in

Patut Dicontoh, Beginilah Cara Malaysia Hukum Kesebelasan yang Tidak Menggaji Pemainnya

Menunggak gaji pemain, agaknya menjadi sebuah kalimat yang tidak asing di telinga pencinta sebak bola Indonesia. Dari kasta terbawah hingga paling atas yang dicap paling baik banyak kesebelasan  pernah melakukan hal tersebut. Pada umumnya pengelolaan dana dan bangkrutnya manajemen menjadi penyebab adanya klub tanah air yang tidak memberikan gaji untuk pemain tanah air.

Seperti beberapa waktu lalu dialami oleh Sriwijaya yang harus menunggak gaji pemainnya. Kisah tersebut juga pernah dialami Persik Kediri dan  salah satu tim Sumatera Utara yakni PSMS Medan. Sebagai seorang pesak bola yang menggantungkan hidup dari olahraga ini, gaji menjadi barang yang penting. Tanpa hal tersebut atlet-atlet tersebut sedikit banyak tentunya merasakan kesengsaraan. Seperti sudah mengetahui efek buruk dari hal itu, Federasi Sepak Bola Malaysia akan memberikan saksi tegas untuk salah satu kesebelasan di kompetisi Negeri Jiran melakukan penunggakan gaji terhadap pemain.

Kesebelasan Kuatan FA [Sumber Gambar]
Kuantan FA menjadi bukti bagaimana kejamnya induk organisasi sana dalam menanggulangi masalah ini. Melansir laman Indosport, klub Liga Teratas Malaysia tersebut dicoret dari kompetisi lantaran melakukan penunggakan gaji. Tercatat dalam kurun 11 bulan Kuantan FA tidak memberikan gaji terhadap pemainnya. Sebetulnya operator kompetisi yakni Malaysia Football League (MFL) sudah memberikan bantuan untuk pihak manajemen Kuantan FA untuk melunasi gaji. Namun, hingga batas waktu yang disepakati tidak ada penyelesaian signifikan. Malahan beberapa pemain klub itu melakukan aksi mogok untuk bermain saat berhadapan dengan PDRM.

Federasi sepak bola Malaysia [Sumber Gambar]

Apa yang dilakukan MLF adalah gambaran bagaimana mereka mencoba menata kompetisi Negeri Jiran dengan baik. Selain itu, juga dapat melindungi karier pesepak bola yang menggantungkan hidup dari olahraga tersebut. Bila dilihat secara sekilas kondisi tersebut sangat berbeda dengan kompetisi di Indonesia. Sejauh mata memandang tidak banyak klub tanah air yang alami nasib seperti Kuantam FA. Kendati demikian, beberapa kali PSSI juga memberikan saksi berupa denda untuk klub menunggak gaji.

Namun pernah juga induk organisasi tertinggi sepak bola Indonesia itu dihukum FIFA lantaran permasalahan ini. Dilansir Liputan 6, FIFA menjatuhkan hukuman lantaran PSSI lalai menghukum anggotanya yang menunggak gaji. Apakah hal terus bukti PSSI lalai? Biar kalian sendiri yang menjawabnya. Terlepas dari hal tersebut, permasalahan gaji tetaplah bentuk dari kesemerawutan dalam mengurus sepak bola negara kita saat ini. Apabila dibiarkan dampaknya jelas akan sangat merugikan untuk perkembangan olahraga ini di tanah air.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Ala Alatas, Sosialita Super Tajir yang Punya Kedermawanan Luar Biasa

Sering Dilakukan, 4 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Faktor Pemicu Kerusakan Otak