Bukan satu atau dua kali seorang mahasiswa ditemukan menyimpan atau menanam ganja di dalam kos-kosan mereka. Sebelumnya, seorang mahasiswa di salah satu PTN Malang tercyduk karena punya tanaman ganja di kontrakan mereka. Dirawat layaknya tanaman, ganja ini tumbuh subur dengan bantuan kaca cermin dan lampu led.

Kasus terbaru terjadi lagi pada salah satu mahasiswa di Universitas Sumatera Utara. Adalah Hotalan Tua Sitompul (23) yang menyimpan puluhan kilogram ganja di dalam kamar kosnya. Untuk ukuran orang yang masih berstatus sebagai pelajar tentu hal ini tindak kejahatan yang tidak banyak terpikirkan oleh otak mahasiswa lain. Cerdas sekali dong jika sampai ia bisa menyimpan barang haram tersebut dalam jumlah fantastis tanpa sebelumnya ketahuan pihak berwajib.

Aksinya ternedus setelah ada laporan dari masyarakat setempat

Ilustrasi gnaja kering [Sumber gambar]
Melensir sumut.idntimes.com, Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan bahwa mahasiswa ini memang sudah menjadi incaran pihak kepolisian. Pihak berwajib sendiri sudah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas yang mencurigakan di kamar kos tersebut. Hunian Hotalan Tua Sitompul sendiri berlokasi di Jalan Bangun III Pasar Setia Budi, Medan.

Penggerebekan oleh pihak kepolisian langsung

Hotalan Tua Sitompul [Sumber gambar]
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian bertindak cepat dengan mendatangi kos-kosan yang disebut milik Ibu Sembiring itu. Hasilnya memang benar, Hotalan Sitompul kedapatan menyimpan 22 bungkus narkoba (dalam hal ini berbentuk ganja kering) dengan total berat 21 kilogram. Sudah tidak dapat lagi menolak, Senin lalu Hotalan berhasil diringkus oleh polisi dan digelandang ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan. Duh, bukannya belajar malah foya-foya.

Penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini

Ilustrasi ganja yang ada di bungkusan [Sumber gambar]
Bersama dengan 22 bungkus ganja tersebut, pihak berwajib juga menyita satu unit sepeda motor Yamaha Vixion BK 4469 ACS. Hingga sekarang pihak kepolisian masih mengusut dan menyelidiki kasus ini. Masih belum diketahui motif Hotalan menyimpan barang terlarang tersebut, apakah ia menjadi pengedar, atau mungkin dipakai untuk dirinya sendiri. Polisi masih terus akan mengawal kasus ini.

Kejadian yang sering sekali menjangkit mahasiswa

Kejadian sebelumnya di malang [Sumber gambar]
Masalah penyalahgunaan narkoba bukanlah hal yang asing bagi remaja, termasuk mahasiswa. Hotalan mungkin salah satu dari mereka yang nahas dan ketahuan karena kepemilikan barang haram tersebut. Kejadian yang sama –kali ini menanam ganja pernah terjadi di Malang, hal ini cukup mengejutkan mengingat mereka melakukan cara manual agar si ganja bisa tumbuh subur walaupun berada dalam ruangan. Mahasiswa di salah satu kampus di Bandung juga pernah tercyduk membudidayakan ganja di dalam lemarinya. Ide antimainstreamnya cerdas bukan? Iya, tapi salah tempat.

BACA JUGA: Anti-Mainstream, Tiga Mahasiswa di Malang Ini Tercyduk Tanam Ganja di Kontrakan

Pada tahun 2018 lalu, berdasarkan laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) ada sekitar 2 juta orang mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia yang terlibat dalam bisnis jual-beli-pakai narkoba. Hal ini merupakan jumlah yang cukup fantastis dan melampaui pemakai dari kalangan pekerja yang hanya 1,5 juta jiwa. Itu artinya, narkoba di kalangan mahasiswa adalah masalah yang cukup serius, penyuluhan yang dilakukan di kampus-kampus nampak tidak begitu berarti mengingat seringnya pihak berwajib mengamankan mahasiswa yang bermasalah di ranah ini.