Tidak dapat dipungkiri kalau sepak bola Indonesia makin hari tambah berkembang. Entah itu dari segi kualitas para pemainnya hingga kompetisi yang lumayan maju. Jadi bukan hal yang aneh  tidak hanya dari Indonesia, bahkan luar negeri pun mengakuinya.

Buktinya seperti beberapa klub di Indonesia, lantaran memang diakui bahkan beberapa tim asal luar negeri sengaja datang ke tanah air. Bukan karena apa, mereka memang datang hanya untuk menimba ilmu di klub kita. Seperti apa lengkapnya? Simak ulasan berikut.

Terpesona dengan Arema, klub Jepang rela ke Malang

Sejarah karir klub Singo Edan Arema, memang sempat menempati posisi paling tinggi di sepak bola Indonesia. Oleh sebab itu bukan hal yang aneh kalau beberapa klub lain membuatnya jadi panutan. Namun siapa sangka tidak hanya di Indonesia, klub dari negeri sakura pun mengidolkan klub asal Malang ini.

JUFA dan Arema [image source]
Tak tanggung-tanggung, mereka membawa langsung seluruh pemainnya untuk studi banding ke Indonesia. Tepatnya tahun 2012, selama beberapa hari JUFA, salah satu klub Jepang berada di Malang untuk mendapatkan ilmu tambahan dari Arema. Tentu hal ini jadi sebuah kebanggaan sendiri bukan hanya untuk Arema namun juga Indonesia.

Selalu jadi papan atas, Persib jadi tempat berguru klub negeri tetangga

Nama Persib mungkin sudah terkenal sebagai salah satu tim bola papan atas Indonesia. Ditambah lagi, klub asal Bandung ini sering kali memboyong pemain-pemain dunia seperti Essien ke Indonesia. Jadi bukan hal yang aneh kalau tidak hanya di Indonesia, namun luar negeri pun banyak yang mengidolakannya.

Persib dan PKNS [image source]
Hal itu terbukti saat PKNS FC, salah satu klub asal negeri Jiran Malaysia sengaja datang buat studi banding ke Persib. Bahkan mereka menawarkan beberapa kerja sama antara kedua klub, sehingga sama-sama meningkatkan kualitas. Tentu ini jadi bukti kalau memang Persib jadi panutan bagi klub di luar negeri.

Persija jadi rujukan beberapa klub di ASEAN

Beberapa waktu yang lalu dalam pertandingan Persija kontra PSM ada pemandangan yang tidak biasa. Ya pasalnya di sana ada beberapa perwakilan dari klub luar negeri yang datang menonton. Klub-klub tersebut adalah  Beoung Ket FC (Kamboja), Lao Toyota (Laos), Global Cebu (Filipina), SLB Laulara (Timor Leste), Yadarnabon (Myanmar), Chonburi (Thailand), Felda dan Selangor FA (Malaysia).

Perwakilan beberapa klub ASEAN [image source]
Usut punya usut, hal itu dilakukan karena memang adanya agenda beberapa negara untuk mempelajari gaya sepak bola masing-masing. Sedangkan dipilihnya Persija sendiri memang lantaran kualitas dari klub ini yang memang patut untu dijadikan percontohan oleh tim lain.

Selalu diundang main di liga luar, Sriwijaya FC jadi panutan

Klub besar lain yang juga jadi “kiblat” bagi tim lain adalah Sriwijaya FC.  Ya, selain bertabur dengan pemain-pemain bintang, siapa sangka sangat banyak tawaran dari luar pada klub yang satu ini. Bukan untuk pinjam pemain, melainkan justru untuk jadi tamu kehormatan main di sana.

Sriwijaya FC [image source]
Misalnya saja beberapa waktu yang lalu Malaysia sempat menyodorkan niatannya memboyong Sriwijaya untuk pembukaan turnamen pra musim di sana. Tak hanya Negeri Jiran, Vietnam pun juga sempat menawarkan hal serupa pada Sriwijaya. Tentu hal ini menjadi bukti bagaimana dihormatinya klub asli Indonesia ini.

Dengan adanya klub-klub tanah air ini, jelas membuktikan kalau kualitas bola kita sudah tidak lagi ecek-ecek. Bayangkan saja, klub-klub asing saja berguru pada Indonesia. Jadi bukan lagi impian kosong jika sepak bola Indonesia bisa mendunia.