Di dunia ini masih banyak pihak yang memandang sebelah mata orang-orang yang kurang beruntung. Padahal di hadapan Tuhan setiap orang memiliki tempat yang sama. Di mana pun tempatnya kita bisa melihat bagaimana orang-orang memperlakukan saudara-saudara kita yang kurang beruntung dengan tidak baik.

Hal itu juga dapat dilihat dari alur video berikut ini yang memperlihatkan perbandingan bagaimana orang-orang di restoran cepat saji ternama dan pemilik warteg memperlakukan seseorang yang berpura-pura menjadi seorang gembel dalam sebuah social experiment.

Cerita dimulai dari seorang pemuda bernama Ibaf Fabi yang mengubah penampilan berpakaian compang-camping, menggunakan sandal jepit dan mengotori dirinya

Berganti pakaian [image source]

Setelah itu dia mendatangi KFC sambil melihat-lihat dari luar pintu dan seketika para pegawai KFC berkumpul dan memanggil rekan-rekannya sambil melihat sosok di luar

Melihat KFC [image source]

Kemudian sang ‘gembel’ memasuki KFC dan langsung bertanya apakah ada makanan yang bisa dia minta. Lalu petugas bertanya pada manager dan menyiapkan makanan untuk pemuda

Meminta makanan [image source]

Selepas mendapat makanan gratis, pemuda itu menjelaskan bahwa dia sedang melakukan social experiment dan berniat membayar makanan

DIberikan makanan [image source]

Bungkusan tersebut kemudian diberikan pada seorang kakek yang memiliki kondisi fisik berkekurangan

Memberikan makanan [image source]

Setelah itu dia melanjutkan perjalanan sengaja melewati kerumunan orang untuk melihat apakah orang-orang di sekitarnya memperhatikan atau tidak

Tidak peduli [image source]

Agar semakin menarik perhatian, dia mencoba mencari sisa-sisa makanan di tempat sampah dan tetap saja tidak ada yang memperhatikan

Mencari sisa makanan [image source]

Ketika menemukan warteg, dia melepaskan alas kaki sambil melihat-lihat ke dalam. Seorang pegawai yang sebelumnya duduk di teras langsung masuk saat melihat si gembel

Masuk warteg [image source]

Saat meminta makanan pada pemilik warung, dia malah disuruh meminta makanan di tempat lain. Pemilik warung juga menegaskan bahwa dia tidak bisa memberi makanan

Ditolak Warteg [image source]

“Bila kau miskin janganlah merasa hina dan bila engkau kaya janganlah terlena. Janganlah memandang orang dari derajatnya” –Ibaf Fabi-

Dengan menyaksikan social experiment ini mungkin kita semua dapat mengambil kesimpulan bahwa ternyata pegawai tempat makan sekelas KFC masih masih lebih menghargai semua pelanggan seperti apapun penampilannya dibanding sebuah warteg. Semoga hal seperti ini tidak lagi berlanjut di mana pun lokasinya.