Lama tak terdengar kabarnya, nama Aris Idol tiba-tiba mencuat ke permukaan setelah dikabarkan diciduk polisi akibat tersangkut kasus narkoba. Dilansir dari news.detik.com, ia ditangkap disebuah apartemen bersama empat orang lainnya. Saat dilakukan tes urine, pria bernama asli Januarisman Runtuwene positif mengkonsumsi narkoba.

Ironis memang. Aris yang merupakan juara Indonesian Idol pada 2008 itu, harus melalui jalan terjal sebelum mengecap ketenaran sebagai artis. Karirnya di dunia hiburan yang hanya berjalan sesaat, akhirnya membuat Aris harus tersungkur pada obat-obat terlarang. Berkaca dari kisah yang ia alami, kita pun bisa mengambil sisi positif dari sosoknya untuk direnungkan dalam hidup ini.

Sosok pekerja keras demi keluarga

Menjadi pengamen jalanan demi mencari nafkah [sumber gambar]
Sebelum sukses di ajang Indonesian Idol, Aries mencari nafkah dengan menjadi pengamen dari bus hingga ke stasiun. Dilansir dari liputan6.com, ia bahkan kerap jarang makan dan hanya menghabiskan rokok jika sudah keasyikan ngamen. Saking rajinnya mencari nafkah, Aris berangkat ngamen sejak pukul 1 siang dan pulang sekitar jam 9 malam. Meski demikian, ia tetap menikmati pekerjaannya itu demi keluarga di rumah.

Berjuang meraih cita-cita di ajang pencarian bakat Indonesia Idol

Berjuang keras di ajang Indonesian Idol 2008 [sumber gambar]
Jalannya menjadi seorang artis mulai terbuka lebar saat mengikuti audisi Indonesian Idol 2008 silam. Beruntung, penampilan Aris saat pertama audisi sukses membuat para juri kagum dengan suaranya. Tak lama, ia pun lolos dan mulai bertarung dengan peserta lainnya hingga melaju ke babak final. Suaranya yang khas, membuat Aris akhirnya berhasil menjadi juara pertama ajang pencarian bakat itu. Disusul Gisella Anastasia alias Gisel di posisi kedua. Sayang, ia sempat terlena sesaat akibat euforia sebagai artis baru id dunia tarik suara.

Sempat terkena starsyndrome dan bertaubat demi kebaikan di dalam rumah tangganya

Sempat terlena dengan popularitas [sumber gambar]
Sayang, karirnya di dunia musik sempat terganggu lantaran hubungan yang kurang harmonis dengan sang istri. Statusnya sebagai artis pendatang baru, membuat Aris sempat terkena virus starsyndrome yang membuat perilakunya berubah. Puncaknya saat ia terlibat pertengkaran dengan sang istri. Laman hot.detik.com menuliskan, pada 2009 Aris hampir bercerai dengan sang istri. Untungnya ia sempat tersadar dan meminta maaf atas semua kesalahan yang ia lakukan tersebut.

Tak malu jalani profesi lain meski tengah redup

Tak malu jalani profesi sebagai sopir taksi online [sumber gambar]
Meski karirnya di dunia hiburan tersendat-sendat, Aris tetap berupaya untuk bangkit dari keterpurukan. Tak ingin mengandalkan rezeki dari dunia artis, ia bahkan tak malu harus ‘turun kelas’ melakoni profesi sebagai sopir taksi online. Ya, ia kembali ke jalanan setelah jarang tampil di layar kaca. Rasa tanggung jawabnya sebagai keluarga tergugah demi kelangsungan hidup dengan istri dan anaknya.

Mau meminta maaf terhadap sang istri

Ditangkap karena kasus narkoba [sumber gambar]
Sayang, gemerlap pergaulan bebas sekali lagi membuat Aris harus tersungkur untuk kesekian kalinya. Laman hot.detik.com menuliskan, ia ditangkap bersama empat orang lainnya di sebuah apartemen saat mengkonsumsi narkotika. Hasil tes urine pun menunjukan hasil positif bahwa Aris memang menikmati barang haram tersebut. Sekali lagi, jebolan Indonesian Idol 2008 itu meminta maaf dan ampun pada sang istri. Padahal, Aris sebelumnya pernah melakukan KDRT dan cekcok dengan pasangannya itu saat awal-awal ia menjadi bintang baru di dunia tarik suara. Kini, ia tampaknya menyadari kesalahannya karena terjatuh untuk yang kedua kali.

BACA JUGA: 5 Artis yang Terjerat Narkoba Ini Hanya Divonis Beberapa Bulan Penjara, Kata Netizen: Ckckck

Narkoba memang bisa menjerumuskan siapa saja tanpa pandang bulu. Mulai dari kalangan artis hingga orang biasa, menjadi gaya hidup hingga pelarian karena frustasi, seolah menjadi pembenaran yang hakiki. Namun semuanya telah menjadi bubur. Meski Aris kini ditahan karena kasus narkoba, toh setidaknya ia pernah berjuang untuk menjadi yang terbaik bagi keluarganya. Meski masih ada kekurangan di sana-sini.