in

Dikritik Balik DPR, Ini Sentilan Najwa Shihab pada Pemerintah yang Menuai Simpati Netizen

Kritik dalam video surat terbuka diunggah oleh Najwa Shihab di instagram pribadinya. Tayangan berdurasi 4 menit 56 detik membuat sejumlah anggota DPR RI mengkritik balik dirinya. Dalam video tersebut, Najwa mempertanyakan sejumlah kinerja para anggota DPR yang seolah tidak fokus, terlebih saat Indonesia sedang berada dalam krisis akibat Covid-19.

Unggahan ini ternyata memberikan reaksi mengkritik balik dari beberapa anggota DPR yang tak terima. Seperti Arteria Dahlan misalnya, ia mengancam Najwa untuk meminta maaf atau akan membocorkan aibnya ke publik. Tak hanya Arteria saja yang bereaksi, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa menilai kritikan Najwa Shihab tidak dilengkapi dengan data. Inilah sentilan Najwa yang membuat DPR kebakaran jenggot.

Akhir dari kebijakan Yasonna membebaskan napi selama wabah corona

Yasonna Laoly memang merupakan salah satu menteri yang terkenal dengan sejumlah pernyataan kontroversi. Yang terbaru belakangan adalah membebaskan puluhan ribu narapidana korupsi dengan tujuan agar mereka tidak terkena Covid-19.

Dilemma pembebasan napi [sumber gambar]
Dalam unggahan videonya, Najwa juga mempertanyakan kembali bagaimana akhir dari kebijakan yang Yasonna anggap bisa mengurangi risiko napi terkena wabah virus ini. Faktanya, kebijakan ini malah menimbulkan pungli di kalangan petugas penjara, serta Kemenkumham sendiri yang mengaku pusing. Padahal kebijakan itu mereka yang mengeluarkan loh. Ini belum soal para napi give away yang kembali melakukan kejahatan dan bikin resah masyarakat.

Diskusi antara pulang kampung dan mudik dengan Presiden Jokowi

Dalam rangka untuk memutus rantai Covid-19, Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik. Akan tetapi, larangan itu belum secara resmi dikeluarkan, akibatnya ada banyak sekali pemudik yang sudah curi start dengan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Saat wawancara esklusif bersama Najwa Shihab, Nana mempertanyakan hal tersebut kepada sang presiden.

https://www.instagram.com/p/B_RfDlnjyIq/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=embed_video_watch_again

Dari pertanyaan itulah Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa banyaknya warga yang pulang ke daerahnya bukan mudik, tapi pulang kampung. Saat mendengar jawaban itu, Najwa sebagai host sempat mempertanyakan apa bedanya pulang kampung dengan mudik, toh itu hanya soal waktu pelaksanaan. Jawaban ini kemudian menjadi trending di berbagai media sosial. Berkat desakan pertanyaan tersebut, Presiden Jokowi secara resmi melarang adanya kegiatan mudik atau pulang kampung.

Kritik untuk DPR yang tak serius tangani wabah Covid-19

Bertajuk ‘Kepada Tuan Puan DPR yang Terhormat’, surat terbuka ini ditujukan kepada anggota DPR yang dianggap tak serius dalam menangani adanya wabah corona. Di tengah pandemi dan rakyat yang sepenuhnya menggantungkan harapan pada pemerintah, anggota DPR malah sibuk mengurus hal lain yang dianggap kurang urgent.

Contohnya saja, RUU Omnibus Law yang banyak ditolak oleh netizen karena dinilai mementingkan investor di atas kebutuhan pekerja. Selain RUU Omnibus Law ini, ada RUU KUHP yang masih terus akan dibahas, padahal di tahun 2019 RUU ini sudah diserbu demo masyarakat. Selain itu ada pula RUU Pemasyarakatan, yang dilanjut dengan gurauan terkait ‘apakah ada koruptor yang ingin segera bebas’. Najwa menilai bahwa produk hukum UU yang akan dibahas itu juga berpotensi cacat saat para pejabat nekat membahasnya di tengah hiruk pikuk corona. Hal itu juga jadi bukti bahwa penanganan Covid-19 saat ini bukan prioritas mereka.

Tindakan lain selama corona yang dinilai kurang berguna

Selain beberapa isu di atas, DPR dinilai mengajak ribut rakyat karena beberapa tindakan yang kurang berguna selama wabah. Seperti, kegiatan impor jamu illegal dari Tiongkok yang katanya akan diberikan kepada pasien Covid-19. Setelahnya, muncul polemik bantahan bahwa Satgas Covid-19 menyebut prosesnya diproduksi di Jakarta.

Satgas DPR saat beri sumbangan [sumber gambar]
Kemudian ada lagi berita terkait jamu yang mengandung bahan berbahaya, yang kemudian dibantah oleh Satgas DPR bahwa jamu itu memang sedang dalam proses perizinan ke BPOM. Kritik juga disampaikan oleh netizen untuk para Satgas DPR yang berfoto memakai APD saat akan memberikan sumbangan. Tenaga medis saja kekurangan APD loh~

BACA JUGA: 5 Perempuan Terkaya Indonesia, Masuk Daftar Forbes hingga Punya Harta Rp 8 Triliun

Karena surat terbuka inilah Najwa Shihab diserang balik oleh beberapa anggota DPR. Nana dianggap kurang data, ia hanya sekadar opini atau asumsi belaka tanpa cek dan ricek lagi fakta di lapangan. Kritik ini kemudian mengundang simpati para netter yang kemudian mendukung Najwa karena telah menyampaikan suara mewakili uneg-uneg masyarakat.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari ini, 6 Mei 2020

5 Pelatihan Unik Ala Program Kartu Prakerja, Salah Satunya Kursus Mancing Seharga Rp 800 Ribu