Kemiskinan yang melanda negara Venezuela sudah berada di jurangnya. Negara ini menderita krisis ekonomi yang sangat parah, mata uang Bolivar terjun bebas, Dana Moneter Internasional  (IMF) memperkirakan bahwa inflasi di Venezuela akan mencapai satu juta persen dan masuk kategori hiperinflasi.

Dalam kondisi seperti ini harga barang-barang tak terkendali mahalnya, dibarengi dengan nilai mata uang yang semakin jatuh. Akibatnya, untuk membeli sesuatu yang seharusnya murah, penduduk harus membawa sekarung uang dulu. Dilansir dari grid.id, saking tidak berharganya Bolivar, Nilai AS$1 kini bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar.

Harga dan barang di Venezuela [Sumber gambar]
Mari kita lihat seberapa parah dampak inflasi ini terhadap naiknya harga barang yang ada di Venezuela. Seperti yang ditulis dalam laman kompas.com, inflasi gila-gilaan ini membuat harga barang jauh lebih mahal dibanding emas sekalipun. Bayangkan saja untuk membeli satu gulung tisu toilet, penduduk harus merogoh kocek sebesar 2,6 miliar bolivar –yang jika ditumpuk ketebalan uangnya mencapai 26 cm.

Tak hanya itu, makanan pokok pun tak jauh beda mahalnya. Satu ekor ayam utuh dihargai 14,6 miliar bolivar, yang jika dirupiahkan bisa menyentuh angka puluhan juta. Beras dihargai dengan 2,5 juta bolivar atau setara 146 ribu rupiah, satu kilogram wortel bisa dibeli dengan 3 juta Bolivar atau 176 ribu rupiah. Bahkan, sebatang sabun mandi yang biasa kita jumpai seharga 2 ribu rupiah bisa mencapai 205 ribu rupiah di negara ini.

Kelaparan dan memakan sampah [Sumber gambar]
Lalu bagaimana dengan mereka yang bekerja? Gaji rata-rata penduduk Venezuela selama sebulan hanya cukup untuk membeli satu kilogram daging saja. Pesangon pensiun selama bertahun-tahun hanya cukup membeli kopi atau makanan ringan lain, bayangkan betapa miskinnya mereka Sahabat Boombastis! Banyak dari mereka bahkan meminta digaji dengan makanan, telur, serta bahan pangan untuk mengganjal rasa lapar. Carut marut krisis ekonomi ini juga memaksa warga memburu apapun yang bisa dimakan, seperti daging busuk, anjing, kucing peliharaan, serta sapi dengan cara yang brutal.

Mata uang baru Venezuela [Sumber gambar]
Awal pekan lalu, pemerintah Venezuela meluncurkan mata uang yang baru dengan menghilangkan banyak angka nol di pecahan uang lama. Sang presiden, Nicolas Maduro yakin bahwa langkah ini akan mampu memperbaiki keadaan ekonomi negaranya. Seperti yang tercatat, Venezuela memiliki utang segunung, yaitu 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.194 triliun, jumlah yang sangat luar biasa fantastis.

Apakah cara ini akan berhasil? Hal tersebut masih belum jelas, banyak pihak yang masih meragukan karena sebelumnya metode ini pernah dilakukan oleh Hugo Chavez pada 2008, tiga angka nol Bolivar pernah dipangkas dan hasilnya sama saja, hiperinflasi tak terhindarkan.