Apa jadinya jika seseorang melakukan tindakan penipuan dengan menyamar sebagai pilot dan terbang keliling dunia secara cuma-cuma? Meski terlihat seperti film-film epik ala Hollywood, kejadian tersebut memang benar-benar ada di dunia nyata. Adalah sosok Frank William Abagnale Jr. yang menjadi penipu ulang tersebut.

Berkat kelihaiannya menyamarkan identitas, ia berhasil memalsukan dokumen dengan berpura-pura menjadi seorang pilot gadungan. Menerbangkan pesawat pula! Aksi nekatnya ini sempat diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh aktor kenamaan Hollywood. Selengkapnya, berikut ini kisah Frank yang akan membuatmu geleng-geleng.

Memalsukan identitas dan menjadi pilot gadungan

Sebelum masyhur sebagai pilot gadungan, Frank merupakan sosok yang dikenal ahli dalam hal penipuan identitas dan finansial. Salah satu kejahatan besarnya adalah memalsukan cek senilai US$2,5 juta di 26 negara selama lima tahun. Aksinya ini bahkan dilakukannya saat Frank masih berusia 16 tahun.

Seragam pilot dan identitas palsu bertuliskan nama Frank Taylor [sumber gambar]
Aksi Frank lainnya yang kelak membuat namanya dikenal publik adalah, saat dirinya sebagai seorang pilot dari maskapai Pan American World Airways (Pan Am). Tak banyak yang menyadari bahwa hal ini dilakukannya sebagai bagian dari kelanjutan kejahatan finansial yang telah dilakukannya, yakni agar dirinya bisa menguangkan cek dengan statusnya sebagai pilot. Sialnya, baik maskapai Pan AM dan pihak bank tak mencurigainya.

Terbang gratis menuju ke berbagai negara

Langkah yang pertama dilakukan Frank adalah dengan menghubungi pihak maskapai dan mengatakan dirinya adalah seorang pilot yang kehilangan seragamnya di hotel. Ia juga berhasil memalsukan lisensi penerbangan yang seolah-olah dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Frank saat mengemudikan pesawat sebagai pilot gadungan [sumber gambar]
Berbekal ID pilot dan lisensi terbang palsu, Frank sukses menerbangkan pesawat ke 26 negara dengan total jarak tempuh sejauh 1.000.000 mil dalam 250 kali penerbangan. Selama itu pula, pria kelahiran Bronxville, New York, 27 April 1948 ini juga mendapat layanan menginap gratis di hotel-hotel yang disinggahinya.

Momen tegang saat berada di ketinggian 30.000 kaki

Kehebatan Frank dalam melakukan penyamaran juga dibuktikannya saat ia ditawari untuk mengemudikan pesawat pada ketinggian 30.000 kaki. Pilot di sebelahnya yakin jika ia bisa melakukan hal tersebut. Frank tak kehilangan akal. Sistem auto-pilot pun diaktifkannya secara kilat. Beruntung, penerbangan hari itu berlangsung lancar.

Sempat kendalikan pesawat di ketinggian 30.000 kaki [sumber gambar]
“Kala itu saya sadar bahwa nyawa dari 140 penumpang berada di tangan saya – termasuk nyawa saya sendiri. Saya langsung berinisiatif untuk menyalakan sistem auto-pilot, karena jangankan untuk menerbangkan pesawat, menerbangkan layang-layang saja saya tidak bisa.” ungkap Frank di kemudian hari.

Kisahnya dituangkan dalam sebuah film berjudul ‘Catch Me If You Can’,

Sepak terjang Frank yang melakukan penipuan finansial hingga menyamar sebagai pilot gadungan, kemudian diangkat sebuah ke film layar lebar yang berjudul ‘Catch Me If You Can (2002) yang dibintangi oleh aktor Leonardo DiCaprio. Film dengan rating 8,1 di imdb itu merupakan kisah nyata yang diambil dari aksi Frank selama melakukan penipuan.

Film Catch Me If You Can yang mengisahkan penipuan Frank sebagai pilot gadungan [sumber gambar]
Sepak terjang Frank terhenti setelah dirinya tertangkap dan dipenjara di Petersburg, Virginia. Namun, ia kemudian dibebaskan secara bersyarat dan harus mengajari anggota FBI mengenai metode penipuan identitas dan penipuan finansial yang pernah dilakukannya.

BACA JUGA: Kisah Anthony Gignac, Tipu Orang-orang Kaya Dunia dengan jadi ‘Pangeran Arab’ Palsu

Pada 1999, Frank mendirikan sebuah perusahaan di bidang jasa yang bernama Abagnale & Associates, yang memberikan edukasi soal penipuan dan kejahatan finansial kepada industri perbankan. Dirinya juga menghabiskan waktu selama 30 tahun lebih sebagai pakar dalam hal penipuan dokumen, pemalsuan dan penggelapan yang bekerja sama dengan FBI.