Kemajuan Malaysia yang pesat di berbagai bidang secara nasional, ternyata sanggup membuat negeri Jiran itu mengejar ketertinggalannya dengan Indonesia. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang dikutip dari laman finance.detik.com mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih kalah dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Jelas sudah hal ini merupakan pukulan telak bagi Indonesia, sekaligus kemenangan yang gemilang untuk Malaysia. Tak hanya itu, negeri Jiran yang terbilang negara ‘kemarin sore’, juga banyak melakukan inovasi di segala bidang. Mulai dari pembangunan, teknologi, hingga otomotif. Tentu saja, Indonesia bisa mulai berbenah dan mencontoh inovasi mereka di bawah untuk menyusul ketertinggalan tersebut.

Malaysia sukses bikin Mobnas Proton yang dipakai di Indonesia

Mobil Nasional Malaysia, Proton [sumber gambar]
Meski kalah senior dari segi umur kemerdekaan, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia di bidang otomotif dengan lahirnya Proton sebagai mobil nasional. Dilansir dari oto.detik.com, Malaysia bisa dibilang satu-satunya negara yang memiliki mobnas diantara negara ASEAN lain lewat Proton. Kendaraan tersebut bahkan sempat eksis dan banyak dipasaran di Indonesia. Indonesia juga sempat eksis dengan kehadiran Timor, namun tak bertahan lama jika dibandingkan dengan Proton.

Berhasil Bikin jalan tol lebih banyak dibanding Indonesia

Jalan tol Malaysia [sumber gambar]
Selain mobnas, Malaysia juga terbilang unggul di sektor pembangunan jalan tol dibandingkan dengan Indonesia. Laman liputan6.com menuliskan, Malaysia sudah memiliki area bebas hambatan tersebut sepanjang 3.800 kilometer. Jika melihat perkembangan Indonesia yang berhasil menyelesaikan tol Trans Jawa, tentu ada banyak perkembangan untuk menyusul ketertinggalan dengan Malaysia. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna yang dikutip dari finance.detik.com mengatakan, saat ini Indonesia punya tol yang sudah beroperasi sepanjang 1.234 km.

Keberadaan kartun Upin-Ipin sukses menyita perhatian netizen Indonesia

Cuplikan adegan dalam kartun Upin Ipin [sumber gambar]
Sukses mengungguli Indonesia di bidang infrastruktur, Malaysia juga berhasil ‘menyelinap’ ke ranah industri animasi Indonesia lewat tokoh kartun Upin dan Ipin. Kisah dua bocah berkepala gundul yang kental dengan gaya bahasa melayu itu, sukses menjadi tokoh kartun favorit anak-anak kecil di Indonesia. Meski saat ini Indonesia berusaha bangkit lewat Nusa dan Rara, toh keberadaan Upin dan Ipin seolah telah melekat di dalam benak masyarakat.

Sukses di bidang teknologi dengan merancang browser syariah

SalamWeb yang jadi kebanggaan Malaysia [sumber gambar]
Pada ranah teknologi, Malaysia juga berusaha membangkitkan industri digitalnya lewat startup lokal yang mulai menunjukkan giginya. Salah satunya adalah dengan keberhasilan sebuah usaha rintinsan setempat membuat browser syariah yang bernama Salamweb. Dikutip dari laman dunia.tempo.co, peramban yang dibangun di atas teknologi Chromium itu, disahkan oleh Dewan Pengawas Syariah Amanie dan mengklaim bahwa SalamWeb telah menjadi browser bersertifikat syariah pertama di dunia. Meski Indonesia sejatinya tak kalah dengan Malaysia soal perkembangan startup, hal ini bisa menjadi pemacu bagi pelaku digital tanah air untuk lebih mengembangkan inovasinya.

MRT Malayisa lebih dulu ada dibanding Indonesia

Malaysia lebih dulu membangun MRT dibanding Indonesia [sumber gambar]
Dibandingkan dengan Malaysia, Indonesia termasuk ‘ketinggalan kereta’ soal membangun transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT). Seperti yang dituliskan oleh laman liputan6.com, negeri Jiran berhasil membangun kereta publik tersebut dan telah berjalan sejak 11 tahun yang lalu. Sementara Indonesia, baru akan memilikinya sembari menunggu proyek MRT yang belum selesai.

BACA JUGA: Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Melihat sejumlah kemajuan di atas, Indonesia sejatinya mudah saja untuk mengejar ketertinggalannya di beberapa bidang dengan Malaysia. Sudah saatnya agar generasi emas di Indonesia, didorong dan diarahkan untuk berpikir secara kritis, terbuka terhadap kemajuan teknologi serta mampu berinovasi di dalamnya. Masa nggak malu sama tetangga sebelah?