Krisis toleransi sesama umat beragama selama ini menjadi masalah terbesar yang terjadi berbagai negara. Tak heran jika kemudian banyak bentrok, saling bacok, pembunuhan massal, dan bentuk kekerasan lain menjadi headline besar media pemberitaan. Padahal, keadaan seperti ini bisa disikapi dengan toleransi dan saling menghargai. Toh, tidak apa-apa hidup berdampingan dengan umat yang berbeda keyakinan dengan kita, asal jangan saja memaksakan apa yang kamu yakini kepada orang lain. Benar?

Di Dubai, Uni Emirat Arab, ada sebuah masjid yang terkenal karena namanya yang unik, yakni Mary Mother of Jesus atau “Maryam Umm Isa” atau jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi “Maria Bunda Yesus”. Bukan kebetulan, penamaan ini terjadi karena beberapa sebab loh, Sahabat.

Penamaan atas permintaan putra mahkota

Shaikh Mohammad Bin Zayed Al Nahyan [Sumber gambar]
Layaknya masjid kebanyakan yang namanya diambil dari Al-Quran dan kental nuansa islami, masjid yang terletak di distrik Al Mushrif ini pada mulanya juga punya nama demikian. Adalah Masjid Shaikh Mohammad Bin Zayed, nama putra mahkota Abu Dhabi. Tetapi, atas permintaan putra mahkota sendiri, masjid yang namanya sama dengan dirinya tersebut diubah menjadi Maryam Umm Isa. Nama baru tersebut resmi pada hari Rabu, 14 Juni 2017 lalu, atau bertepatan dengan hari ke-19 Ramadan.

Penghormatan atas umat Nasrani

Masjid Maria Bunda Yesus [Sumber gambar]
Putra mahkota mencakup Deputi Komandan Angkatan Militer Uni Emirat Arab (UEA) ini tahu betul mengapa harus mengganti nama rumah ibadah mereka. Mohammad Bin Zayed berujar bahwa nama tersebut bisa mengeratkan hubungan sesama umat beragama, antara Islam dan Nasrani. Menteri Toleransi UEA, Shaikha Lubna Al Qasim sendiri memuji tindakan sang putra mahkota karena dinilai penghormatan atas agama lain. secara tidak langsung hal tersebut adalah cerminan toleransi, bahwa apapun agama yang dipeluk hidup ini indah kok dengan saling menghargai.

Uni Emirat Arab memang gencar suarakan toleransi

Menteri Toleransi UEA [Sumber gambar]
Uni Emirat Arab sendiri sangat gencar mempromosikan toleransi. Di bawah Kementerian Toleransi yang terbentuk pada tahun 2016 bahkan ada Program Toleransi Nasional yang digalakkan didasarkan atas tujuh pilar: Islam, konstitusi, warisan Zayed dan etika Uni Emirat Arab, konvensi internasional, arkeologi dan sejarah, kemanusiaan, dan nilai-nilai bersama. Hal ini jelas membuat umat dari berbagai kalangan bahagia, termasuk umat Nasrani yang nama ibu Tuhan mereka dipakai untuk tempat ibadah orang Islam.

Respon umat Nasrani terhadap hal ini

Ilustrasi umat Nasrani [Sumber gambar]
Mengenai masjid ini, sudah pasti para pemeluk Nasrani merasa tersanjung, mereka memuji apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Melansir inovasee.com, pendeta senior gereja St Andrews, Andrew Thompson, menyambut baik upaya untuk memupuk toleransi tersebut. Karena bagi mereka, Maria bukan saja ibu dari Isa (Yesus) tetapi juga simbol ketaatan pada Tuhan. Sedangkan sosok lain yang juga ikut berkomentar adalah pendeta senior Gereja Komunitas Evangelical, Jeramie Rinne. Ia mengatakan bahwa umat Nasrani merasa tergugah dan diberkati sebagai bagian dari Uni Emirat Arab.

BACA JUGA: 10 Potret Bukti Toleransi Tinggi Umat Beragama di Indonesia yang Bikin Hatimu Adem

Inisiatif putra mahkota ini bisa menjadi simbol toleransi yang bisa dicontoh oleh banyak orang, tidak hanya berlaku di Dubai (UEA) saja, tetapi juga berbagai belahan dunia, terutama di negara kita tercinta yang punya beragam keyakinan. Toh, tidak ada salahnya sama sekali menghargai apa yang orang lain percayai, yang tidak boleh itu, kita memaksakan, mengintimidasi orang lain untuk ikut dalam kepercayaan kita.