Menghasilkan pasukan khusus berkualitas lewat seleksi yang sangat keras dan ketat, telah menjadi hal yang umum dilakukan oleh beberapa institusi militer negara-negara dunia. Tak terkecuali Amerika Serikat, negeri adidaya itu punya program bernama Hell Week (minggu neraka) untuk pasukan elit mereka dari korps Angkatan Laut, US Navy Seals.

Tak mudah untuk menjadi seorang anggota Navy Seals. Selain dituntut untuk memiliki fisik yang kuat, mental mereka juga harus disiapkan karena bakal mengalami tekan secara psikis hingga titik terendah manusia pada umumnya. Tak jarang, banyak dari mereka yang gugur karena menyerah saat mengikuti seleksi. Seperti apa bentuknya? Simak ulasan Boombastis.com berikut ini.

Tahapan seleksi yang ketat dan berat hingga membuat mereka menyerah

Menurut Marcus Luttrell, eks anggota Navy Seals dalam bukunya Lone Survivor (2007), dirinya menceritakan betapa beratnya seleksi hell week yang dijalaninya saat itu. Lebih dari 5 hari, calon anggota Navy Seals diharuskan berlari, berenang, membawa perahu, menginjak air yang membeku, merangkak melalui pasir, dan banyak lagi. Tak jarang, mereka yang tidak kuat akan menyerah di tahap awal ini.

Tekanan mental lebih banyak dibanding seleksi secara fisik

Salah satu proses seleksi yang benar-benar menguras mental [sumber gambar]
Di dalam doktrin seleksi Hell Week, para instruktur lebih banyak menyasar tekanan pada mental ketimbang fisik. Seleksi ini juga dikenal sebagai BUD / S – Basic Underwater Demolition / SEAL Training, di mana presentasenya lebih banyak dititikberatkan pada mental ketimbang fisik. “Keyakinan bahwa BUD / S adalah tentang kekuatan fisik adalah kesalahpahaman umum. Sebenarnya, 90 persen mental dan 10 persen fisik, ” kata seorang instruktur BUD / S di fasilitas pelatihan Seals, San Diego, AS yang dikutip dari The Balance Careers (09/09/2019).

Gangguan mulai dirasakan oleh calon anggota Navy Seals selama masa Hell Week

Para peserta hell week saat melewati tahapan merangkak di atas pasir [sumber gambar]
Selama menjalani seleksi hell week, tak jarang peserta mulai mengalami gangguan yang justru datang dari dalam diri sendiri. Karena menguras mental-ditambah beban fisik yang luar biasa dan waktu istirahat yang pendek, tak jarang mereka kerap mengigau dalam tidurnya. Bukan apa-apa, seleksi ini dilakukan demi mendapatkan prajurit yang mampu bekerja di bawah tekanan.

Membunyikan bel sebagai tanda menyerah dan dinyatakan gagal

Mereka yang menyerah akan membunyikan bel tiga kali [sumber gambar]
Bagi mereka yang tak kuat menjalani Hell Week, disediakan sebuah lonceng yang akan dibunyikan sebanyak tiga kali sebagai pertanda mereka telah gagal. Tak hanya itu, helm yang bertuliskan nama dan pangkatnya, juga diletakkan sejajar dengan lonceng. Sekedar informasi, Hell Week merupakan proses seleksi yang diambil dari prajurit Angkatan Laut, untuk dididik menjadi pasukan khusus dengan spesialisasi tertentu.

Mereka yang berhasil berhak memakai lencana Trident Eagle khas US Navy Seals

Lencana Trident Eagle berhak disematkan setelah lulus dari hell week [sumber gambar]
Setelah menyelesaikan tahapan seleksi, mereka yang berhasil melewati Hell Week berhak diwisuda sebagai anggota US Navy Seals. Lencana Trident Eagle pun disematkan di dada sebagai tanda bahwa dirinya adalah prajurit dari satuan elit AL AS. Sedangkan bagi yang tidak lulus, akan dikembalikan lagi ke posisi awal di kesatuannya.

BACA JUGA: Mengintip Potret Latihan Pasukan Elite Kopassus yang Dikatakan Bak ‘Neraka’ Dunia

Program seleksi Hell Week ala AL AS ini ternyata ini diadopsi pula oleh Kopaska (Komando Pasukan Katak) Indonesia, di mana pasukan elit TNI AL ini pernah dilatih oleh Navy Seals. Tak heran jika keduanya memiliki kesamaan dari segi doktrin dan metode latihan yang digunakan.