Bisa dibilang cabang olahraga di tanah air bermacam-macam. Mulai dari terapan luar negeri hingga yang “Indonesia banget.” Salah satunya adalah pencak silat. Merupakan seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Tetapi dewasa ini, pencak silat sudah masuk ke berbagai negara dan menjadi bagian dari mereka pula. Bahkan, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga dalam ajang SEA Games.

Di Indonesia sendiri, pencak silat terbagi-bagi menjadi banyak aliran. Apalagi baru-baru ini salah satu alirannya yaitu Setia Hati (PSHT) di Jember tengah mengalami bentrok dengan bonek. Boombastis.com pun pernah menulis ulasan tentang beberapa aliran seni bela diri yang membuktikan bahwa negara kita banyak jagoannya. Namun, dalam ulasan kali ini dikulik lagi aliran pencak silat yang namanya agak menggelitik tapi sangat terkenal di Indonesia.

Pencak Silat Putra Kera Sakti

Perguruan ini bisa disebut mengakulturasi dua budaya, Indonesia dan China. Mereka mencampurkan kungfu dan seni bela diri tradisional tanah air dengan mengajarkan jurus kera aliran selatan dan utara atau di China biasa dikenal sebagai nan pie hon jie.

PS Kera Sakti [image source]
Pertama kali didirikan di Madiun, aliran ini mengusung motto bahwa siswa-siswinya akan menjadi satu keluarga melalui seni bela diri dalam arti persaudaraan. Nama “Kera Sakti” sendiri diambil dari Sun Go Kong, seperti salah satu karakter dalam serial generasi ‘90an, ya, yang secara harfiah memang berarti kera sakti. Legenda tersebut sangat terkenal di China sehingga diadaptasi oleh penggagas seni bela diri di Madiun.

Pencak Silat Kijang Berantai

Kijang Berantai awal mulanya terkenal di Kampung Dagang yang lalu disebarkan hingga ke Pontianak, Kalimantan. Berbeda dari pencak silat Kera Sakti, aliran yang diusung Kijang Berantai autentik dari Indonesia.

PS Kijang Berantai [image source]
Mengusung motto “setapak kaki maju ke depan pantang surut ke belakang, pencak silat budayaku, Sekayam tumpah darahku, Kijang Berantai perguruanku,” berhasil membawa nama Kijang Berantai hingga kancah internasional. Hal tersebut dikarenakan salah satu siswa perguruannya ada yang pernah menyabet penghargaan di kompetisi Belanda dan Thailand.

Pencak Silat Tunggal Hati Seminari

Kali ini perguruan Tunggal Hati Seminari (THS) mengusung agama Katolik di dalam pengajarannya. Memegang teguh motto Pro Patria et Ecclesia yang berarti perjuangan demi bangsa dan gereja, perguruan ini cukup terkenal di tanah air. Perguruan ini terbentuk oleh sekitar tujuh Romo yang terlibat.

PS Tunggal Hati Maria [image source]
Pada tahun 1986 diresmikan Pencak Silat Tunggal Hati Maria (THM) yang merupakan turunan dari perguruan ini. Perbedaannya, THM diperuntukkan khusus perempuan, sedangkan THS untuk para lelaki. Latihan mereka biasanya diadakan bebarengan dengan retret atau aktivitas agama yang berada di pegunungan.

Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Seiring perkembangan jaman, beberapa agama juga sudah terlibat dalam seni bela diri tradisional Indonesia ini. Bukan hanya Pencak Silat THS saja yang mengusung agama Katolik, Tapak Suci Putera Muhammadiyah membawa nama Islam di dalamnya. Perguruan ini pertama kali berdiri di Yogyakarta.

PS Tapak Suci Putera Muhammadiyah [image source]
“Dengan imam dan akhlak, saya menjadi kuat, tanpa imam dan akhlak saya menjadi lemah,” begitulah bunyi motto yang dianut oleh perguruan ini. Jumlah siswa yang tergabung dalam perguruan ini lumayan banyak, bahkan para mahasiswa juga ada yang tergabung di dalamnya. Meski kantor pusat berada di Yogyakarta, perguruan ini memiliki kantor perwakilan di ibukota.

Pencak Silat Elang Putih

Berbeda dari pencak silat “Merpati Putih” yang sudah sering kita dengar. Aliran pencak silat ini kental akan unsur ke-Jawa Baratan-nya. Bermarkas di Bogor, siswa-siswi dari perguruan ini banyak merupakan murid SMP-SMA yang tidak jarang dijadikan esktrakurikuler di sekolahnya.

PS Elang Putih [image source]
Meski berasal dari Bogor, nama Elang Putih terinspirasi sebuah kisah dari Palembang. Kisah tersebut menceritakan tentang hidup seorang pesilat tangguh yang gigih menentang segala bentuk penjajahan dan kolonisasi.

Mengetahui aliran dari seni bela diri tanah air yang sebanyak itu, rupanya sudah sepatutnya jika kita ikut dalam pelestarian budayanya. Meski tidak terjun langsung menjadi siswa-siswi salah satu perguruan, paling tidak kita tahu aliran pencak silat apa saja yang negara kita miliki. Dengan begitu, kelestariannya akan tetap terjaga dan bisa diteruskan kepada generasi-generasi selanjutnya.