Telur sepertinya sudah termasuk salah satu makanan pokok yang sangat digemari masyarakat. Apalagi saat ini semakin banyak saja alternatif penyajian si telur yang membuat kita semakin ingin mencoba tiap variasinya. Karena memang meski diolah seperti apapun, yang namanya telur pasti masih memiliki rasa yang enak.

Untuk para penikmat telur, pernahkah kalian mencoba century egg atau yang biasa kita kenal dengan nama telur pitan? Dilihat dari namanya tentu saja kita semua berpikir bahwa telur yang satu berasal dari ratusan tahun silam dan akan seperti apa ya bentuknya jika si telur dibiarkan begitu lama?

Butuh proses yang cukup lama untuk membuatnya

Kalau biasanya kita cukup merebus atau menggoreng telur ayam bila ingin menikmatinya, century egg tidak demikian. Sesuai namanya, yang berarti telur ratusan tahun, kita membutuhkan waktu yang lama untuk memproses si telur. Jika biasanya telur asin hanya diproses sekitar 10 hari, untuk century egg kita membutuhkan waktu sekitar 7 minggu sampai 5 bulan.

Proses lama [image source]
Menurut cerita, century egg ini memang sudah ada sejak zaman sebelum Dinasty Ming atau sudah lebih dari 500 tahun. Sajian ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga Hunan. Kala itu dia menemukan telur bebek sisa dalam sebuah genangan air kolam berlumpur. Meski telurnya nampak sudah lama terendam dan tak lagi menarik, namun dia tetap mencoba membuka cangkangnya dan melahap telur tersebut. Dan tanpa disadari ternyata rasanya sangat enak bila dibanding telur biasa. Sejak itulah kemudian warga mencoba membuatnya sendiri.

Proses pengawetannya membutuhkan beberapa bahan yang tak biasa

Telur yang digunakan untuk membuat century egg ini biasanya adalah telur bebek maupun telur burung puyuh, namun sah-sah saja jika kita ingin membuatnya dengan menggunakan telur ayam. Adapun bahan yang diperlukan untuk menciptakan century egg yang lezat adalah tanah liat, abu kayu bakar, kapur, sekam padi, dan terkadang juga menggunakan teh hitam.

Bahan pembuatan [image source]
Awalnya campurkanlah bahan-bahan seperti tanah liat, abu, dan kapur beserta sedikit air untuk membuatnya kental. Setelah itu simpan adonan ini dalam waktu semalam sebelum keesokan harinya menjadi tempat peletakan telur. Setelah itu baru diamkan telur di dalam adonan tadi dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya dibalut dengan sekam padi.

Warnanya hitam dan baunya menyengat

Karena telur ini merupakan hasil pengawetan, siap-siap saja dengan bau menyengat yang dikeluarkan. Banyak orang yang enggan mencoba telur ini lantaran baunya yang tidak enak serta warnanya yang sama sekali tak menggugah selera. Menurut masyarakat, century egg ini mengeluarkan bau seperti halnya amonia. Century egg yang berhasil umumnya berubah warna menjadi hitam untuk bagian putih telur dan memiliki tekstur layaknya sebuah jeli.

Hitam dan bau [image source]
Sedangkan bagian kuning telur juga akan berubah warna lebih gelap dengan pinggiran berubah cokelat. Tekstur telur ini juga disebut-sebut sangat berbeda, karena untuk bagian kuning telurnya saja akan terasa creamy seakan kita sedang melahap keju. Bagian putih telurnya juga tak hanya berbentuk seperti jeli tapi juga bertekstur kenyal. Banyak orang yang lebih suka menyantapnya dengan bubur agar bau tidak enaknya bisa tersamarkan. Bahkan saking baunya, banyak yang menyebut makanan ini dengan nama telur kencing kuda.

Manfaat si bau untuk kesehatan

Meskipun berbau tidak enak dan memiliki bentuk kurang menggugah, telur ini dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seseorang. Century egg memiliki kandungan protein yang lebih tinggi serta karbohidrat lebih rendah jika dibandingkan dengan telur biasa. Sajian seperti ini tentu saja sangat cocok dikonsumsi kalian yang menjalani diet. Telur ini juga memiliki banyak kandungan vitamin A, B12, B, D, selenium, fosfor, serta zat besi.

Manfaat [image source]
Konsumsi telur pitan secara rutin dapat meningkatkan nafsu makan, menurunkan tekanan darah, menjaga fungsi hati, serta menjaga kesehatan mata. Itulah mengapa telur ini sangat disarankan untuk dikonsumsi para ibu hamil. Meskipun biasanya mereka memilih untuk tidak memakannya dibanding harus mual karena baunya. Telur pitan juga dapat membantu tubuh dalam menyeimbangkan kondisi asam-basa dalam tubuh agar organ bekerja lebih maksimal dan dijauhi penyakit.

‘Don’t judge the book by it’s cover.’ Mungkin pepatah itu cocok untuk telur ini ya. Karena meskipun penampakannya tidak menarik dan baunya tak sedap, tapi rasa yang diberikan dijamin membuat kita semua ketagihan. Belum lagi manfaat yang bisa kita peroleh jika sering mengkonsumsinya. Untuk yang penasaran, tidak ada salahnya mencoba membuatnya sendiri dan rasakan sensasi creamy nya.