Bagi sebagian besar anak muda, menikah adalah impian terbesar setelah sukses meraih karir dalam kehidupannya. Bayangan akan membentuk sebuah keluarga dengan anak-anak hasil pernikahan, seolah menjadi mimpi yang sempurna bagi mereka yang akan melangsungkan momen istimewa tersebut. Namun sayang, banyak dari mereka yang justru lupa dengan persiapan setelah menikah dan mulai mengarungi kehidupan berumah tangga.

Banyak dari mereka yang terkejut setengah mati setelah riuh pesta pernikahan telah usai. Terutama bagi para lelaki, kini mereka akan dihadapkan pada situasi, dimana suasana dan kondisi yang ada sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Selain tanggung jawab yang bertambah, ada beberapa kebebasan yang bakal hilang dari calon bapak tersebut. Seperti apa cerita serunya? Simak ulasan berikut ini.

Tidak semua keinginan terwujud karena banyak pertimbangan

Tanggung jawab semakin banyak [sumber gambar]
Ketika masih menyandang status single, mungkin kita mempunyai banyak angan-angan dan keinginan yang ingin diwujudkan. Namun setelah menikah, kita harus bersiap akan kehilangan sebagian dari mimpi-mimpi tersebut meski tak semuanya. Semua itu karena tangung jawab besar sebagai kepala rumah tangga yang akan menanti di depan gerbang keluarga. Enggak lucu kan kalau kamu masih ngebet beli Laptop Gaming, tapi menelantarkan kebutuhan istri dan anak. Ditahan dulu ya Saboom.

Sebagian hobi mengasyikkan yang bakalan menghilang dari kita calon bapak

Rutinitas yang perlahan bakal pamit dari kehidupanmu [sumber gambar]
Bagi Saboom yang akan menikah, siap-siap deh kehilangan rutinitas dan hobimu di masa lalu yang sering menyita banyak waktu. Nongkrong bareng teman, main game dan ngopi di luar, adalah beberapa hal yang perlahan bakal meninggalkan dirimu. Ingat, status sebagai suami dari seorang wanita yang telah menjadi istri, akan membuat dirimu berfikir dua kali jika ingin menghabiskan waktu tanpa memperhatikan keberadaannya. Solusinya, ajak istri jalan atau ngopi bareng, plus minta waktunya sedikit agar mau menemani dirimu mencoba game kesukaan. Jika tidak mau, sementara diikhlaskan dulu deh Saboom.

Dilarang begadang semalaman dan bangun siang

Kebiasaan buruk yang akan segera menghilang dalam waktu dekat [sumber gambar]
Karena telah tinggal bersama setekah menikah, hal yang paling terasa adalah soal bangun pagi. Jika dulu kita termasuk sosok yang hobi bangun siang, siap-siap deh kena omel dari sang istri tercinta. Tak hanya itu, kita bakalan kena ceramah harian jika masing membawa kebiasaan jaman bujangan seperti begadang dan sejenisnya. Jika kita berpikir positif, apa yang dilakukan oleh istri sebenarnya merupakan sebuah kebaikan kepada diri kita. Terlebih, kebiasaan begadang dan bangun siang, tidak baik untuk kesehatan dan menghambat rezeki. Betul kan Saboom?

Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan

Belajar menerima kekurangan dan kelebihan [sumber gambar]
Jika sebelumnya diri kita merupakan sosok egois yang ingin menang sendiri, pernikahan merupakan solusi agar kita bisa berhenti dari kebiasaan buruk tersebut. Mau tak mau, kita akan berusaha untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing. Yang perlu diingat, pernikahan bukanlah sekedar menyalurkan kebutuhan biologis semata. Lebih dari itu, janji suci tersebut merupakan sebuah momen untuk menyatukan perbedaan dalam satu wadah yaitu keluarga. Sesaat setelah menikah pula, kita bisa mengetahui sifat dan karakter asli dari pasangan yang akan menemani hingga akhir hayat. Sebelum nikah, mending disiapkan dan dipikir matang-matang lagi deh Saboom.

Waktu yang ada bakalan tersita hanya untuk keluarga?

Prioritaskan waktu untuk keluarga [sumber gambar]
Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, manajemen waktu yang tepat dibutuhkan agar rumah tanggamu tidak berantakan. Bukan apa-apa. Jangan sampai sebuah konflik timbul hanya karena pasangan kurang memberikan perhatian satu dengan lainnya. Suka tak suka, waktumu bakal banyak tersita oleh kehidupan berkeluarga. JIka ingin tetap enjoy menikmati hidup tanpa harus mengeluh karena keluarga, atur waktumu sekarang juga. Lakukan hal-hal kecil dengan melibatkan istri maupun anak. Dengan begitu, kita tak hanya berhasil membunuh waktu dengan jam, detik dan menit yang bermanfaat, tapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang erat secara emosional. Selamat menempuh hidup baru ya Saboom.

Pasang surut dalam rumah tangga adalah sesuatu yang wajar ya Saboom. Dengan begitu, kita bisa melatih diri agar bisa menyikapi suatu masalah dengan lebih dewasa. Dengan berumah tangga, bukan berarti kita tak bisa menikmati hidup. Justru pernikahanlah yang membuat hidup kita jauh lebih berharga dan berwarna. Ssstt, kira-kira kapan nikah nih Saboom?