Kisah Dokter-Dokter Berhati Mulia Ini Ditangisi Banyak Orang Karena Kebaikannya

oleh Aini Boom
18:30 PM on Feb 25, 2017

Dokter, profesi yang diraih dengan banyak mengorbankan waktu dan uang. Kenyataannya, menjadi dokter membutuhkan minimal 6 tahun berkutat dengan diktat dan praktek. Pun, ratusan juta rupiah harus keluar dari kocek untuk bisa menyandang gelar ini. Mungkin hal itu yang membuat penggunaan jasa dokter terkenal mahal. Karenanya, banyak yang berkata,”orang miskin tidak boleh sakit”. Yang berarti, penggunaan jasa dokter dan biaya masuk rumah sakit hanya bisa dijangkau orang-orang beruang saja.

Perjuangan menjadi dokter yang tidak mudah, ternyata tidak lantas membuat beberapa dokter jadi matre. Dan terbukti ada beberapa dokter yang sangat murah hati terutama pada rakyat jelata. Jangankan mematok harga tinggi untuk pelayanannya, mereka justru menggratiskan biaya pengobatan. Tak jarang dokter-dokter ini malah memberi uang untuk menebus obat. Wah, baik sekali bukan? Karena itu saat mereka meninggal dunia, banyak orang yang merasa kehilangan hingga menangis tersedu-sedu. Siapa saja mereka? Berikut ini ulasannya.

Baca Juga
Cantiknya Istri 6 Pemimpin Daerah di Tanah Air Ini Dijamin Bikin Kamu Terpesona dan Ngiri
Kabar Siti Rohmah, Si Kasir Minimarket Cantik yang Kini Sukses Menjelma Menjadi Model

Dokter Oen Boen Ing

Meski telah tiada, dokter berdarah Tionghoa ini masih dielu-elukan masyarakat Solo karena kebaikannya. Biasa memulai praktek jam 03.00 dini hari, masyarakat yang datang sudah berjajar rapi mengantri sebelumnya. Bagi masyarakat Solo, dokter kelahiran 3 Maret 1903 itu bagaikan malaikat penolong. Pasalnya, tiap kali ditanya berapa biayanya, dokter Oen selalu menjawab ‘seikhlasnya’. Tak jarang ia hanya menerima ucapan terima kasih dari para pasien. Selama pasiennya membaik dan sembun, dokter Oen sudah sangat merasa bahagia.

dr. Oen di ruang prakteknya [image: source]
Setelah menyelesaikan pendidikan dokternya, dr. Oen mengabdikan diri di Poliklinik Kesehatan Tsi Sheng Yuan dan saat ini dikenal dengan Rumah Sakit Panti Kosala. Pada masa pendudukan Jepang, tempat praktek dr. Oen berfungsi sebagai tempat darurat untuk membantu para pejuang. Bahkan saat itu, tempat ini juga menyediakan penisilin untuk Jenderal Sudirman yang menderita TBC.

Selama hidupnya, dr. Oen mengabdi kepada semua orang tanpa memandang status atau golongan. Dokter tanpa pamrih ini tak segan-segan mengobati gelandangan hingga keluarga keraton, semuanya dianggap sama rata. Meski pada tahun 1944 ia diangkat menjadi dokter pribadi Istana Mangkunegara, namun ia tetap saja mendahulukan siapa saja yang lebih membutuhkan pertolongan. Karena loyalitasnya membantu banyak orang tanpa pamrih, dr. Oen mendapatkan penghargaan Satya Lencana Bhakti Sosial dari pemerintah. Setelah meninggal tanggal 30 Oktober 1982, namanya diabadikan dalam rumah sakit dr. Oen dan tanggal lahirnya 3 Maret digunakan sebagai peringatan HUT RS dr. Oen Surakarta.

Dokter Lie Dharmawan

Dokter kelahiran Padang ini menjalani masa kecil dalam keluarga yang amat kekurangan. Ayah ibunya bekerja apa saja demi mencukupi keluarga. Tak jarang Lie kecil ikut berjualan kue dan membantu mencucikan baju-baju orang lain. Tekadnya menjadi dokter tumbuh sejak melihat adiknya meinggal karena penyakit diare akut. Ketidakberadaan uang membuat keluarganya terlambat membawa adiknya ke dokter.

Dokter Lie Dharmawan [image: source]
Lie memutuskan kuliah di Jerman tanpa bantuan beasiswa, karena sebelumnya ia tidak di terima di berbagai universitas kedokteran di Indonesia. Akhirnya, untuk membiayai kuiahnya ia bekerja sebagai kuli bongkar muat barang, bekerja di panti jompo dan semua pekerjaan yang bisa dilakukan. Tak disangka, di Jerman ia berhasil mengantongi gelar Ph. D dengan spesialisasi ahli bedah umum, bedah torak, jantung, dan pembuluh darah.

Setelah pulang ke Indonesia ia mendirikan yayasan DoctorShare dan Rumah Sakit Apung (RSA). Bersama Lisa Suroso, ia memberikan layanan medis dan kemanusiaan secara cumacuma di berbagai wilayah Indonesia. Yayasan DoctorShare juga berhasil mendirikan Panti Rawat Gizi di Maluku Tenggara.

Rumah Sakit Apung (RSA) hanyalah sebuah kapal sederhana dari kayu yang mempunyai beberapa bilik untuk merawat pasien inap atau pasien pasca operasi. Bersama RSA, dr. Lie berlayar ke berbagai pelosok negeri untuk membantu masyarakat kurang mampu yang butuh perawatan kesehatan segera. Karena tindakannya, banyak yang menyebut dr. Lie sebagai dokter gila.

Dokter Lo Siaw Ging

Merupakan dokter kelahiran Magelang, dokter Lo selama berpraktek tidak pernah meminta bayaran sama sekali. Malahan, pasien yang tidak mampu menebus obat dibantu untuk membayarnya. Keputusan dr. Lo untuk menjalani profesi seperti ini adalah untuk menjalankan amanah ayahnya, yaitu “menjadi dokter jangan berdagang”. Artinya, menurut Lo profesi dokter adalah menolong orang sakit dan bukan menjual obat. Jika ingin kaya maka seharusnya menjadi pedagang, bukan menjadi dokter. Prinsip itulah yang selalu ia pegang teguh sebagai dokter.

dr. Lo Siaw Ging [image: source]
Dokter Lo Siaw Ging ternyata masih terbilang rekan dr. Oen, selama hampir 15 tahun bekerja dengan dr Oen, ia banyak belajar menjadi dokter yang baik dari seniornya itu. Keistimewaan dokter yang lahir pada 16 Agustus 1934 ini adalah ia selalu tahu pasien yang tidak punya uang untuk membayar. Maka, ia terbiasa memberikan pasien seperti ini resep dan menyuruh si pasien mengambil obat di apotek tanpa membayar. Justru, sang dokter di akhir bulan akan membayar biaya obat pada apotek.

Perlakuan ini bukan hanya untuk pasien yang periksa di tempat prakteknya, tapi juga untuk pasien rawat inap di rumah sakit tempatnya bekerja. Setiap bulannya, hampir 8-10 juta ia sisihkan untuk biaya rumah sakit maupun obat pasien yang tidak mampu membayar. Karena itu, alumni Universitas Airlangga tahun 1962 itu selalu hidup sederhana. Beruntungnya, istrinya selalu mendukung baktinya pada sesama. Sang istri tidak pernah mengeluh meski tinggal di rumah tua yang tidak pernah berubah sejak dibangun. Bukan rumah mewah bertingkat seperti dokter pada umumnya. Karenanya, ketabahan sang istri juga merupakan sesuatu yang disyukuri dr. Lo.

Ternyata di dunia ini masih ada beberapa orang yang lebih mementingkan orang lain dari dirinya sendiri. Rela mengorbankan waktu, materi, dan bahkan kenyamanan hidup yang seharusnya mudah diraih para dokter.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA