Industri pariwisata Indonesia semakin bergairah berkat kedatangan Eks Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, ke salah satu pulau surgawi di tanah air, pulau Bali. Ia datang bersama keluarganya untuk tujuan liburan. Di Bali, Obama beserta keluarga telah dan masih akan mengunjungi berbagai lanskap indah yang terhampar di pulau Dewata. Salah satu tempat menakjubkan yang menjadi destinasi mereka adalah Jatiluwih.

Jatiluwih adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Tabanan. Daya tarik utama desa ini adalah keberadaan hamparan sawahnya yang berundak rapi dan sistematis. Panorama yang mampu menggetarkan hati penikmatnya ini bahkan sampai diakui oleh UNESCO, sebagai salah satu warisan budaya dunia yang keberadaannya mesti dijaga dan dilestarian. Berikut fakta-fakta Jatiluwih yang lainnya.

1. Asal usul nama Jatiluwih

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Konon, dulunya desa ini bernama desa Girikusuma. Pada masa itu, tersebutlah seorang tokoh agama bernama Ida Bagus Anger yang bermeditasi di tempat ini. Setelah beliau resmi diangkat menjadi pendeta, maka desa Girikusuma berganti nama menjadi desa Jatiluwih. Secara etimologis, nama Jatiluwih berasal dari dua kosakata Bahasa Bali, yakni Jati yang berarti Benar dam Luwih yang berarti bagus/indah, sehingga Jatiluwih punya makna benar-benar indah. Sesuai dengan pesona alam yang ditawarkannya.

2. Cocok buat kamu yang jenuh dengan tempat wisata modern di bali

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Pesona alam yang masih terjaga dan belum begitu terjamah dengan sentuhan modernitas, justru menjadi alasan mengapa banyak orang yang kepincut dengan keindahan Jatiluwih. Kawasan ini menjadi tempat yang tepat untuk “melarikan diri” dari hiruk pikuk perhotelan mewah hingga tempat wisata lain yang terlalu kental dengan citra kota besar. Di sinilah kita bisa menikmati kesejukan alam yang asri dan tradisonal ala Bali.

3. Keindahannya diakui UNESCO sebagai cagar budaya dunia

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Sejak tanggal 29 Juni 2012, UNESCO telah menetapkan desa Jatiluwih sebagai world heritage atau warisan budaya dunia. Jatiluwih dinilai punya nilai unik dan khas yang terletak pada sistem subaknya yang melambangkan konsep filosofi Tri Hita Karana, yakni fisofofi mengenai keseimbangan antara manusia dengan sesama manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan sang penciptanya.

4. Menjadi latar favorit serial FTV

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Buat kamu yang gemar menonton serial FTV di salah satu stasiun tv, kamu mungkin sudah khatam betul dengan tempat syuting mereka. Ya, hampir sebagian besar serial tersebut berlokasi di wilayah Bali. Kalau gak di rumah mewah ya di pantai-pantai Bali. Ternyata selain kedua tempat tersebut, Jatiluwih ini juga menjadi lokasi favorit para sineas FTV. Hamparan sawah berundak yang hijau menenteramkan dinilai pas sebagai latar adegan galau hingga romantis-romantisan para pemainnya.

5. Kaya akan upacara keagamaan

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Jatiluwih, yang merupakan bagian dari Bali, mayoritas penduduknya beragama Hindu. Dalam mengelola pesawahan, mereka biasanya menggelar berbagai upacara untuk sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Misalnya, Mapag Toya (upacara menjemput air), Ngendag Tanah Carik (upacara memohon keselamatan kepada Tuhan), Pangawiwit (upacara mencari hari baik untuk menanam padi), hingga Penyepian (upacara memohon keselamatan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik).

6. Makna filosofis sistem Subak yang begitu dalam

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Menurut seorang sesepuh yang ada di sana, ditinjau dari pengertiannya, Subak adalah semacam organisasi pengairan yang bersifat agrikultur, religius, dan ekonomis. Menurut arti katanya, Subak yang berasal dari kata seuwak, punya arti sealiran. Sederhananya, sistem perairan dialirkan dari hulu atau sumbernya ke sistem irigasi yang mengarah ke sawah-sawah para petani di bawahnya.

7. Subak telah ada sejak abad ke-11

Pesona keindahan Jatiluwih. [Image Source].
Diketahui kalau Subak ini telah ada sejak abad ke-11 di Bali dan pengertiannya telah ditulis oleh Raja Klungkung dalam bukunya, Darmo Pemaculan. Semua tahapan dan filosofinya telah diulas secara mendalam di buku tersebut. Dengan kata lain, sistem tradisional ini telah ada sejak hampir satu milenium silam dan hingga kini, di zaman yang serba modern ini, masih setia diimplementasikan oleh para penerusnya di Jatiluwih.

Mengupas pesona alam Jatiluwih tak akan cukup hanya lewat untaian kata-kata saja. Sebaiknya, apabila kamu berkunjung ke Bali, kamu buktikan sendiri betapa terkenal dan legendarisnya keindahan Jatiluwih yang bahkan mampu menarik perhatian mantan orang nomor satu di dunia tersebut.