Sebagai seorang pembalap kehebatan Marc Marquez tidaklah usah diragukan lagi. Selain kini berada di puncak klasemen MotoGP 2018, beberapa tahun kebelakang ia juga sukses menjadi juara dunia di ajang tersebut. Sebuah hal yang menjadi bukti, kalau meski berusia muda asalkan mau berusaha apapun dapatlah dicapai. Namun di balik potensinya yang luar biasa Marquez acap kali membuat pembalap lain naik pitam.

Gaya balapannya yang ‘liar’ kerap membuat pembalap lainnya harus terkena imbasnya. Seperti salah contohnya ketika Valentino Rossi harus terjatuh setelah bersenggolan dengan pria Spanyol di seri balap Argentina. Baru-baru ini giliran Lorenzo yang harus meradang lantaran terjatuh setelah adu cepat dengannya. Sebuah hal yang menjadikannya mulai mendapatkan musuh. Dan berikut kisah Lorenzo dengan Marquez di Sirkuit Aragon.

Arogansi Marquez disebut Lorenzo jadi penyebab ia terjatuh

Lorenzo Crash [Sumber Gambar]
Mungkin bagi kalian yang melihat jalannya balapan di Sirkuit Aragon akan mengetahui bagaimana secara tiba-tiba seorang Lorenzo terjauh. Memulai balapan dari nomor satu, penunggang Ducati ini harus menyudahi balapan di lap awal. Usut punya usut, insiden jatuhnya X-Fuera ini ada hubunganya dengan Marquez. Seperti yang diungkapkan Lorenzo yang dilansir dari Liputan 6, pria 31mengaku jika “saya melihat Marc masuk ke dalam sangat agresif, dan tidak menikung, karena Anda melihat dia merampungkan tikungan di bagian hijau,” sambung Lorenzo. Sebuah pandangan jika dilihat ditayangan ulang sedikit ada benarnya.

Insiden jatuh membuat Lorenzo harus mengalami cedera

Lorenzo Jatuh [Sumber Gambar]
Selain harus meradang lantaran gagal finis, pria asal Spanyol rupanya juga alami hal serius setelah terjatuh. Dilansir laman Detik.com, ia mengalami cedera patah tulang metatarsal kaki kanan. Tak hanya itu mantan Juara Dunia GP 2015 ini juga alami dislokasi pada jempol kakinya. Kondisi yang konon katnya juga mengancamnya untuk bisa balapan di sirkuit Buriram Thailand. Cedera ini juga seperti memutus track recond bagus X-Fuera yang dalam beberapa balapan yang lalu mampu menunjukan performa bagus dengan motor Ducatinya. Tercatat sejak seri Italia hingga sekarang sudah menorehkan 3 kali kemenangan.

Marquez sukses menjadi juara dan mantap dipuncak klasemen

Marquez juara Aragon [Sumber Gambar]
Di balik kegagalan Lorenzo, nasib lebih mujur dirasakan oleh Marc Mrquez. Baby Allien ketika itu sukses menjadi yang nomor satu di Sirkuit Aragon. Kendati dalam proses ia harus berduel sengit dengan Dovizioso dan Iannone, namun pada akhirnya sukses mengunci gelar. Sebuah kemenangan yang memperkokoh posisinya di puncak klasemen. Pria Spanyol ini unggul 72 poin dari saingan terdekatnya Andre Dovizioso. Selain itu, dengan kemenangan di Aragon menjadikannya sudah 11 kali menjadi yang terbaik. Hasil yang membuatnya kini di favoritkan menjadi juara MotoGP 2018.

Kedua pembalap sudah berdamai

Marquez dan Lorenzo [Sumber Gambar]
Tak seperti dengan Vale, insiden Lorenzo dan Marc Marquez ternyata sudah sampai babak akhir. Dimana kedua pembalap asal Negeri Matador ini sudah saling memberikan klarifikasi dan memaafkan. Dilansir laman Bola, inisiatif diambil dahulu oleh Marquez dengan menghubungi Lorenzo via telepon langsung. Menurut Lorenzo lewat akun Twitter, pembalap nomor 93 memberikan penjelasan secara jantan. Tak hanya itu, juara dunia tahun lalu itu juga mendoakan agar calon rekannya di Honda ke depan segera diberikan kesembuhan. Hal sportive yang patut untuk kita contoh ya sobat.

Beberapa ulasan tadi menjadi bukti kepada kita semua jika gaya Marc Marquez memang kerap agresif dan ‘membahayakan’. Tapi hal tersebut bukanlah alasan untuk memusuhi pembalap muda potensial tersebut. Pasalnya, dibalik sikapnya yang seperti itu, ia memiliki beberapa hal positif yang layak dicontoh. Seperti perlahan mengubah gaya balap dan meminta maaf kepada Lorenzo langsung tadi.