamat pada saat itu. Bush akhirnya diberhentikan dengan hormat dari dinas militer dan kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Yale.

Dikenal sebagai politikus handal di Amerika Serikat

Dikenal sebagai politikus yang handal [sumber gambar]
Sebagai mahasiswa Universitas Yale, Bush terbiasa dengan kultur akademis dan elitisme di perguruan tinggi tersebut. Setelah menamatkan pendidikan ekonominya, ia kemudian mencoba berkarir di dunia politik. Dilansir dari tirto.id, Bush yang aktif di Partai Republikan sempat menjadi Gubernur ke-46 Texas periode 1995-2000. Dirinya pun berhasil menjadi presiden AS ke-41 yang menjabat dari tahun 1989-1993.

Terlibat sejumlah agresi militer terhadap negara-negara lain

Melibas negara-negara dengan kekuatan militer [sumber gambar]
Sayang, keberhasilannya naik ke posisi nomor satu di AS juga dibarengi dengan beberapa kebijakan yang kontroversial. Dilansir dari cnnindonesia.com, ia pernah menggempur Irak yang dengan mengirimkan sedikitnya 425 ribu tentara ke Kuwait demi membendung invasi Saddam Hussein lewat Operasi Badai Gurun I. Tak hanya itu, Bush juga sempat mengerahkan pasukan ke Panama demi menggulingkan rezim Manuel Noriega, yang dianggap korupsi dan mengancam warga AS di negara Amerika Tengah. Hampir semua kebijakannya selama periode 1989-1993 dilakukan melalui pendekatan militer.

Sosok yang juga sempat dikritik oleh rakyatnya sendiri

Sempat dikritik oleh rakyatnya sendiri [sumber gambar]
Berkarir cemerlang di luar negeri, belum tentu bisa berjaya di dalam kandang sendiri. Hal inilah yang dialami oleh Bush kala menjadi Presiden. Sumber dari cnnindonesia.com menyebutkan, Ia banyak dikritik karena tak mampu menghindari Negeri Paman Sam dari krisis ekonomi 1990. Tak hanya itu, pemerintahannya juga menghadapi sejumlah tantangan seperti defisit perdagangan yang besar, pendapatan pemerintah federal yang terbatas, dan Kongres yang didominasi oleh Partai Demokrat.

Meninggal dunia karena komplikasi penyakit

George Herbert Walker Bush bersama sang putra, George Bush [sumber gambar]
Bush yang memang telah menderita berbagai komplikasi penyakit, harus berjuang keras mengatasi keadaan tersebut. Dilansir dari tirto.id, Sejak awal 2000-an ia kerap pusing atau bahkan pingsan saat sedang beraktivitas di luar rumah. Hingga pada usianya yang ke-94 tahun, Presiden Amerika Serikat (AS) ke-41 harus menyerah kepada takdir. Ia menutup mata karena digerogoti sejumlah penyakit yang melolosi seluruh kesehatan tubuhnya. Diketahui, Bush memiliki riwayat penyakit seperti Parkinsonisme Vaskular, Bronkitis, cedera leher parah, penumonia, hingga infeksi darah.

Baca Juga : Inilah 5 Presiden Terburuk yang Pernah Memimpin Amerika

Sepak terjang George HW Bush di peta perpolitikan dunia memang berwarna warni. Pada suau kesempatan, namanya dielu-elukan atas sumbangsihnya bagi negara. Namun di sisi lain, ia juga tak lepas dari kritikan karena tindakannya. Meski demikian, nama George Herbert Walker Bush telah tercatat sebagai Presiden Amerika Serikat yang telah mewariskan kekacauan di Timur Tengah.