Kesuksesan hanyalah milik mereka yang bekerja keras tanpa kenal lelah. Kata-kata mutiara ini rupanya dipegang erat oleh Agustinus. Pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merasakan betul, bagaimana perjuangannya dari nol hingga sukses sebagai pengusaha. Kota besar Jakarta menjadi saksi, bagaimana ia berjuang demi kehidupannya.

Bermodalkan ijazah SMA, Agustinus nekat merantau mencari pekerjaan di Jakarta. Sayang, usahanya melamar sebagai pegawai swasta banyak menemui kegagalan. Hingga akhirnya, sebuah tawaran menjadi Office Boy (OB) pun diambilnya. Pikirnya daripada lama-lama menganggur di Jakarta, ia pun mengambil tawaran tersebut.

Ilustrasi Office Boy [sumber gambar]
Agus pun menjalani hari-harinya sebagai seorang OB. Hebatnya, Agus tak tidak pernah malu untuk belajar mengenai hal yang baru. Di samping ketekunannya di pekerjaan, ia akhirnya berhasil mendapatkan promosi naik jabatan menjadi seorang tukang pengirim barang. Dari yang biasa memegang peralatan kebersihan, Agus kini harus membiasakan diri dengan komputer.

Mulai biasakan diri dengan komputer [sumber gambar]
Akhirnya bos mempercayai kerja saya, jabatan saya naik dari office boy (OB) menjadi tukang pengiriman barang,” ujar Agus yang dilansr dari news.indotrading.com.

Selama menjalani pekerjaan, Agus rupanya tertarik dengan dunia marketing. Ia pun memutuskan untuk belajar kepada teman sekantornya di departemen pemasaran. Singkat cerita, kemampuan Agus dalam pemasaran pun akhirnya diketahui oleh atasannya. Secara resmi, ia diangkat menjadi staff marketing pada 2003. Dari sinilah kesuksesan perlahan menghampiri dirinya.

erhasil diangkat sebagai staff marketing [sumber gambar]
Prestasinya di bidang pemasaran, membuat karir Agus berkembang pesat. Ia pun mulai dipercaya pelanggan untuk membeli produk yang ia tawarkan. Wawasan dan relasinya semakin meningkat dan luas. Perusahaan pun akhirnya mengangkat Agus sebagai Manager Marketing. Sayangnya, baru beberapa hari menjabat, ia terpaksa dipecat karena perusahaan tempatnya bekerja tersandung sebuah kasus ketenagakerjaan.

sempat bangkrut berkali-kali [sumber gambar]
Ia pun memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri di bidang yang sama, yaitu penjualan perlengkapan fire safety. Bersama kedua rekannya, Agus sempat mengalami jatuh bangun dalam memulai bisnis. Mulai ditipu rekanan beberapa kali hingga kehilangan aset berharga. Namun, hal tersebut malah menjadi cambuk sekaligus tantangan baginya untuk kembali memulai usaha.

Kantongi pendapatan hingga Rp 600 juta [sumber gambar]
Hingga pada akhirnya, berdirilah CV Wita Kharisma Jaya pada 2009. Usahanya ini terus maju dan berkembang pesat setelah berhasil menggaet klien-klien besar. Produk fire safety-nya seperti alat pemadam api dan hydrant box, laris manis di pasaran. Pelanggannya adalah pengembang properti besar seperti Podomoro, Agung Sedayu, group Paramount, Sumarecon Group, Alam Sutra, dan Sinarmas. Tak heran, Agus kini berhasil mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 600 jutaan.

syukurnya nih mereka sudah percaya sama kita dan tinggal dijaga saja,” pungkas Agus yang dilansir dari news.indotrading.com.

Jatuh bangun dalam dunia bisnis adalah hal yang lumrah terjadi. Sama seperti yang dialami oleh Agustinus di atas, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari perjalanan usahanya. Intinya, jangan pernah menyerah pada nasib dan mau untuk belajar sesuatu yang baru. Inspiratif ya Sahabat Boombastis!