in

Wafat di Mekkah, Inilah Kenangan Tentang Sosok Mbah Maimun Zubair yang Akan Terus Diingat

Berita wafatnya KH Maimun Zubair atau Mbah Moen mengejutkan banyak pihak di Tanah Air. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa, yang mengatakan bahwa salah satu ulama besar di Indonesia itu tutup usia di Mekkah. “Saya dapat informasi dari Gus Rozin, staff istana yang ada di Mekkah. Mbah Maimun meninggal saat ibadah haji,” ujarnya yang dikutip dari Regional.kompas.com.

Tak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi orang-orang terdekat sekaligus para santrinya, kepergian Mbah Moen juga dirasakan oleh banyak tokoh penting di Tanah Air. Mulai dari politisi, tokoh keagamaan, militer dan kepolisian, memberikan ucapan berduka cita atas wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu. Meski telah tiada, inilah kenangan dari sosoknya yang akan terus diingat.

Ulama kharismatik yang memiliki pengaruh di dunia keagamaan dan politik

Saat pilpres pada 2019 silam masih berlangsung, baik capres petahan nomor urut 01 (Joko Widodo ) dan capres nomor urut 02 (Prabowo Subianto), sama- sama mengunjungi KH Maimoen Zubir sesaat sebelum pencoblosan di mulai. Selain itu, ulama kelahiran 28 Oktober 1928 itu juga dikenal sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Tak salah bila Mbah Moen memiliki pengaruh yang kuat di peta perpolitikan Indonesia.

Sosok yang memiliki pengarih di peta perpolitikan Indonesia [sumber gambar]
Di ranah keagamaan, Mbah Moen juga memiliki kharisma yang besar. Terutama bagi para santrinya di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Sosoknya dikenal sebagai seorang alim, faqih sekaligus muharrik atau penggerak. Karena memiliki pengetahuan ilmu agama yang luas di bidang fikih dan ushul fiqh, Mbah Moen menjadi rujukan banyak ulama Indonesia di dalam kedua bab tersebut.

Figur yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa

Salah satu pesan yang paling diingat dari sosok Mbah Moen adalah, membumikan kehidupan kebangsaan yang sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Dilansir dari News.detik.com, hal ini disampaikan kepada Gus Yahya saat keduanya bertemu di awal 2018 silam. Saat itu, Mbah Moen memberikan teladan agar sungguh-sungguh dalam kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Mbah Maimun yang kerap berpesan soal pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa [sumber gambar]
Menurut Wakil ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan, ulama kharismatik itu merupakan seorang tokoh bangsa yang menjadi panutan dan teladan dalam implementasi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. “Beliau adalah ulama yang telah mengajarkan dan menyebarkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamiin yang membuat suasana kebangsaan dan keagamaan di Indonesia menjadi sejuk dan damai,” ujarnya yang dikutip dari News.detik.com.

Kenangan Mbah Moen di mata para tokoh tanah air

Sandal dan surban, menjadi benda terakhir yang diberikan oleh Mbah Maimun pada sosok Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Hal ini diungkapkan lewat unggahan di akun Instagram resmi miliknya, di mana Kyai yang mengislamkan artis Deddy Corbuzier itu merasa sangat kehilangan atas kepergian Mbah Moen. “Pagi ini dikota suci makkah beliau kembali kepada Allah….. ya Allah. Mohon doa untuk beliau semoga khusnul khotimah“. tulisnya dengan emoticon menangis.

Kenangan Mahfud MD saat bersama Mbah Moen di Yogyakarta [sumber gambar]
Tak hanya dirasakan oleh Gus Miftah, Mahfud MD yang juga mengunggah status mengenai wafatnya Mbah Moen ikut merasakan hal serupa. Saat itu, ia kembali mengingat akan momen kebersamaannya dengan ulama kharismatik tersebut. Saat itu, baik dirinya dan Mbah Moen bertemu di Yogyakarta pada acara pernikahan puteri Dubes RI di Saudi Agus Maftuh, di mana tangannya dipegang kuat seperti dicengkeram seraya berbisik sesuatu pada dirinya. “Itu kenangan terakhir saya dengan beliau. Selamat jalan menghadap Sang Khaliq, Mbah Moen,” jelas Mahfud yang dikutip dari News.detik.com.

BACA JUGA: KH Maimun Zubair Wafat Saat Menunaikan Ibadah Haji di Mekkah

Meski telah tiada, sosok KH Maimun Zubair akan terus dikenang oleh generasi selanjutnya. Terutama keteladanan soal pentingnya menjaga persatuan dalam bernegara dan sikap yang bersahaja dalam hidup. Innalillahi wainnailaihi rojiun, selamat jalan Mbah Moen, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Cerita di Balik Tas UMKM Semarang yang Ditahan oleh Pihak Imigrasi Rusia, Auto Diburu Netizen

Kisah Romantis Nan Manis 13 Pasangan yang Bertemu di Sosmed, Jodoh Itu Emang Misterius