in

Jinichi Kawakami, Keturunan Ninja Terakhir yang Enggan Menurunkan Ilmunya Pada Siapa pun

Ninja mungkin selama ini hanya jadi cerita masa kecil kita ya. Berlatar belakang pengetahuan di masa belia saat kita sering menonton tayangan kartun Ninja Hatori, tentu saja yang ada di pikiran kita saat mendengar kata ninja tak jauh dari sosok si pembela kebenaran itu. Tidak jarang juga beberapa dari kita yang berpikiran bahwa ninja adalah salah satu tokoh dalam cerita-cerita di negara Jepang yang tidak ada versi nyatanya. Namun ternyata tahukah kamu bahwa segala cerita tentang ninja itu adalah benar adanya lho.

Siapa sangka di negeri matahari terbit itu memang sempat ada kelompok ninja yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Bahkan saat ini pun di negeri sakura masih memiliki sosok ninja yang tinggal di sana. Namun ternyata sang ninja yang dikenal dengan nama Jinichi Kawakami ini merupakan sosok ninja terakhir di Jepang.

Jinichi Kawakami ninja terakhir di dunia

Sebagai masyarakat Indonesia, cerita tentang ninja mungkin hanya sebuah dongeng sebelum tidur saja. Karena seperti yang sudah disebutkan tadi, kita hanya mengenal ninja dari aneka film action Jepang. Dan saat ini siapa sangka kisah-kisah dalam film tersebut ternyata adalah hal yang nyata. Namun sayang sekali kita hanya kebagian versi ninja terakhirnya saja. Jinichi Kawakami, seorang pria asal Jepang yang disebut-sebut sebagai ninja terakhir yang ada di bumi ini.

Jinichi dan senjata [image source]
Pria yang sebenarnya memiliki latar belakang sebagai seorang insinyur ini ternyata merupakan pemimpin ke 21 dari klan bernama Ban. Klan tersebut sendiri adalah sebuah dinasti mata-mata rahasia yang baru bisa dilacak sejarahnya kurang lebih 500 tahun lalu. Pria berusia 63 tahun tersebut menceritakan bahwa mungkin banyak orang memanggilnya sebagai ninja terakhir karena tidak ada orang lain yang pernah mempelajari keterampilan khusus. Yang mana keterampilan tersebut sudah diturunkan langsung oleh guru ninja selama sekitar lima abad terakhir.

Meski terakhir, Jinichi enggan membagikan ilmunya

Kalau biasanya sesuatu yang langka itu justru akan dilestarikan, tapi hal yang berbeda dilontarkan oleh Jinichi Kawakami. Sebagai ninja terakhir, bukannya menurunkan ilmunya pada penerus pria ini justru menyimpannya sendiri. Jinichi berpendapat bahwa ninja sudah tidak ada lagi karena segala tentang hal tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan di zaman modern ini. Keterampilan ninja disebutnya sudah tidak lagi dibutuhkan di masa sekarang ini. Itulah mengapa keterampilan ninja sekarang cuma jadi bagian seni.

Ninja Jinichi [image source]
Selain itu Jinichi juga sudah memutuskan agar ilmu ninja yang ia miliki mati bersamanya saja. Namun meski tidak diajarkan kepada siapa pin, pria ini tidak ingin melupakan kehidupan ninjanya. Oleh karena itu dia saat ini memutuskan untuk membuka sebuah Museum Ninja di Iga, 220 mil dari pusat Kota Tokyo. Bahkan belum lama ini Universitas Mie di Tokyo juga berencana membuka jurusan kuliah khusus ninja yang sekarang beberapa penelitian tentang hal itu sedang dilakukan Jinichi.

Jinichi memulai latihan ninja di usia 6 tahun

Banyak yang heran melihat sosok Jinichi sekarang. Pasalnya di usianya yang tidak lagi muda pria ini masih terlihat sangat lincah. Pria ini bercerita bahwa seni ninjutsu atau ninja itu sudah dia praktikkan sejak usia enam tahun. Setelah itu barulah dia memulai latihan di bawah rezim master Buddha yang cukup melelahkan. Kala itu hanya untuk meningkatan konsentrasi, Jinichi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menatap nyala api lilin hingga dirinya merasa berada di dalamnya.

Senjata ninja [image source]
Sedangkan untuk melatih pendengaran, pria ini mencoba mendengarkan jarum yang dijatuhkan pada lantai kayu. Dan hal tersebut dia lakukan dari ruangan yang berbeda. Tidak hanya itu, pria ini juga melompat dari ketinggian, memanjat dinding, sampai belajar cara mencampur bahan kimia agar bisa menghasilkan ledakan serta asap. Bahkan Jinichi juga dilatih cara untuk bertahan dari cuaca panas serta dingin yang ekstrem dan juga cara untuk bertahan hidup berhari-hari tanpa makanan. Maka dari itu tidak heran bila kemudian sang ninja berhasil meraih gelar master di usia 19 tahun. Saat itu juga dia mendapatkan sebuah gulungan rahasia serta alat-alat kuno lain.

Satu hal yang ditekankan oleh pria ini adalah bahwa ninja bukan hanya pembunuh kejam seperti apa yang kita saksikan di televisi. Ninja sendiri menganggap bahwa seni spionase itu jauh lebih besar dan pertempuran merupakan cara terakhir. Oleh karena itu mulai sekarang jangan salah kaprah lagi tentang ninja ya. Meski saat ini hanya ada satu ninja yang bertahan, setidaknya kita tahu bahwa seni yang satu ini membutuhkan keahlian khusus yang tidak dapat dengan mudah dimiliki orang biasa.

Written by Faradina

Leave a Reply

Menengok Potret Hedonis Warga Kaya Suriah di Saat Banyak Saudaranya Menderita

4 Kisah Kelahiran Bayi di Tempat Tak Terduga Ini Akan Membuatmu Sadar Besarnya Pengorbanan Seorang Ibu