Sepak terjang Wali Songo atau Walisanga dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa, terkadang diiringi dengan kisah-kisah yang sarat dengan peristiwa-peristiwa yang bersinggungan dengan hal gaib. Tak hanya ilmu agama yang mumpuni, tapi juga kemampuan supranatural yang terkadang tak masuk di akal.

Beberapa dari para tokoh yang digelari sebagai sunan (susuhunan) itu diyakini memiliki kesaktian berupa pusaka dan ajian tertentu. Kemampuan tersebut terkadang dikisahkan sering digunakan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Kesaktian Sunan Gunung Jati yang mengoperasi perut tanpa bedah

Meski dikenal sebagai tokoh agama yang disegani, Sunan Gunung Jati ternyata memiliki kemampuan hebat hingga namanya terkenal ke pelosok negeri. Dalam naskah kuno Cirebon, Pendakwah bernama Syekh Syarif Hidayatullah itu, dikenal sebagai ahli bahasa, politik, pendidikan, militer, hingga di bidang kedokteran.

Ilustrasi Sunan Gunung Jati [sumber gambar]
Khusus di bidang kedokteran, Sunan Gunung Jati pernah memeriksa perut seorang ibu yang tengah membesar. Karena awalnya dikira hamil, Sunan Gunung Jati mendeteksi bahwa hal tersebut ternyata disebabkan oleh tumor. “Dengan Menggunakan kesaktiannya Sunan Gunung Jati pun mengambil tumor si ibu setelah dipastikan perut yang membesar itu bukan janin,” tutur Filolog Cirebon Opan Rahman Hasyim.

Kisah Sunan Ampel yang menghidupkan Mbah Soleh

Ada sebuah kisah menarik yang terdapat pada makam Mbah Sholeh yang terletak di kompleks Masjid Agung Sunan Ampel di Jalan Ampel, Semampir, Surabaya, yang disebut-sebut sebagai murid kesayangan Sunan Ampel. Sebagai salah satu santri, Mbah Sholeh ditugaskan untuk menjaga kebersihan masjid oleh Sunan Ampel.

Makam Mbah Soleh yang berjumlah sembilan buah [sumber gambar]
Saat Mbah Sholeh meninggal dunia, Sunan Ampel merasa gelisah dan kemudian mengucapkan seandainya ia masih hidup, masjid tentu akan selalu bersih. Ucapannya itu terbukti dengan kehadiran Mbah Soleh kembali. Saat meninggal dunia, Sunan Ampel mengulangi pernyataannya itu hingga sembilan kali. Kini, makam Mbah Sholeh sendiri terdapat sembilan buah di pelataran masjid.

Keris pusaka Kalamunyeng milik Sunan Giri yang menghancurkan pasukan Majapahit

Keris pusaka Kalamunyeng milik Sunan Giri begitu mahsyur lantaran digunakan untuk menghancurkan pasukan Majapahit. Saat itu, ia diangkat sebagai penasehat sekaligus panglima militer Kesultanan Demak selain perannya menyebarkan dakwah Islam di Tanah Jawa.

Ilustrasi keris Kalamunyeng [sumber gambar]
Saat dikepung oleh pasukan Majapahit, sebuah benda yang digunakan oleh Sunan Giri berubah menjadi keris dan berputar-putar (munyer-munyer) di udara. Pasukan Majapahit pun porak poranda diterjang keris tersebut. Dari peristiwa itulah, kemudian dikenal istilah keris Kalamunyeng karena berputar-putar di udara untuk mengusir pasukan Majapahit.

Buah aren diubah oleh Sunan Bonang menjadi emas

Sosok bernama Raden Makhdum Ibrahim atau dikenal sebagai Sunan Bonang, dipercaya sebagai tokoh sakti yang memiliki kemampuan luar biasa. Di luar pengetahuan agamanya yang luas, Sunan Bonang pernah membuat Raden Mas Said yang saat itu belum menjadi seorang wali, terkejut setengah mati lantaran sang sunan mampu mengubah kolang-kaling menjadi emas.

Dalam sebuah kisah lainnya, Sunan Bonang pernah mengembalikan kitab-kitab seorang brahmana asal India bernama Sakyakirti yang sempat tenggelam di lautan. Kitab yang hendak digunakan sebagai bahan berdebat soal keagamaan itu, mendadak tersedot dan muncul dari dalam lubang yang dibuat oleh Sunan Bonang.

Ajian dan benda pusaka peninggalan Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai salah satu dari sembilan wali yang memiliki kedigdayaan dan keluasan ilmunya. Beberapa peninggalannya yang mashyur di masyarakat adalah ajian Ajian Waringin Sungsang dan beberapa benda pusaka yang hingga saat ini masih dilestarikan.

Ilustrasi Rompi Ontokusumo [sumber gambar]
Ajian Waringin Sungsang sendiri merupakan ilmu kanuragan yang mampu menyerap kesaktian lawan hingga habis tak tersisa. Umumnya, mereka yang dihancurkan adalah para penganut ilmu hitam yang merugikan. Untuk benda pusaka, Sunan Kalijaga meninggalkan sebuah warisan berupa rompi bernama Ontokusumo yang disebut-sebut digunakan untuk menundukkan pemimpin bangsa Jin di Laut Selatan

BACA JUGA: Kisah Hebatnya Rompi Ontokusumo yang Digunakan Sunan Kalijaga Untuk Kalahkan Nyi Roro Kidul

Kisah di atas telah menjadi sebuah legenda tersendiri yang mengiringi perjalanan dakwah para Wali di Tanah Jawa. Namun beberapa menganggap bahwa cerita penulisan sejarah Walisanga yang ada sarat dengan bumbu-bumbu takhayul, khurafat, dan mistik. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?