Nama besar Kepolisian Indonesia kembali harum berkat tindakan heroik nan inspiratif dari Aiptu Rutaman. Dilansir dari kumparan.com, anggota Polisi Lalu Lintas yang berdinas di Kepolisian Resor Way Kanan, Lampung tersebut, membantu pemudik dari Bandung ketika mengalami kecelakaan jelang musim lebaran 2017 lalu.

Kisahnya menjadi viral bukan hanya karena menolong korban kecelakaan, tapi berkat inisiatifnya yang mau menalangi sementara biaya pengobatan hingga berhasil menyelamatkan nyawa orang yang ia tolong. Seperti apa kisah inspiratifnya? Simak ulasan berikut.

Berawal dari membantu korban kecelakaan

Menolong korban kecelakaan lalu lintas [sumber gambar]
Nasib nahas dialami oleh keluarga Junaidi Husin pada 28 juni 2017 pukul 01.15 WIB. Dilansir dari kumparan.com, ia dan rombongan mengalami kecelakaan di wilayah Way Kanan. Lampung. Sebagai anggota Polisi Lalu Lintas, Aiptu Rutaman langsung bergegas ke lokasi setelah mendapat laporan dari petugas piket. Terlebih, peristiwa yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal dan mobil terperosok masuk jurang. Junaidi sendiri langsung dibawa menuju rumah sakit karena mengalami luka robek yang cukup parah di bagian kepala.

Berinisiatif menalangi biaya pengobatan korban di rumah sakit

Ilustrasi Polisi [sumber gambar]
Sayangnya, RS Way Kanan yang dituju ternyata tak memiliki fasilitas yang layak untuk pengobatan. Aiptu Ritaman pun langsung membawa korban ke rumah sakit swasta di daerah Baradatu. Laman kumparan.com menuliskan, Junaidi sang korban sempat tertunda pengobatannya lantaran kekurangan biaya untuk keperluan rontgen sebesar Rp 750.000. Karena hanya membawa Rp 300.000, Aiptu Rutaman pun langsung berinisiatif untuk menalangi kekurangan biaya yang diperlukan.

Kisahnya menjadi viral dan mengundang perhatian Kapolri

Kisah Aiptu Rutaman menarik perhatian Kapolri [sumber gambar]
Berkat inisatifnya itu, kisah kebaikan Aiptu Rutaman pun tersebar di dunia maya. Terlebih, pihak keluarga Junaidi yang ditolong olehnya juga menulis ucapan terimakasih atas bantuan yang diberi lewat sosial media. Alih-alih mendapat apresiasi langsung dari institusinya, tim dari Mabes Polri pun sempat diturunkan dari pusat untuk memeriksa kebenaran kisah tersebut seperti yang ditulis oleh kumparan.com.

Sempat diperiksa oleh tim dari Mabes Polri

Mabes Polri [sumber gambar]
Secara diam-diam, tim dari Mabes dan dari Polda (Lampung), bergerak dan mengecek keabsahan dari berita viral tersebut. Laman kumparan.com menuliskan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sempat menduga cerita yang tersebar di dunia maya adalah bagian dari skenario belaka. Setelah ditelusuri, tim dari Mabes dan Polda (Lampung) menyatakan bahwa inisiatif Aiptu Rutaman adalah hal yang natural dan spontan dilakukan.

Tetap rendah hari meski telah meraih penghargaan

Atas kecekatan pada saat bertugas yang dilakukan, Aiptu Rutaman pun diberi penghargaan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Menurut Tito yang dikutip dari kumparan.com mengatakan, apresiasi yang diberikan bisa untuk memotivasi polisi lain agar memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Agar budaya-budaya melayani secara tulus seperti inilah yang harus dikembangkan di lingkungan kepolisian kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memberikan apresiasi kepada Polri,” sebut Tito.

BACA JUGA: 4 Kisah Kebaikan Polisi yang Jarang Diketahui Publik

Menolong dan mengayomi masyarakat dengan sebaik-baiknya, memang telah menjadi tugas utama seorang anggota kepolisian. Kewajiban dasar tersebut, bisa saja menjadi lebih bernilai dan memiliki makna manakala dilakukan dengan niat dan ketulusan tanpa pamrih.